<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187</id><updated>2011-09-11T04:33:10.286-07:00</updated><title type='text'>HASBULLOH AL-GHAZALY, SE</title><subtitle type='html'>Maju Bersama Menuju Perubahan yang Fundamental</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-5640253670304540711</id><published>2010-12-14T03:10:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T08:10:58.363-08:00</updated><title type='text'>CATATAN KECIL TENTANG KASUS BANK CENTURY</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pendahuluan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Krisis yang dialami Bank Century bukan disebabkan karena adanya krisis global, tetapi karena disebakan permasalahan internal bank tersebut. Permasalahan internal tersebut adalah adanya penipuan yang dilakukan oleh pihak manajemen bank terhadap nasabah menyangkut :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Penyelewengan dana nasabah hingga Rp 2,8 Trilliun (nasabah Bank Century sebesar Rp 1,4 Triliun dan nasabah Antaboga Deltas Sekuritas Indonesia sebesar Rp 1,4 Triliiun)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Penggelapan,  sebagaimana Polri menyebutkan, total kerugian akibat penggelapan mencapai Rp 13 triliun. Dari total kerugian yang disebabkan Robert Tantular senilai Rp 9,15 triliun. Selain Robert Tantular, Penipuan juga dilakukan oleh pemilik dan manajemen, Dewan Direksi Dewi Tantular, Hermanus Hasan Muslim, dan Laurance Kusuma, serta pemegang saham, yaitu Hesham Al Warraq Thalat dan Rafat Ali Rijvi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua permasalahan tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi nasabah Bank Century. Dimana mereka tidak dapat melakukan transaksi perbankan dan uang mereka pun untuk sementara tidak dapat dicairkan. Selain itu, persoalan ini telah menyeret BI dan LPS untuk mengambil langkah penyelamatan dengan melakukan bailout sebesar Rp 6,762 triliun. Namun, ternyata langkah yang diambil oleh tiga institusi tersebut dinilai merugikan keuangan negara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembahasan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam pembahasan ini, difokuskan pada internal Bank Cetury serta keterlibatan institusi BI dan LPS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama, Dari sisi internal bank Century, tentunya dapat disimpulkan beberapa kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh manajemen lama Bank Century dengan modus transaksi dan pencairan dana pada rekening nasabah yang sudah diblokir (istilahnya: mengkloning rekening mati)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt; Terjadi pelanggaran oleh manajemen lama Bank Century dengan mengadakan deposan-deposan fiktif yang dilakukan dengan cara memanipulasi profil nasabahnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Terjadi pelanggaran oleh manajemen Bank Century yang berkolusi dengan beberapa nasabah-nasabah besar, yaitu dengan cara memecah deposito bernominal diatas 2 milyar menjadi rekening-rekening baru bernilai 2 milyar kebawah agar bisa mendapatkan penggantian dari LPS bila terjadi penutupan bank.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Terjadi pelanggaran oleh manajeman Bank Century dengan modus penggunaan rekening pihak lain untuk menampung pemecahan dana atas nama tertentu yang mempunyai simpanan diatas 2 milyar&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, Dari sisi BI, terdapat beberapa pelanggaran dan kelalaian diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Melanggar Surat Keputusan Direksi BI No. 32/51/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi Bank Umum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Melanggar SK direksi BI No. 31/147/KEP/DIR tanggal 12 November 1998 tentang Kualitas Aktiva Produktif  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Melanggar Peraturan BI No. 2/1/PBI/2000 tanggal 14 Januari 2000 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) sebagaimana diubah dengan PBI N0.5/25/PBI/2003 tanggal 10 November 2003  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;BI juga tidak tegas dalam melaksanakan pengawasan atas  Bank Century, terutama sejak merger tahun 2004 hingga akhrinya ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik pada tanggal 21 November 2008. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;e)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Berdasarkan temuan audit investigasi BPK ada beberapa aturan yang dilanggar oleh BI seperti: (a) PBI No. 7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum. (b) PBI No. 3/21/PBI/2001 tentang kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank  Umum yang mengatur bahwa bank yang tidak dapat memenuhi modal minimum (CAR) 8% akan ditempatkan dalam pengawasan khusus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) telah melakukan tiga kesalahan besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;LPS menerima keputusan dari KSSK bahwa Bank Century masuk kategori bank gagal berdampak sistemik tanpa terlebih dahulu melakukan penyelidikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt; LPS tidak melakukan penghitungan secara rinci mengenai biaya bailout yang tepat untuk Bank Century. selama ini LPS lalai dalam melaporkan biaya bailout yang tepat terhadap bank Century ke Bank Indonesia (BI).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;LPS mengalirkan dana bailout ke Bank Century melebihi persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yakni Rp2,7 triliun menjadi R 6,7 triliun. hal ini perlu ditelusuri secara lebih mendalam oleh aparat penegak hukum ke mana saja dana yang membengkak itu mengalir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain dari pembahasan tersebut di atas, untuk merekonstruksi secara hukum kasus century ini, tentunya harus diperhatikan hasil audit BPK sebagai lembaga independent yang menelusuri peneriksaan terkait kasus century ini, beberapa temuan tersebut diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 1 : BI tidak Tegas dan Tidak Prudent Dalam Menerapkan Aturan dan Persyaratan Akuisisi dan Merger yang Ditetapkan nya Sendiri dalam Merger Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 2 : BI Tidak Tegas Dalam Melaksanakan Pengawasan Atas BC Sehingga Permasalahan yang dihadapi BC Sejak Merger Tahun 2004 Tidak Terselesaikan Sehingga Pada Akhirnya Ditetapkan Sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik dan Diselamatkan Oleh LPS Pada Tanggal 21 November 2008.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No.3 : Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Kepada BC Dilakukan oleh BI dengan Cara Mengubah Ketentuan dan  Pelaksanaan Pemberiannya Tidak Sesuai Ketentuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 4 : Penentuan BC Sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik Tidak Didasarkan pada Data dan Infomarsi yang Lengkap dan Muktahir dari Bank Indonesia Menegenai Kondisi BC yang Sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 5 : Penyerahan Penanganan BC kepada LPS Sesuai UU No. 24 Tahun 2004 Tentang LPS dan Pembahasan Tambahan Penyertaan Modal Sementara (PMS) kepada BC Dilakukan oleh Komite Koordinasi (KK) yang Kelembagaannya Belum Dibentuk Berdasarkan Undang-Undang, Sehingga Dapat Mempengaruhi Status Hukum Atas Keberadaan KK dan Penanganan BC oleh LPS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 6 : Proses Penanganan BC oleh LPS Tidak Didukung Perhitungan Perkiraan Biaya Penanganan, Tidak Dibahasnya Penambahan PMS secara Lengkap dengan Komite Koordinasi, Perubahan PLPS yang Patut Diduga agar BC Dapat Memperoleh Tambahan PMS untuk Kebutuhan Likuiditas, dan Adanya Penyaluran PMS kepada BC yang Sejak 18 Desember 2008 Tidak Memiliki Dasar Hukum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 7 : BC Melakukan Pembayaran Dana Pihak Ketiga Terkait Bank Selama BC Berstatus Sebagai Bank Dalam Pengawasan Khusus Sebesar Rp938,645 Juta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 8 : Penggelapan Dana Kas Valas Sebesar USD18 juta dan Pemecahan 247 NCD Masing-masing Nominal Rp2 milliar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Temuan No. 9 : Praktik-Praktik Tidak Sehat dan Pelanggaran-Pelanggaran oleh Pengurus Bank, Pemegang Saham dan Pihak-Pihak Terkait dalam Pengelolaan Bank yang Merugikan BC.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penutup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berdasarkan analisis tersebut di atas, hendaknya aparat penegak hukum yang menangani kasus Bank Century diantaranya Kepolisian, Kejaksaan dan KPK harus merujuk pada beberapa hasil analisis terhadap keterlibatan berbagai pihak dan hasil temuan BPK tersebut di atas agar penanganannya lebih fokus dan terarah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-5640253670304540711?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/5640253670304540711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=5640253670304540711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5640253670304540711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5640253670304540711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/12/catatan-kecil-tentang-kasus-bank.html' title='CATATAN KECIL TENTANG KASUS BANK CENTURY'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-1962200868034493317</id><published>2010-12-07T16:38:00.001-08:00</published><updated>2010-12-07T16:38:59.123-08:00</updated><title type='text'>Antaboga dan Rekomendasi DPR</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Dalam rekomendasi point lima Hasil Paripurna hak anget Bank Century, DPR merekemondasikan  pemerintah harus menyelesaikan permasalahan yang menimpa nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas dengan mengajukan kepada DPR pola penyelesaian secara menyeluruh, baik dasar hukum, dan sumber pembiayaan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;Hal ini menjadi salah satu rekomendasi DPR karena sesuai dengan keterangan LPS, nasabah dan manajemen bank Century produk PT Antaboga dijual oleh Bank Century.&lt;br /&gt;Dari hal tersebut, mengenai pengembalian dana nasabah Antaboga, pemerintah menawarkan dua opsi. Diganti melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau dari hasil pemulihan  aset yang diambil secara tidak sah oleh menajemen dan pemilik Bank Century.&lt;br /&gt;Kontradiksi dan Solusi&lt;br /&gt;DPR meminta pemerintah menyelesaikan permasalahan nasabah Antaboga yang nilainya mencapai Rp1,3 triliun. Adapun pola, dasar hukum dan sumber pembiayaannya, pemerintah diminta untuk mengajukan ke DPR untuk disetujui.&lt;br /&gt;Melalui rekomendasi ini, memang terlihat DPR merekomendasikan untuk mengucurkan “bailout” bagi nasabah Antaboga. Dan pemerintah harus mampu untuk mencari solusinya. Ini terlihat kontradiksi. Pada satu sisi DPR menggugat pengucuran bailout sebesar Rp6,7 triliun oleh pemerintah atas Bank Century. Namun  di sisi lain, para wakil rakyat itu justru menerbitkan bailout baru untuk nasabah Antaboga. Namun, inilah bentuk pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh pemerintah dan atau BI sesuai dengan fakta hasil rumusan hak angket DPR.&lt;br /&gt;Dari kontradiksi tersebut, kini Masalah penyelesaian kasus investor An¬ta¬boga menjadi tanggung jawab Lem¬baga Penjaminan Simpanan (LPS) dan Kementerian Keuang¬an, karena manajemen Bank Mutiara (bank Century) harus fokus pada pemulihan dan peningkatan kinerja Bank Mutiara.&lt;br /&gt;Pertanggungjawaban LPS, hal ini berdasarkan fakta yang ada dengan pengambilalihan Bank Century oleh LPS, maka hak dan kewajiban pengembalian dana nasabah beralih kepada pengambil alih, yakni LPS. LPS harus mampu mencari solusi mengembalikan kerugian kepada para konsumen yang telah dirugikan. hal itu berdasarkan putusan hukum Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Nomor 15/abs/BPSK-Yk/VIII/2003, tanggal 8 Agustus 2009 tentang Perlindungan Konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai solusi pengembalian dana nasabah yang diajukan pemerintah, dua opsinya yaitu Diganti lewat dana dari APBN atau menunggu pemulihan aset yang diambil secara ilegal oleh manajemen dan pemilik Bank Century. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi untuk mengganti uang nasabah Antaboga ini tentu menimbulkan kerepotan bagi pemerintah. Dasar hukum apa yang akan dipergunakan untuk mengganti uang nasabah Antaboga? Dari mana sumber dana pemerintah untuk mengganti uang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika diganti melalui APBN, tentu pemerintah harus memasukkannya dalam anggaran dan kemudian membawanya ke  DPR untuk dimintakan persetujuan. Post Anggaran mana yang akan digunakan? Ini akan menimbulkan kerugian baru bagi negara. Kedepan, kondisi yang demikian akan melahirkan sebuah yurisprudensi modus baru bagi pemilik, penguasa perbankan untuk melakukan tindak kejahatan. Dan juga akan membuat nasabah perusahaan sekuritas lainnya seperti Optima dan Sarijaya menuntut penyelesaian serupa kepada pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu pemulihan aset yang dicuri, memang akan memakan waktu yang relatif lama. Artinya, nasabah Antaboga harus bersabar lebih lama. Namun, Sumber dana melalui pemulihan asset bank century ini harus ada upaya percepatan dan ini merupakan cerminan sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menjalankan rekomendasi DPR. Sebenarnya asset yang dimiliki oleh pemilik lama Bank Century yang bisa disita itu sebanyak Rp 13 triliun. &lt;br /&gt;untuk memudahkan pengejaran aset ini dibutuhkan audit forensik. Supaya ketahuan aliran dana PMS dan FPJP (bailout century) lari ke luar negeri. Selain mengejar aset, polisi juga perlu untuk menangkap Hesyam dan Rafaat. Karena jika tertangkap, maka pengejaran aset lebih mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sampai saat ini perlu dipertanyakan kepada pemerintah melalui DPR, sejauh mana usaha pemerintah untuk mengembalikan aset Bank Century yang digelapkan oleh para pemiliknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Dari permasalahan yang diungkapkan di atas, DPR harus mendesak pemerintah segera melakukan percepatan atas pengembalian asset pemilik Bank Century dengan berbagai cara sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan berkoordinasi dengan Tim pengawas dari DPR agar percepatan itu bisa dilakukan. Sehingga nasabah Antaboga/Century memiliki kepastian dalam pengembalian dana mereka yang digelapkan oleh pemilik century.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-1962200868034493317?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/1962200868034493317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=1962200868034493317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1962200868034493317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1962200868034493317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/12/antaboga-dan-rekomendasi-dpr.html' title='Antaboga dan Rekomendasi DPR'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-2342556122958051810</id><published>2010-05-10T14:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T03:19:25.776-07:00</updated><title type='text'>Birokrasi yang Masih Rumit</title><content type='html'>  &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Persiapan hari ini, harus ku percepat lebih pagi, sehingga semua tujuan ku yang sudah ku rencanakan semoga terselesaikan sesuai dengan keinginan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tepat jam tujuh pagi aku dan ust. fauzi ba'ats berangkat bersama tiga orang santri ke tujuan pertama di jadwal kegiatanku hari ini, yaitu melakukan presentasi tentang Pesantren Modern Daarul Uluum di SDN Bojongkulur 03 Gunung Putri Bogor.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama perjalanan menuju Bojongkulur, Ustadz Fauzi Baats menambahkan jadwal hari ini dengan menjemput Mataharitimoer dan Istrinya dr. Suharti di Daerah Pondok Kopi Jakarta Timur. "Tepat sekali kita berangkat pagi-pagi" jawabku pada Ust. Fauzi Baats.&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://hasbulloh.multiply.com/photos/hi-res/1M/680"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.hasbulloh.multiply.com/image/UAiCstS8ceh3GRUwXRZNMw/photos/1M/300x300/680/DSC00307.JPG?et=wvvQfhD8dYImowvc%2C0NmUg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Sesampainya di SDN Bojongkulur 03, ku meminta izin kepada Kepala Sekolah agar santri kami diizinkan untuk mengadakan presentasi kepada Siswa kelas 06 di SD yang beliau pimpin, dan dengan senang hati kepala sekolah mempersilahkan santri untuk melakukan presentasi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Presentasi pun berjalan dengan baik, sehingga antusiasme peserta yang mengikuti kusaksikan sendiri dengan baik. Ternyata program presentasi ini memang benar-benar membuat santri terlihat lebih percaya diri dalam berbicara di depan banyak orang, dan aku anggap tugas pertama pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga kuakhir presentasi pada hari tersebut dengan meminta izin kepada kepala sekolah dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sudah ku tandai jadwal pertama di hari ini dan selanjutnya menuju perjalan kedua yaitu mengurus surat izin belajar untuk salah satu santri Pesantren Daarul Uluum yang belajar dari  Singapura.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan berbekal keterangan dari imigrasi yang memintaku segera membuat surat izin belajar, agar aku tidak bolak-balik ke kantor Imigrasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekitar satu jam perjalanan dari daerah bojong kulur aku berangkat menuju Kantor Pusat Kementerian pendidikan Nasional, yang berada di jalan Jenderal Sudirman Senayan jakarta. Sesampainya di sana, aku langsung bergegas ke Sekretariat Jenderal Kementrian dengan mengutarakan maksudku untuk mengurus surat izin belajar dari kementerian pendidkan sebagai salah satu syarat memperoleh Kartu Izin Tingggal Sementara bagi santri Pesantren yang berasal dari singapura. Namun, setelah keinginan ku tersebut ku utarakan, namun pihak sekretariat jenderal tidak bisa mengabulkan permohonanku karena sekolah atau pesantren yang kami kelola bukan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional. &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal sudah kuutarakan semuanya bahwa Kantor keimigrasian Bogor hanya mau menerima surat izin belajar dari kementerian pendidikan nasional bukan dari Departemen Agama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mengikuti saran staff Setjen KEMENDIKNAS, aku langsung bergegas menuju Kementerian Agama, untuk meneruskan niatku membuat surat keterangan izin belajar bagi santri asing di pesantren.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekitar empat puluh menit perjalan ke Kementerian Agama aku tempuh menggunakan mobil dinas pesantren didampingi ustadz Fauzi Baats sebagai good driver yang selalu mengetahui seluk beluk jalan jakarta sekaligus mudah lupa akan pengetahuannya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kutanyakan pada satpam kementerian agama Islam, perihal kentor Ditjen Pendidikan Islam di Kementerian Agama yang menaungi pesantren dan madrasah di Indonesia. Sesampainya di Ruang tata usaha Setjen Pendidikan Islam, yang ku temukan adalah sekumpulan meja yang berserakan di atasnya tumpukan arsip yang dimiliki oleh masing-masing pegawai. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ku duduk di tengah ruang Tata Usaha Ditjen Pendidikan Islam, sambil menaruh tasku di atas kursi, aku menyapa seorang staff di Tata Usaha sambil menyampaikan maksudku untuk membuat Surat Keterangan Izin Belajar agar santri dari Singapura yang belajar di Pesantren Modern Daarul Uluum bisa mendapatkan visa pelajar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, staff tersebut segera mencari berkas yang dibutuhkan dalam membuat surat tersebut, namun tak kunjung dia dapatkan, setelah akhirnya dia mendapatkan secarik kertas yang tertempel di salah satu lemari berkas arsip kantor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hmm.... ternyata suatu suasana yang cukup berbeda antara pelayanan administasi di KEMENDIKNAS dengan di KEMENAG, ketika di kemendiknas aku langsung mendapatkan pelayanan dan keterangan yang cukup ditambah brosur dan famplet yang terpampang jelas mengenai syarat pelayanan surat izin belajar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, di KEMENAG aku mendapati untuk urusan tersebut harus mencopot sebuah pengumuman yang tertempel di lemari arsip kemudian harus ku photo copy.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan perasaan menyesal, aku pun mengikuti apa yang menjadi keinginan mereka untuk melengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan dalam mendapatkan surat keterangan izin belajar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya aku pulang dengan tidak membawa hasil yang aku harapkan dalam mendapatkan surat keterangan izin belajar. Birokrasi yang segemuk Kementerian,  masih belum bisa mengcover secara efektif dalam mendapatkan Surat Keterangan Izin Belajar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga perbaikan terus bisa dijalankan oleh pemerintah kita, sehingga segala hal yang rumit apabila bisa dijalankan dengan efektif janganlah dipersulit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-2342556122958051810?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/2342556122958051810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=2342556122958051810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2342556122958051810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2342556122958051810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/05/birokrasi-yang-masih-rumit.html' title='Birokrasi yang Masih Rumit'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-1308317314480689327</id><published>2010-03-07T14:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T17:57:04.571-08:00</updated><title type='text'>Pesantren : Deradikalisasi dan Kearifan Lokal (2)</title><content type='html'>    Tidak ada satu pesantren pun di Indonesia yang mengajarkan faham radikalisme apalagi yang mengarah pada terorisme " itulah penegasan kuat dari Kiyai Nasrudin Latif pada saat menerima kunjungan dua peneliti yaitu &lt;a href="http://"&gt;Prof. Mark Woodward&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://asu.edu"&gt;Arizona State University&lt;/a&gt; dan  &lt;a href="http://crcs.ugm.ac.id/profile_ali.php"&gt;Ali Amin, MA&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://crcs.ugm.ac.id"&gt;CRCS UGM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menuduh pesantren sebagai tempat persemaian kaum teroris hanya karena alasan-alasan seperti tu sangatlah berlebihan. Faktanya adalah ide-ide  radikalisme yang pendorong para teroris menjalan bebagai aksinya itu  bersemai di luar pesantren. Tidak ada satu pesantren pun di Indonesia  yang membenarkan aksi-aksi radikal semacam itu. Pesantren bukanlah  sarang teroris" secara kuat kiyai menegaskan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan menyampaikan penegasan tersebut kepada peneliti, setidaknya kiyai dan kalangan pesantren memiliki harapan besar pada kunjungan peneliti tersebut untuk ikut serta dengan basis keilmuannya menjelaskan bahwa pesantren bukanlah tempat radikalisasi justeru sebagai tempat deradikalisasi dan pengembangan kearifan lokal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sampai saat ini, menurut saya pesantren selalu menjadi kambing hitam dari penyelewengan pemberitaan dari berbagai media massa yang serta merta hanya menyudutkan pesantren sebagai pusat pengembangan faham radikal. Ditambah lagi dari berbagai pernyataan akademisi yang tidak secara utuh memotret kehidupan pesantren, dan juga tidak jelas sumber rujukan yang digunakan oleh akademisi tersebut. Sehingga hanya memperkuat keinginan media dalam menyudutkan pesantren dan diamini oleh negara barat yang mencari kambing hitam atas pembenaran hegemoni yang mereka lakukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Padahal, sudah kita saksikan di pentas kepemimpinan nasional, banyak lulusan pesantren yang mampu mengisi berbagai kepemimpinan publik dan mampu mewarnai kehidupan kemasyarakatan di bangsa ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kontribusi pesantren terhadap pengembangan masyarakat menurut saya lebih dahulu dilakukan sebelum negara ini berdiri secara de facto dan de jure, karena perjuangan para walisongo yang mengembangkan sistem pendidikan padepokan dan pengajian ternyata mampu merubah paradigma masyarakat menjadi masyarakat yang berwawasan, memiliki rasa toleransi yang tinggi dan kesantuan yang disanjung oleh bangsa manapun yang berkunjung ke bumi pertiwi ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;kontribusi pesantren kepada bangsan dan negara telah ada sejak lama, jejaknya sejak negara yang bernama Indonesia ini belum berdiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font size="2" face="Arial"&gt;&lt;font size="2" color="#000000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;Dengan eksistensinya sebagai sistem lembaga pendidikan tertua yang ada di bumi pertiwi ini, walaupun tanpa dukungan yang utuh dari pemerintah, ternyata pesantren sampai saat ini mampu bertahan sebagai lembaga pengembangan masyarakat yang senantiasa dekat di hati masyarakat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://daarululuum.com"&gt;Daarul Uluum&lt;/a&gt;, misalnya, sebagai salah satu pesantren tertua di Kota Bogor,  selalu mendidik para santrinya untuk memiliki  kepribadian dan sikap hidup yang jelas, mandiri, namun tetap toleran  dengan perbedaan dan keanekaragaman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-1308317314480689327?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/1308317314480689327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=1308317314480689327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1308317314480689327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1308317314480689327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/03/pesantren-deradikalisasi-dan-kearifan_07.html' title='Pesantren : Deradikalisasi dan Kearifan Lokal (2)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-1747527514301275337</id><published>2010-03-04T12:55:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T17:55:08.668-08:00</updated><title type='text'>Pesantren : Deradikalisasi dan Kearifan Lokal (1)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pesantren sudah sekian lama disudutkan pada oleh pemerintah ketika beberapa kali terjadinya peledakan simbol-simbol keangkuhan dunia barat di Indonesia. Bahkan dunia internasional dalam berbagai macam pemberitaan membangun opini bahwa pesantren adalah pusat pengembangan radikalisasi yang berbasis agama. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan ini tentunya bukan hanya meresahkan kalangan pesantren, karena sebagai komunitas yang selama ini tulus dalam pengembangan masyarakat ke arah yang lebih baik, ternyata disudutkan dengan berbagai hal yang tentunya merugikan kalangan pesantren.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai salah satu pesantren tertua di Kota Bogor, &lt;a href="http://daarululuum.com"&gt;Daarul Uluum&lt;/a&gt; harus mampu mengkampanyekan dan mensosialisasikan bahwa pesantren adalah Lembaga Pengembangan masyarakat yang tidak mengajarkan radikalisme yang mengarah pada penghancuran dan pengrusakan atas nama agama, namun pesantren memiliki tradisi dalam pengembangan kearifan lokal dan keindonesiaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sikap konsisten pesantren yang mengembangkan nilai-nilai agama Islam yang memiliki visi yang lebih jauh  yaitu menciptakan perdamaian antar sesama manusia dan toleran terhadap berbagai macam perbedaan, maka sikap seperti ini harus didukung oleh semua kalangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Radikalisme yang berbasis agama yang mengarah pada pengrusakan dan penghancuran bukanlah bagian dari ajaran agama Islam, dan bukanlah sebagai sebuah ajaran yang dikembangkan oleh pesantren.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesantren senantiasa mengembangkan ajaran dan nilai-nilai keislaman yang toleran dengan berbagai macam perbedaan, hal ini ditandai dengan mampunya pesantren untuk berdialog dengan berbagai kalangan, bahkan sejak santri masuk ke pesantren, mereka sudah dihadapkan pada perbedaan baik  perbedaan suku, daerah asal, bahasa sehari-hari dan kebiasaan atau watak yang dimiliki santri yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa sikap toleran terhadap perbedaan sudah sejak dini dikembangkan di pesantren.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain komunitas pesantren sendiri yang harus menunjukkan sikap kearifan dan toleran, maka harus didukung juga oleh entitas lain yang mengkampanyekan bahwa pesantren bukanlah sebagai pusat radikalisasi atas nama agama, namun sebaliknya sebagai pusat deradikalisasi yang mengalihkan energi dan semangat perjuangan kalangan pesantren ke arah pengembangan masyarakat agar menjadi lebih manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah penghargaan yang tinggi, apabila para peneliti dan penulis ikut serta dalam mengembangkan dan mensosialisasikan peran pesantren di tengah-tengah masyarakat bahwa pesantren sebagai &lt;em&gt;agent of change &lt;/em&gt;dan mampu membantu masyarakat dalam belajar mengarungi kehidupan ke arah yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kiyai sebagai pengasuh pesantren akan senatiasa terbuka untuk diajak dialog dengan berbagai kalangan baik media, peneliti dan bahkan rezim pemerintah sekalipun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila hal ini terkoordinasi dengan baik, maka sikap sinisme pemerintah terhadap pesantren serta sikap kampanye hitam media internasional yang mengaitkan pesantren dengan radikalisme destruktif bahkan mengarah pada terorisme akan terkikis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-1747527514301275337?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/1747527514301275337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=1747527514301275337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1747527514301275337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1747527514301275337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/03/pesantren-deradikalisasi-dan-kearifan.html' title='Pesantren : Deradikalisasi dan Kearifan Lokal (1)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-6101282339061137527</id><published>2010-02-27T14:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T17:16:31.832-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Santri Digital</title><content type='html'>  Tuntutlah ilmu sampa negeri china " itulah kalimat penyemangat yang sering diungkapkan oleh Kiyai di &lt;a href="http://daarululuum.com"&gt;Pesantren Daarul Uluum&lt;/a&gt; tempatku belajar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;memang kalimat itu sering ku bayangkan agar aku bisa belajar ke tempat yang jauh untuk menimba pengalaman yang lebih banyak. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan berbagai keterbatasan, keinginanku takkan pernah surut untuk mendapatkan wawasan global yang go internasional. Walaupun tidak bisa secara langsung mengunjungi tempat-tempat pengembangan ilmu yang pesat seperti negara-negara maju, namun aku tetap ingin belajar dari berbagai macam tradisi keilmuan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diawali dengan belajar di pesantren, ku mulai bersentuhan dengan beragam khazanah keilmuan, bahkan tentunya belum semua ku rasakan dan ku dapatkan khazanah yang tersimpan dalam tradisi pesantren sebagai masyarakat ilmiah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan berkomunikasi bersama santri yang berasal dari berbagai daerah, di pesantren ku belajar sebuah keragaman budaya, suku dan bahasa. &lt;br&gt;&lt;br&gt;setidaknya, di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pesantren tentunya harus mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan zamannya. Mulai dari pembelajaran bahasa asing (arab-inggris) sebagai alat komunikasi masyarakat dunia dan sebagai kunci ilmu pengetahuan untuk mampu membaca literatur dan tradisi ilmiah internasional.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di era digital, sebagai konsekuensi dari pengembangan teknologi, akhirnya pesantren pun senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dengan menambah lagi pengalaman pembelajaran bagi santrinya, bukan hanya pembelajaran bahasa asing, tetapi juga pembelajaran teknologi komunikasi dengan alat komputerisasi pembelajaran.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika santri sudah bersentuhan langsung dengan wawasan global menggunakan akses dunia maya yang tak ada batas penghalang dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan, maka santri di pesantren pun dengan menjaga tradisi luhur masyarakat ilmiah pesantren harus mampu menggunakan akses internet tanpa batas dengan berbagai macam hal yang positif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesadaran dan inovasi pesantren agar santri go digital dan go global, merupakan suatu terobosan yang harus kita dukung dengan melakukan kampanye internet sehat, mediasi santri dalam mengakses literatur yang lebih luas dan tentunya mengarahkan santri agar menggunakan akses tanpa batas untuk meningkatkan wawasan ilmiah tanpa batas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semoga terobosan pesantren dengan mengembangkan santri agar go digital, merupakan terobosan yang mampu memberikan manfaat buat para santri dan bisa menambah wawasan yang lebih komprehensif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sepanjang sejarah, masyarakat pesantren sudah mampu menghasilkan karya yang gemilang, bahkan diakui oleh dunia internasional. dengan mengenbangkan akses dunia maya agar santri go digital, semoga akan lebih banyak lagi karya yang dihasilkan oleh masyarakat pesantren.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pesantren kini bukan hanya sebagai tempat mengembangkan tradisi ilmiah lama, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan santri untuk bisa terus berkarya dan maju.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kini pesantren sebagai laboratorium yang komprehesif, bukan hanya sebagai laboratorium bermasyarakat, menempa akhlak tetapi juga harus mampu menjadi laboratorium mrngasah wawasan agar lebih tajam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semoga usaha yang dilakukan pesantren tentunya menjadi sebuah keberkahan buat semuanya dan menjalankan moto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" almuhafadzatu 'ala qodumi as-shalih wa al-akhdzu min jadiidi al-ashlah&lt;/span&gt;" yaitu dengan menjaga tradisi lama yang baik dan mengembangkan tradisi yang baru dan lebih baik (maslahat)...  &lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-6101282339061137527?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/6101282339061137527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=6101282339061137527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6101282339061137527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6101282339061137527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/02/menjadi-santri-digital.html' title='Menjadi Santri Digital'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3214759320421144925</id><published>2010-02-23T01:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T06:55:06.951-08:00</updated><title type='text'>belajar sabar dari si bungsu</title><content type='html'>Selesai shalat Isya, aku melihat ada sms terbaru di hp ku, dan ternyata dari si bungsu "Mbek" baehaqi..&lt;br&gt;&lt;br&gt;"a udah sembuh belum..?? (19;40) tanyanya padaku karena sehari sebelumnya dia mendapatkan kabar kalau aku lagi sakit di Pesantren &lt;a href="http://daarululuum.com"&gt;Daarul Uluum&lt;/a&gt; Bogor, tempatku belajar. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Memang hampir sudah dua bulan ku tak bertemu dengannya bahkan berkomunikasi sekalipun. Sehingga ketika dia menyapa dulu padaku membuat ku haru, apalagi di saat ku terbaring di tempat tidur sendirian, tak ada yang menyapa di kala sepi. seakan sms itu memecahkan kesepianku di pojok kamar di pesantren.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Alhamdulillah sudah mendingan" jawabku singkat padanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Hore..alhamdulillah.. c Aa sudah sembuh..  " jawabnya dengan bahagia melalui sms. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, kebahagiaannya  mengetahui kesehatanku membuatku bertanya-tanya apakah ada hal yang membahagiakan baginya yang membutuhkan kehadiranku.??. &lt;br&gt;&lt;br&gt;kalau hari ulang tahunnya bukan besok" gumamku&lt;br&gt;&lt;br&gt;lalu ku balas dengan sapaan " emang lagi ngapain di rumah bek..n mamah gie ngpaian ?? " sms ku padanya&lt;br&gt;&lt;br&gt;lagi duduk aja a, mamah masih mengaji habis shalat isya,.. A..besok mau gak temenin nonton persikabo..?? (19;47) pintanya kuat sekali padaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jarang sekali ku dipinta dengan kuat olehnya, biasanya di keluarga kami.. apapun kalau dia sudah meminta sesuatu, pasti kami berlomba untuk memenuhinya, karena dia jarang sekali meminta apapun yang dia inginkan pada kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;dia adalah adik yang paling kami sayangi di rumah, dan setahuku hanya dia yang belum mengerti apa-apa ketika ayah kami meninggal. karena waktu itu seingatku umurnya masih sangat balita belum genap tiga tahun. bahkan, umurku saja waktu itu baru dua belas tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mungkin hanya dia di keluarga kami yang tidak hafal bagaimana rupa/wajah ayah kami. Sungguh sedih ketika ku mengingatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;dia lah yang selalu menemani ibuku setiap hari di saat beliau merindukan anak-anaknya yang lain yang sedang belajar di berbagai daerah. Ada aku di bogor sudah tiga belas tahun belum selesai juga, adikku yang satu lagi di cianjur sudah enam tahun di sana, dan juga ada adikku yang lain yang sedang "nyantri" di bandung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;seingatku semester yang lalu dia membuat prestasi baru dalam hidupnya yaitu sebagai juara satu di kelasnya pada hasil ujian  semester pertama, ketika ku bertanya padanya ingin hadiah apa..?? jawabannya sederhana hanya ingin aku pulang menemuinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;hmm... ingin sekali ku memenuhi permintaannya, bahkan sebulan sebelumnya ketika adikku yang di bandung dia telpon untuk menemaninya menonton pertandingan kesebelasan kesayangannya itu langsung meluncur tanpa ragu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;mungkin ini giliranku" gumamku &lt;br&gt;&lt;br&gt;namun, saat ini ada tugas dari pesantren tempatku belajar yang tidak bisa ku tinggalkan..karena sudah ku tunda selama aku kurang sehat. tapi,  berat sekali ku menolak ajakannya hanya sekedar ingin ditemani menonton pertandingan sepak bola.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan berat hati ku balas smsnya dengan permohonan maafku tidak bisa menemaninya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasa haru ku bertambah ketika balasannya bukanlah kekecewaan, tapi sebuah kesabaran yang ditunjukkannya.. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"ya udah gak apa-apa, kalau sibuk mah.. mau nonton dari rumah saja di tv" jawabnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;si bungsu ini memang mengikuti perangai ibuku, yang penyabar dan  tak kenal lelah ketika harus merawat dan membesarkan sepuluh anaknya sendirian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;tak ku sangka, dia mengajariku sebuah kesabaran  dengan sangat sederhana, yaitu menemani ibuku setiap waktu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;tidak pernah meminta ketika dia tidak memiliki sesuatu, dan tidak pernah kecewa terhadap penolakan atas permintaannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu saat ku harus membuat kalian bahagia. kini ku masih menuntut ilmu sesuai amanat Ayahku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3214759320421144925?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3214759320421144925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3214759320421144925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3214759320421144925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3214759320421144925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/02/belajar-sabar-dari-si-bungsu.html' title='belajar sabar dari si bungsu'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-6126363974339294154</id><published>2010-02-13T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T04:22:56.034-08:00</updated><title type='text'>Do'a dan keinginan</title><content type='html'>Teruslah berdo'a kepada Allah dan semoga Allah mengabulkan do'a kita " itulah pengantar salah satu kyai sebelum memulai pengajian rutin yang dilakukan oleh pengurus pesantren tempat ku belajar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;memang malam itu ada satu keinginan yang kuat dalam diriku untuk bisa diwujudkan dalam waktu dekat, karena keinginan ini sudah ku sampaikan dan ku tulis satu semester yang lalu, sehingga  bulan ini adalah waktu maksimal agak keinginaku tersebut terwujud.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum kyai memimpin pengajian, secara khusus ku sampaikan keinginan ku pada beliau agar seluruh peserta pengajian turut serta mendo'akanku akan niat yang kuat ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dukungan kyai pun mengalir dalam pengantarnya, sehingga para peserta pengajian mengamini keinginanku dengan turut berdo'a.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keesokan harinya, dengan tenang ku berangkat ke kampus dan mengharapkan agar doa dan keinginanku pada hari itu terkabul yaitu lulus dalam ujian pendahuluan proposal tesis yang sudah ku persiapkan selama hampir lima bulan lamanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut panitia ujian, kemungkinan aku akan dipanggil terakhir kali oleh penguji, karena ketika mengumpulkan proposal yang diajukan memang makalahku lah yang terakhir dikumpulkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu per satu peserta ditunjuk oleh ketua sidang ujian, untuk mempresentasikan proposalnya. Suasana tegangku mulai terasa ketika ku menyaksikan hampir seluruh peserta ujian dikritik habis-habisan oleh penguji pada semua aspek. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah seluruhnya mempresentasikan dan diuji oleh para penguji, kini giliranku menyampaikan proposal. Dengan tegas ku sampaikan poin-poin penelitian yang akan ku lakukan, sampai pada posisi ku secara keilmuan di tengah-tengah masyarakat akademik pada bidang atau tema yang ku ajukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hal yang berbeda dengan tradisi keilmuan di pesantren tempat ku belajar, ketika para penguji menanyakanku tentang ilmuwan atau akademisi yang mana yang akan kamu bantah pendapatnya dengan tesis kamu..??&lt;br&gt;&lt;br&gt;Membantah suatu pendapat ulama atau masyarakat akademik lain bagiku memang menjadi suatu hal yang baru. sehingga ketika menjawab pertanyaan itu, ku harus menyatakan dengan tegas posisi bantahanku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah para penguji menyampaikan pandangannya atas proposal yang ku ajukan, akhirnya mereka melakukan rapat internal untuk membahas hasil ujian yang kami ikuti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selang sepuluh menik ku menunggu dengan peserta ujian lainnya. akhirnya ketika diumumkan, ku sangat bahagia, karena proposal yang ku ajukan diterima untuk diteruskan menjadi penulisan tesis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasa bahagia ku memuncak karena memang hari itu sedari awal berkat doa dari semua pihak, ku mengikutinya dengan tenang, dan menjawab semua pertanyaan penguji tanpa ada keraguan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan bahagia ku pulang dari kampus ke pesantren tempatku belajar, dan ku kabari semua orang yang sedari tadi bertanya pada ku melalui sms akan hasil ujian ku hari ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Walaupun selama perjalanan diguyur hujan, namun perasaan bahagia itu tak bisa ku sembunyikan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan do'a, tentunya keinginan yang sudah terpatri terus terpacu agar memang benar-benar terwujud.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Subhanallah, doa memang membuat hati ku tenang, membuat diriku merasa terbimbing untuk memberikan yang terbaik untuk hidupku dan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ujian proposal ini tentunya merupakan langkah awal agar aku menghasilkan satu penelitian tesis dan semoga selama penelitian dan penulisannya ku diberikan kelancara oleh Allah SWT. Amiin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-6126363974339294154?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/6126363974339294154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=6126363974339294154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6126363974339294154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6126363974339294154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/02/do-dan-keinginan.html' title='Do&amp;#39;a dan keinginan'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-2352034783665919688</id><published>2010-02-07T21:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T02:36:02.467-08:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan Kiyai</title><content type='html'>Kok di rumah gak punya gelas yang bagus yah..?? " tanya kiyai Aep padaku saat beliau bingung mencari gelas untuk memberi hidangan minuman air putih ke tamunya de ruang depan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kebetulan ku mampir ke rumah kiyai, karena harus menyampaikan pesan dari salah satu koleganya yang disampaikan melalui HP ku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;lalu ku berusaha membantu beliau menyiapkan minum buat tetamunya, sambil ku juga bingung mencari di mana istri pak kiyai biasa menyimpan gelas untuk menghidangkan minuman tetamu kiyai. Karena sebagai santrinya, ku juga berusaha menghormati tetamu kiyai yang berkunjung ke kediamannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah ku menemukan gelas yang kami maksud, akhirnya ku tambah bingung di mana "tatakan/pisin" yang sama dengan yang sudah dihidangkan di depan bagi tamu yang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hmm... akhirnya ku baru mengerti, kenapa setiap kali ada tamu  pak kiyai berpesan kepadaku " apabila ada walisantri atau tamu yang datang, beliau memintaku untuk tidak membawanya ke rumah. :Cukup di kantor saja" minta pak kiyai. Karena kalau di kantor, orang kantor mungkin bisa langsung menyiapkan hidangan buat para tamu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai pengasuh pesantren modern yang letaknya di tengah Kota Bogor, mungkin orang berfikir bahwa bertamu ke rumah pak kiyai akan lebih nyaman dan hidangannya pun lebih banyak  dibanding bertamu ke kantor pesantren.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sederhana sekali kehidupan pak kiyai, jika dilihat atap rumahnya saja, ternyata belum pernah diperbaiki semenjak dibangun. Namun atap pesantren sudah beberapa kali beliau memerintahkan kepada bagian kerumahtanggaan pesantren untuk menggantinya. karena beliau khawatir para santri tidak nyaman belajar di pesantren apabila atap yang digunakan sudah rusak dan memungkinkan air hujan membuat kamar santri basah karena atapnya bocor.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ditambah lagi lantai rumahnya masih terbuat dari "acian/pelesteran" semen bukan dari keramik seperti lantai kamar santri dan kelas santri untuk belajar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, yang menarik buatku adalah tumpukan kitab yang ada di lemari panjang yang membatasi ruang tamu dengan ruang keluarga. hampir lemari tersebut tidak cukup untuk menyimpan seluruh kitab yang dimiliki kiyai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kepemimpinan di pesantren tempatku belajar memang selalu menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, kesahajaan dan  ketekunan dalam belajar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari sejarah pendirinya misalnya, beliau tidak mewariskan harta benda yang banyak untuk keluarganya, kecuali wakaf pesantren yang harus diurus oleh para keturunannya. Ketika banyak tamu yang berkunjung mencari rumah pak kiyai, yang didapat hanya kamar berukuran 4x4 ditambah satu kamar mandi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun. apabila untuk pengembangan pesantren, semuanya disiapkan karena menurut beliau kenyamanan santri dalam belajar harus lebih diutamakan. dan akhirnya sekarang pesantren selain sudah memiliki pesantren filial (cabang) di daerah sukaraja nagrak seluas 2 hektar, juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitias : masjid yang sudah megah, seluruh kamar dan kelas santri yang permanen dan berlantaikan keramik, laboratorium komputer yang sudah mempunyai akses langsung dengan jaringan internet.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Ini adalah salah satu gambaran kesederhanaan kiyai di pesantren tempatku belajar, walaupun begitu apabila urusannya untuk kenyaman santri beliau sangat antusias menyiapkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mudah-mudahan masa belajarku di sini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Sehingga masih banyak ilmu yang bisa ku pelajari. Amiin.&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-2352034783665919688?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/2352034783665919688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=2352034783665919688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2352034783665919688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2352034783665919688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/02/kesederhanaan-kiyai.html' title='Kesederhanaan Kiyai'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-7263127087886288521</id><published>2010-02-01T19:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T19:49:29.921-08:00</updated><title type='text'>inspirasi para kiyai</title><content type='html'>beberapa bulan ini ku sering mendengarkan kisah-kisah walisongo dan ulama yang berjasa bagi pengembangan islam di nusantara, kisah ini diceritakan oleh para kiyai di pesantren tempat ku belajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ku sebut mereka para kiyai, karena mereka adalah para penerus perjuangan pendiri pesantren yang memang sehari-hari selalu mendedikasikan hidupnya dalam pengembangan pesantren, pengajian kitab serta pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh indah dan inspiratif mendengar para kiyai bercerita tentang hikmah dari perjalanan spiritual mereka ke makam para wali songo dan ulama dari pulau jawa, madura, sumatera hingga ke pulau dewata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum perjalanan mereka, sering ku dengar kegelisahan para kiyai akan berbagai persoalan yang mereka hadapi terutama dalam mengembangkan ajaran Islam di sekitar mereka. mulai permasalahan pesantren, kegelisahan hati sampai ke hal yang paling mendasar yaitu landasan filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah para kiyai berkumpul membahas berbagai persoalan yang mereka hadapi, serta kegelisahan hati yang menyelimuti, akhirnya mereka berkesimpulan untuk mencari inspirasi dan menggali motivasi agar semangat mereka tak pernah pudar dalam pengembangan masyarakat melaui pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan memutuskan untuk melakukan perjalan spiritual, akhirnya mereka pun memutuskan walisongo adalah tujuan perjalanan spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan para kyai ini ada yang dilakukan secara bersamaan sehingga menghasilkan sebuah reportase perjalanan yang ditulis langsung oleh penulis terkenal yaitu mataharitimoer reportase ini sangat bagus untuk dibaca yaitu ada dalam http://jejakwalisongo.blogspot.com dan http://jejakwalisongo.wordpress.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengelana semesta (salah satu kiyai) dalam rubrik "perjalanan menembus waktu" mendokumentasikan pengalamannya ikut dalam rombongan perjalanan spiritual itu, selengkapnya bisa di baca di http://pengelanasemesta.blogdetik.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada juga yang dilakukan dengan tanpa perencanaan, tanpa reportase tertulis sedangkan tujuannya tetap pada ziarah para wali songo dan ulama. dan aku tetap menjadi pendengar setia dari cerita perjalanan para kiyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah perjalanan spiritual tersebut, banyak karya nyata yang dihasilkan oleh para kiyai untuk pengembangan masyarakat, diantara karya-karya tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Kiyai Nasrudin Latif (kiyai kampung dalam buku Guru Kehidupan) sudah berencana untuk mengembangkan pesantren dengan membangun salah satu cabang dari pesantren yang sekarang beliau pimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Kiyai Nasrudin Rahmani sedang mengembangkan proyek perumahan di sekitar pesantren yang bernilai puluhan milyar rupiah yang sekian persen dari keuntungannya untuk pengembangan pesantren. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga, pengelana semesta, akhirnya telah selesai menulis sebuah karya yang sedang dalam proses editing oleh penerbit yang insya allah bukunya tersebut akan menjadi pedoman bagi para santrinya di pesantren dan tentunya sebagai tuntunan ibadah praktis bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mataharitimoer, sudah merampungkan karya novelnya yang kedua yaitu guru kehidupan dan sudah beredar di berbagai toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Ozzy Maesyar akhirnya kini mau kembali masuk ke kelas untuk mengajarkan santri atas semua ilmu sejarah dan hukum yang beliau kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagiku, cerita para kiyai dalam mendapatkan inspirasi dengan melakukan perjalanan spiritual ke makam walisongo dan para ulama nusantara merupakan cerita yang inspiratif, karena kini kehidpuan di pesantren dapat tergerakkan kembali ketika para kiyainya sudah mendapatkan tambahan semangat baru dalam mengembangkan masyarakat melalu pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mulia para kiyai selau belajar dari para pendahulunya dalam pengembangan masyarakat melalui dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan masih banyak ilmu yang ku dapatkan dari para kiyai, agar belajarku bukan hanya pada pembelajaran formal di pesantren, tapi dari berbagai hikmah yang di dapat para kiyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma aarina al-haq haqq warzukna it-tibaa'ah wa aarina al-bathila baatila warzukna ijtinaabah"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-7263127087886288521?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/7263127087886288521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=7263127087886288521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7263127087886288521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7263127087886288521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/02/inspirasi-para-kiyai.html' title='inspirasi para kiyai'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-754951991916419975</id><published>2010-01-25T18:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T23:35:35.302-08:00</updated><title type='text'>in memorian..</title><content type='html'>&lt;p&gt;ketika ku sedang serius menjawab setumpuk soal ujian nasional di hari kedua ku, ku terhanyut menjawab sekian soal yang ada di hadapanku. hal ini karena sudah ku persiapkan beberapa bulan sebelumnya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tiba-tiba dari depan ruang ujian itu, kepala sekolah perlahan menghampiriku dan memperhatikan sekian jawabanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah selesai menjawab soalnya " tanya kepala sekolah padaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebentar lagi pak, ada beberapa soal yang belum selesai " jawabku sambil menunduk...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu pak herman kepala sekolahku berbisik padaku bahwa di kantor ada pamanku yang menunggu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akhirnya ku tergesa selesaikan soal-soal itu, karena sudah lama ku belum ditengok oleh ayahku, setelah seminggu sebelumnya ku mendapat kabar kalau beliau sakit.. dan sekarang mungkin meminta pamanku yang menjengukku di pesantren.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;setelah selesai mengerjakan soal ku izin ke pengawas ruangan kalau sudah ada keluargaku yang menunggu di ruang tamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sesampainya ku di pintu ruang tamu, pamanku memelukku dan langsung mengajakku untuk masuk ke mobilnya sambil berkata kalau beliau sudah izin ke pengurus asrama untuk mengajakku pulang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selama perjalanan pulang ku tak diajak ngobrol yang serius oleh pamanku dan tidak menjlaskan alasan mengajakku pulang. beliau hanya bertanya berkenaan dengan ujian nasionalku di hari kedua.�&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena setahuku beliau adalah pengawas di dinas pendidikan, ku utarakan keluhanku kalau soal di hari kedua lebih sulit dibandingkan di hari pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sekitar 500 meter mendekati rumahku, baru ku tersadar kenapa pamanku menjemputku di saat ku sedang ujian..??�&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu ku tanyakan pada pamanku alasan menjemputku, kenapa ada kramaian di sekitar rumah...??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selama perjalanan pamanku terdiam dan tidak menjawab pertanyaanku, sambil ku melirik ke kiri dan kanan jalan orang-orang berduyun-duyun dari rumahku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ada isak tangis, raut muka sedih dan kepala menunduk dari sekian orang yang ku lihat dari mobil.�&lt;/p&gt;&lt;p&gt;setelah pamanku memarkirkan moblinya di depan rumahku, bergegas ku berlari tanpa menghiraukan siapapun yang ingin mencegahku masuk..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari hadapan pintu depan, ku melihat ayahku sudah terbujur kaku di tengah rumah dan berkain kafan putih.. sekelilingnya keluargaku dan masyarakat sedang mengaji untuk ayahku.. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, ini lah ternyata ujian ku yang sesungguhnya...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukan hanya ketika ku sedang mengerjakan ujian nasional, namun juga Allah mengujiku dengan musibah ini. rasa sedihku yang mendalam ketika ku dipeluk mamah, dengan cucuran air matanya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;teteh ku yang sudah tak kuasa menahan air matanya terus menangis di pangkuan nenekku, lalu ku tengok di pojok rumah adik-adiku yang sudah menangis sedih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;inilah cobaan terberatku, ku terkenang pertemuan terakhirku sebulan sebelumnya. ayahku pertama kali mengajakku berdiskusi tentang persoalan agama, persoalan pesantren dan beliau menasihatiku untuk belajar lebih giat dan melanjutkan cita-citanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan cucuran air mata ku tulis ini, karena ku rindu pada ayah yang membimbingku dari kecil, beliau yang selalu mengajakku ke manapun pengajian yang beliau ikuti, kepana pun ziarah yang beliau adakan, dan selalu menasihatiku dan teman-temanku di surau itu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kini sebagai anak yang harus berbakti pada orang tua, ku hanya mampu berdo'a semoga Allah menerima semua amal ibadahnya, dan ku ingin selalu mengkitu seluruh nasihatnya dan ku harus mewujudkan cita-citanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allahummaghfirli wali walidayya war ham huma kama robbayani soghiro..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengenang haul KH. M. Ghazaly&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-754951991916419975?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/754951991916419975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=754951991916419975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/754951991916419975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/754951991916419975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2010/01/in-memorian.html' title='in memorian..'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-93382568304829834</id><published>2009-11-15T18:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T23:21:57.953-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari pengalaman (3)</title><content type='html'>disela-sela pembelajaran di ruang kelas diklat ini, terasa ada pengalaman yang berbeda dari apa yang kualami dari diklat-diklat yang lainnya. Karena yang kupelajari kali ini bukan hanya dari pemateri tapi justeru yang paling menambah wawasan adalah pengalaman peserta yang lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama di kelas, para peserta diklat dengan berbagai macam karakteristik dan pengalaman ternyata lebih mendominasi kelas dibanding penyaji materi yang notabene lebih muda umurnya dari para peserta.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari pemateri pertama, Dengan pengalamannya sebagai mantan direktur utama salah satu gelanggang liburan terbesar di Indonesia (Ancol), sang instruktur menyampaikan bahwa untuk menuju sebuah profesionalitas, maka diperlukan berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh berbagai macam profesi. Baik kompetensi Pribadi, Kompetensi Sosial, maupun kompetensi keahlian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Pemateri Kedua, Kompetensi teknis pun mulai disampaikan dan diajarkan kepada peserta, namun karena para peserta yang hadir adalah orang-orang yang berpengalaman, ternyata pemateri mendapatkan kritik teknis baik yang bersifat keilmuan, maupun praktik. muka merah sang penyaji materi ku lihat jelas mewarnai raut mukanya, akhirnya sang penyaji materi terbawa situasi dan hanya menanggapi curhatan dan menyerap aspirasi para peserta.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari pemateri ketiga, di sini terlihat sang pemateri kikuk ketika menghadapi peserta yang umurnya mungkin 30 tahun lebih tua darinya. dan awalnya sikap protes peserta yang merasa dilecehkan oleh panitia diklat karena semakin hari kompetensi penyaji materi semakin diluar harapan mereka. Namun, kecerdasan peserta akhirnya muncul juga karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar ini dengan baik. maka setting belajarnya pun di rubah dengan cara berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di satuan masing-masing.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasa salute ku sampaikan atas keilmuan yang ditunjukkan oleh orang-orang berpengalaman dalam berbagai bidang yang mereka geluti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan berbagi pengalaman ternyata metode belajar yang cukup efektif untuk orang-orang yang sudah mapan di bidanngya masing-masing. kunikmati pengalaman ini dan akan ku serap terus ilmu mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;br&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-93382568304829834?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/93382568304829834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=93382568304829834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/93382568304829834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/93382568304829834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-pengalaman-3.html' title='Belajar dari pengalaman (3)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-1349857622779111771</id><published>2009-11-15T15:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T20:35:36.881-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari pengalaman (2)</title><content type='html'>"pengalaman" ternyata itulah yang paling banyak kudapatkan di hari pertama dan kedua diklat profesionalitas di kinasih ini, karena masih banyak cerita yang harus ku serap, banyak curhatan yang harus kuperhatikan. Setiap perkenalan selama 2 hari ini, yang ku dapatkan adalah cerita para peserta yang lain dengan berbagai macam pengalaman hidup.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu pengalaman yang paling ku perhatikan tentunya dari "Pak Haji" sang ketua kelas. Dari mulai masa mudanya sampai dihari senja nya ini. Tak hentinya beliau bercerita tentang kegagahan dan pengalaman hidupnya siang dan malam, bahkan ceritanya menjadi dongeng sebelum tidur kami di kamar. Semasa muda pak haji adalah seorang jawara pemberani dan nakal, dengan kenakalannya dia bisa menjalajah ke berbagai daerah, seperti pedalaman banten, panasnya jakarta, gemerlapnya bandung sampai sunyinya sukabumi pedalaman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia juga tak luput menceritakan pengalamannya berdagang sayuran dan harus menjaga gerombolan kambing yang harus dia usir dari tempat gudang sayuran miliknya sampai pengalaman beliau sebagai guru yang sudah dia alami mengajar di berbagai daerah dan bidang studi. Mulai pelajaran Agama, IPS, Matematika, perkantoran sampai menjadi Guru BP.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pengalaman lainnya, adalah ku dapatkan dari Pak Sugeng yang saat ini menjalani profesi sebagai pelaut (nelayan) sekaligus guru Administrasi Perkantoran, sehingga ku lihat dari raut matanya yang merah melawan ombak, sangar melawan perompak, namun ternyata hatinya lembut yang didedikasikan untuk muridnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang unik juga saya dapatkan dari pak Priyo yang low profile, kini menjalani tugas sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi, sekaligus harus berpacu membagi ilmunya untuk murid-muridnya di Sekolah.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pak Ujang juga memberikan makna tentang kehidupan, ceritanya yang ketika muda menjadi sorang mahasiswa sekaligus menjadi supir angkot, sampai lulus pun ternyata nasibnya masih supir angkot. namun dengan kegigihannya menjalani hidup, kini beliau sebagai ahli di bidang kewirausahaan. Ku banyak belajar dari beliau yang memang sorang konsultan wirausaha yang profesional.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memang ku harus akui peserta yang lain juga banyak sekali ilmu mereka yang harus ku pelajari dan harus ku serap.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak sekali pengalaman di hari kedua ini yang ku dapatkan, namun yang kulakukan tetaplah belajar apa yang mereka alami tanpa menceritakan apapun tentang diriku pada peserta yang lainnya karena ku merasa pengalamanku sangat jauh di bawah mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan ku berharap hari-hari berikutnya banyak pengalaman hidup yang harus ku terima, pahit getirnya mengarungi kehidupan dan berbagai materi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-1349857622779111771?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/1349857622779111771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=1349857622779111771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1349857622779111771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/1349857622779111771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-pengalaman-2.html' title='Belajar dari pengalaman (2)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-7076897257102805775</id><published>2009-11-14T16:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T21:06:25.765-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari pengalaman (1)</title><content type='html'>"saya adalah orang yang berpengalaman puluhan tahun" teriak sang peserta diklat, yang merasa profesionalismenya merasa diragukan oleh atasannya karena dimasukkan ke dalam peserta diklat..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Baginya diklat profesionalitas yang harus diikutinya adalah sebuah "pelecehan" atas pengabdian yang dia lakukan selama berpuluh-puluh tahun. pengabdian tanpa pamrih untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan pengorbanan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai anak muda, ku terhentak dengan pernyataannya, karena bagiku dengan mengikuti diklat, berarti ku kan dapat ilmu yang baru, teman baru dan tentunya pengalaman baru. Tapi, bagi "Pak Haji" ini, diklat profesionalitas yang harus diikuti adalah sebuah "keraguan" bahkan "pelecehan" atasannya atas pengabdian yang selama ini beliau dedikasikan pada institusinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;memang dari wajanya sudah sayu, namun suaranya tetap lantang seperti sang orator membakar semangat pasukan yang siap tempur di medan laga.&lt;br&gt;&lt;br&gt; tak heran dengan kesan awal seperti itu, beliau kami jadikan sebagai ketua kelas untuk memimpin 31 orang yang datang dari berbagai daerah, umur, jenis kelamin dan suku. Seperti sang jawara mengucapkan kata sambutan atas kemenangan dari pertandingan, beliau langsung memberikan sebuah sambutan kemenangan karena menjadi ketua kelas dan menawarkan mekanisme serta ksepakatan dalam belajar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;ku ikuti "Pak Haji", dari mulai satu kelas kemudian satu kamar dengan peserta lain di ruang Matoa 1 Kinasih Resort. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Upami ayi, umurna tos sabaraha taun.. ? " tanya pak haji kepadaku, karena mungkin agak bertanya-tanya kenapa harus sekelas dengan anak muda...&lt;br&gt;baru 24 tahun Pak haji" jawabku singkat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ku beranikan diri untuk berkenalan dengan peserta yang lainnya agar bisa mengikuti diklat ini dengan nyaman. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah melakukan perkenalan dengan para peserta yang lain, di hari pertama diklat ku pelajari semua jadwal serta aturan diklat profesionalitas yang akan ku ikuti selama 8 hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada satu hal tekadku, selain mempelajari materi dari para instruktur, ku harus belajar dari pengalaman para peserta yang lain yang tentunya sudah punya pengalaman belasan bahkan puluhan tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semoga diklat ini menyenangkan......&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-7076897257102805775?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/7076897257102805775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=7076897257102805775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7076897257102805775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7076897257102805775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-pengalaman-1.html' title='Belajar dari pengalaman (1)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-5791808489174561382</id><published>2009-11-14T12:17:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T17:17:31.678-08:00</updated><title type='text'>Profesionalisme</title><content type='html'>minggu kemarin saya sudah menjadwalkan perjalanan kunjungan ke Bali, sebelum berangkat saya mengikuti koordinasi dan pemantapan materi kunjungan agar perjalanan ke sana memberikan manfaat yang besar buat kami.&lt;br&gt;Namun, setelah persiapan 50 % ternyata ada kontak telepon dari kantor MAPENDA kalau saya harus mengikuti diklat peningkatan profesionalisme guru... "anda harus mengikuti diklat profesionalisme selama 10 hari di Kinasih Resort Depok..."" kata pejabat mapenda.&lt;br&gt;Hmm.. akhirnya harus kubatalkan semua rencana kunjunganku ke Bali..." pikirku. Tapi ku berusaha untuk membuang rasa kecewaku karena batal kunjungan kedua ku ke Bali..karena mungkin diklat ini lebih penting saat ini bagiku daripada berlibur dan  kunjungan ke pulau dewata itu.&lt;br&gt;"Profesionalisme", itulah kata kunci diklat yang akan ku ikuti selama 10 hari, mungkin sekumpulan pertanyaan bagi orang-orang yang dipanggil untuk mengikuti diklat ini. Apa salah dengan profesionalitas yang sudah saya coba tunjukkan ? atau kurang profesional kah saya selama ini..?? atau mungkin bagi orang yang sudah berpengalaman puluhan tahun merasa pertanyaan itu lebih kuat.&lt;br&gt;Setahuku profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. sehingga profesional ialah apabila suatu pekerjaan dilakukan oleh orang yang terlatih dan disiapkan secara khusus dan menunjukkan &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.&lt;br&gt;ku ikuti sesi demi sesi diklatku untuk mendapatkan materi yang bisa ku terapkan di bidang yang ku tekuni saat ini.&lt;br&gt;rasa jenuh ku singkirkan dari benakku, rasa bosan ku abaikan, rasa rindu ini ku pendam.. karena ada harapan besar dariku sepulang dari diklat ini yaitu menjadi orang yang profesional&lt;br&gt;di hari ke 6 diklatku ini banyak hal yang ku dapatkan :&lt;br&gt;selain materi dan pelatihan yang ku dapatkan di dalam ruang kelas dengan berbagai macam media, namun ada hal tambahan lain yang ku dapatkan yaitu pengalaman orang-orang profesional yang setiap saat mengajarkanku soal kepribadian, kemampuan sosial sense, dan pengalaman hidup mereka tentunya.&lt;br&gt;semoga ini kan bermanfaat untukku dan orang-orang di sekitarku. Amiin.&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-5791808489174561382?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/5791808489174561382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=5791808489174561382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5791808489174561382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5791808489174561382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/11/profesionalisme.html' title='Profesionalisme'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-2637010043753265763</id><published>2009-11-08T19:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T00:55:34.934-08:00</updated><title type='text'>Hotspot = Outbond</title><content type='html'>pagi itu para peserta Diklat sudah berkumpul dan berkerumun di meja registrasi panitia, untuk melaporkan kedatangan di tempat acara, namun yang ku lakukan saat itu berbeda dengan peserta yang lainnya yang sibuk mencari kamar berapa yang akan mereka tempati, yang ku lakukan tentunya mencari tempat yang bisa online untuk update status di facebook dan membalas sapaan teman-teman yang sedari malam belum ku balas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;langsung ku tanya pada security di mana area yang berakses internet..?? coba tanya aza ke receptionist" jawab security itu. bergegas ku mendatang meja recetionist dan disambut dengan senyuman penjaga, namun disampingnya juga ada frontliner yang lain yang sedang menunggu tamu. ku tanyakan lagi ke receptionist itu, di mana area hotspotnya..?? " tanyaku pada receptionist. si cantik itu pun menjawab " kita ada pak area outbond yang luas, dilengkapi dengan aneka alat permainan dan dibina oleh instruktur yang berpengalaman bla..bla.. banyak sekali jawabnnya.... tapi kuulangi lagi pertanyaanku di mana area hotspot..?? tanyaku pada receptionist...&lt;br&gt;&lt;br&gt;ohh... hotspot, kirain outbond dia tersenyum malu sambil menunjukkan seseorang yang akan memberikan ID dan PASWORD untuk akses internet di area resort yang aku tempati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;aku tersenyum nanya hotspot kok dijawab out bond.... tapi akhirnya ku bisa minum teh hangat pagi sambil update status serta comment buat facebookers....&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-2637010043753265763?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/2637010043753265763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=2637010043753265763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2637010043753265763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2637010043753265763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/11/hotspot-outbond.html' title='Hotspot = Outbond'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-6426805287627616018</id><published>2009-10-30T22:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T02:48:42.699-07:00</updated><title type='text'>Kaum muda kini dan masa depan</title><content type='html'>Tegap, gagah dan bersemangat, itulah yang ku gambarkan pada segenap anggota Organisasi kepemudaan ketika mengikuti Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Pelataran Gedung Putih (Balaikota Bogor) mereka bersatu membentuk barisan dengan berbagai warna kebanggaan mereka dan menyatu dengan segenap pelajar dan mahasiswa.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketika para anggota dewan dan pejabat di lingkungan Pemda mengernytukan kening dari teriknya mentari pagi, namun pasukan muda yang saya termasuk di dalam barisan, terus bersemangan mengikuti upacara peringatan sumpah pemuda.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kaum muda adalah harapan bangsa, itulah yang selalu dielukan oleh para pemimpin kita dan generasi tua pada kaum muda. Agar kaum muda terus bersemangat mengisi ruang dan waktu dengan prestasi dan karya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun, dibalik ucapan itu, ternyata dalam berbagai kesempatan, baik seminar, ceramah dan berbagai forum yang membahas tema kepemudaan, banyak diungkapkan kekhawatiran yang serius terhadap ranah kepemudaan saat ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Diawali dengan kekhawatiran atas gusuran globalisasi atas budaya bangsa terutama pada generasi muda, juga kekhawatiran akan kualitas pendidikan yang diterima oleh generasi muda yang cenderung menurun bahkan mulai tercerabutnya generasi muda dari norma-norma agama dan kearifan bangsa.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Menurut saya, kekhawatiran terhadap kaum muda kini janganlah berlebihan seakan harus sama dengan zaman dahulu kaum tua menempa hidup menuju kedewasaan. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dari segi informasi, kini pelajar dan kaum muda lebih banyak mendapatkan akses yang mudah, sehingga dalam media dan sumber belajar guru bukanlah satu-satunya sumber yang mereka miliki namun teknologi dan informasi mampu memberikan keragaman informasi sehingga kaum muda bisa lebih mendapatkan pengetahuan yang luas. Walaupun mereka lebih banyak diam ketika jam pelajaran, mungkin mereka tahu lebih awal atas informasi dan pengetahuan yang ditransfer oleh guru di kelas.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dari segi kreatifitas, kamu muda kini berusaha menumbuhkan kreativitas ala anak muda dengan berbagai keragaman kegiatan, karena akses untuk menumbuhkan kreativitas pun semakin mudah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dari segi karya, kini dalam berbagai ekspose kaum muda ternyata mampu membuat karya-karya yang gemilang yang bisa membuat bangsa bangga atas seluruh inovasi dan karya -karya baru yang dihasilkan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dengan berbagai potensi yang dimiliki kaum muda kini, maka kekhawatiran akan generasi muda di masa datang janganlah berlebihan. karena tanda-tanda kebangkitan pemuda sudah terlihat dengan meningkatnya partisipasi kaum muda pada bebagai bidang, mulai dari kewirausahaan, pendidikan, bahkan akses politik juga muncul ditandai dengan banyaknya kaum muda yang memberanikan diri untuk menjadi calon pemimpin pada berbagai macam pentas politik.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kini, dengan segenap potensi tersebut, saatnya kaum muda bersatu membangun bangsa dan merebut kepemimpinan nasional kita dengan semangat muda.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Salam Pemuda Indonesia.       &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-6426805287627616018?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/6426805287627616018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=6426805287627616018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6426805287627616018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6426805287627616018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/10/kaum-muda-kini-dan-masa-depan.html' title='Kaum muda kini dan masa depan'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-2357785071167034366</id><published>2009-10-30T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T02:47:49.270-07:00</updated><title type='text'>naiknya gaji menteri dan presiden</title><content type='html'>baru beberapa hari dilantik, ternyata pemerintahan kita sudah mulai menyusun berbagai macam program yang tujuannya adalah meencapai visi serta misi dari pemerintahan yang dipimpin SBY-Boediono.&lt;br&gt; &lt;br&gt; salah satu menteri yang sedang menyusun program 100 hari menjadi menteri adalan MENPAN, diantara program terdekat yang akan segera direalisasikan adalah rencana menaikkan gaji presiden dan menteri yang baru dilantik. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Lagi-lagi menurut saya rencana ini sangat melukai hati rakyat, karena rencana ini dikemukakan pada saat bangsa kita sedang berduka atas berbagai macam musibah yang menimpa. rakyat sedang bahu membahu dan saling membantu agar penderitaan rakyat tersebut ditanggung bersama dengan berbagai macam agenda sosial, acara galang dana untuk korban musibah gempa, serta kepedulian-kepedulian lain yang mendorong masyarakat kita untuk mengedepankan kepedulian pada sesama rakyat Indonesia.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketika rakyat sedang bersungguh-sungguh membangkitkan diri dari keterpurukan dengan berbagai swadaya dan swabina untuk meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan kemampuan untuk bertahan hidup dari himpitan yang berkepanjangan, ketika sebagian masyarakat sedang beristigotsah, berdo'a dengan penuh kesungguhan untuk menumbuhkan semangat ruh Jihad (kesungguhan) dalam membangun generasi yang madani, namun berbeda dengan keinginan para pemimpin yang lebih dahulu memikirkan kesejahteraan mereka dari pada mensejahterakan rakyatnya.&lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hati rakyat menurut saya tidak harus disakiti dengan bebagai kebijakan yang tidak pro rakyat, karena seharusnya kebijakan semacam penaikan gaji para menteri dan pejabat penting di pemerintahan tidak dilakukan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ada berbagai alasan menurut saya yang membuat kebijakan semacam ini tidak bisa diterima oleh hati rakyat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; pertama, pemerintah menujukkan ketidak pekaanya terhadap penderitaan rakyat, baik akibat dari musibah gempa maupun akibat resesi ekonomi yang melanda serta mungkin akbiat kebijakan pemerintah yang tidak menyentuh pada peningkatan kesejahteraan rakyat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; kedua, rencana kebijakan tersebut tentunya akan berimbas pada mulai merangkaknya harga-harga kebutuhan pokok akibat kenaikan gaji para aparatur negara tersebut, sehingga yang menjadi korban lagi-lagi adalah masyarakat kurang mampu yang daya belinya semakin menurun.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketiga, kenaikan gaji bukanlah solusi bagi para menteri untuk meningkatkan kinerjanya, karena berapapun uang yang mereka terima, kalau etos kerjanya tidak dibangun dan dikembangkan, maka itu hanya akan menghamburkan anggaran negara yang tentunya di dapat dari pajak masyarakat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Keempat, mensejahterakan rakyat menurut saya tidak dengan cara mensejahterakan pemimpin, karena sudah banyak pemimpin atau pun yang merasa memimpin negeri ini berlimpah harta bahkan banyak yang menjadi orang terkaya se antero jagat, namun tidak berbanding dengan semakin banyaknya himpitan yang dirasakan masyarakat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; dari sejumlah alasan tersebut, menurut saya cukup bagi pemerintah untuk berpikir ulang atas rencana menaikkan gaji presiden dan para menteri, karena sesuai dengan pernyataan para mantan menteri yang lengser dari kabinet, bahwa gaji yang mereka terima ditambah dengan dana taktis dari kantor kementrian sangat cukup untuk menghidupi seluruh kebutuhan dan keluarganya.   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-2357785071167034366?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/2357785071167034366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=2357785071167034366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2357785071167034366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2357785071167034366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/10/naiknya-gaji-menteri-dan-presiden.html' title='naiknya gaji menteri dan presiden'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-6004771027881190962</id><published>2009-08-20T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T09:11:19.993-07:00</updated><title type='text'>semua karena mu</title><content type='html'>ila bulan purnama tenggelam &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Atau matahari terlambat terbit&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Maka cahaya wajah mu akan menggantikan sinarnya&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Senyumnya bukan hanya berhenti di mulut&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Namun menjadi cahaya dari mentari dan sinar purnama seluruhnya&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Rembulan dan matahari akan tersipu malu&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Karena cahayanya tak sebanding dengan sinar mata mu&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Bila ia berkedip, maka bintang kejora akan menyembunyikan diri&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Tidak akan lagi tercipta gadis seperti dia&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Dan dia diciptakan hanya untukku&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Kata-kata pujian yang kuucapkan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Bagai sebutir pasir di gurun sahara&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Tak sebanding dengan kecantikannya&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Karena segala kata pujian yang dimiliki manusia&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Tak sebanding dengan pesonanya&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Dia diberi nikmat, dengan segala kebaikan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Bila ia hendak berjalan ke sebuah bukit&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Maka seakan bukit itulah yang akan mendekat padanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Karena sang bukit tidak ingin melihat gadis itu dihinggapi kelelahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-6004771027881190962?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/6004771027881190962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=6004771027881190962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6004771027881190962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6004771027881190962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/08/semua-karena-mu.html' title='semua karena mu'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3936337752814624964</id><published>2009-08-17T17:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T21:11:10.924-07:00</updated><title type='text'>keluar dari resesi dan keterpurukan</title><content type='html'>sebagai hasil perenungan dalam peringatan HUT RI ke 64, maka kita harus bisa mengambil banyak hikmah dan faedah serta harus mendapatkan berbagai pencerahan untuk kita jadikan pijakan dalam langkah kita ke depan yang lebih baik.&lt;br&gt; &lt;br&gt; resesi yang dialami oleh banyak negara di eropa dan merambah pada negara lainnya pada tahun kemarin menjadi suatu kekhawatiran yang sangat besar bagi seluruh bangsa di dunia. Karena banyak kalangan yang memprediksi bahwa krisis tersebut akan terus berlanjut hingga keterpurukan ekonomi yang sangat dalam.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Para pengamat bahkan menamakan krisis ini dengan Great Depression session II, di mana banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan, tempat tinggal, serta tidak memiliki pangan yang cukup untuk menutupi kubutuhannya yang berujung pada peningkatan kriminalitas dan aksi protes yang masif.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Banyak negara di eropa dan amerika yang secara resmi mengumumkan bahwa negaranya mengalami krisis ekonomi yang dalam. yang berujung pada pengambil alihan aset-aset serta perbankan bermasalah oleh negara.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Di Indonesia, sampai pada Hari Kemerdekaan yang ke-64, banyak kalangan yang menyatakan bahwa negara kita tercinta ini tidak terimbas oleh resesi sehingga pemerintah tidak harus mengumumkan resesi negara tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun, nampaknya bukan tidak terjadi krisis, tapi Indonesia sampai saat ini belum sembuh dan pulih dari krisis yang berkepanjangan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dari mulai PHK yang masih besar di berbagai daerah, banyak anak yang masih belum mendapatkan nutrisi yang cukup, banyak pedagang kecil yang terusir dari tempat mereka mengadu nasib, banyak kaum muda yang tidak mampu mengenyam pendidikan di perguruan tinggi karena masih terlalu mahalnya biaya kuliah di Indonesia dan banyak sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan alias pengangguran.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Akibat dari tidak jelasnya status krisis seperti apa yang dialami oleh bangsa kita sehingga semakin tidak jelas bagaimana program bangsa ini untuk pulih dari keterpurukan yang berkepanjangan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; menurut hemat saya, apabila para pemimpin bangsa kita mampu mengidentifikasi level keterpuruan berkepanjangan yang kita alami, tidak hanya bersilat lidah akan keberhasilan yang dicapai padahal itu semu dan memberikan pembodohan kepada rakyat. yang kita inginkan adalah kejujuran akan keadaan kita sendiri.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Seperti halnya jepang, ketika kita sedang bersorak sorai akan hari kemerdekaan, setelah masa krisis bangsa tersebut berani mengumumkan bahwa mereka sudah pulih dari resesi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal ini dilihat dari berhasilnya program pro rakyat yang mereka usung, dengan penuh transaparansi tanpa ada penyunatana, program stimulus ekonomi yang terarah tanpa adanya korupsi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; mudah-mudahan dengan semangat kemerdekaan kita harus mendapatkan pencerahan agar kita mampu keluar dari keterpurukan yang berkepanjangan ini.   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3936337752814624964?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3936337752814624964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3936337752814624964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3936337752814624964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3936337752814624964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/08/keluar-dari-resesi-dan-keterpurukan.html' title='keluar dari resesi dan keterpurukan'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-812414264859836744</id><published>2009-08-17T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T00:10:00.559-07:00</updated><title type='text'>Lupa..Lupa 3x.. lupa lagi lagunya....</title><content type='html'>setelah hiruk pikuk para politisi yang sibuk dengan berbagai macam agenda pemilihan di tahun 2009, dari mulai pileg sampai pilpres, banyak sekali wajah-wajah politisi tersebut yang berseliweran di layar kaca (televisi) menyampaikan iklan, argumen, cemooh bahkan mungkin mengarah pada permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum lama ini, bangsa Indoensia terutama aparat pemerintah dinilai kecolongan dengan adanya peristiwa pengebomam di hotel Ritz Carlton dan JW Mariot. Banyak kalangan menilai bahwa kecolongan tersebut salah satunya diakibatkan oleh terlalu sibuknya para abdi bangsa kita, baik pemerintah, polisi, politisi untuk mengurus diri mereka sendiri tanpa memperhatikan kepentingan bangsa yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, peristiwa-peristiwa yang terjadi sampai medio 2009 ini mengandung banyak sekali kejutan. Kejutan-kejutan tersebut tentunya terekam sangat jelas di media masa maupun elektronik dan tentunya di dalam benak saya kejutan itu mengandung banyak tanya yang belum terjawab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari mulai kasus manohara yang berujung pada ketegangan antar dua negara serumpun, kemudian pileg yang berujung pada ketegangan antar masyarakat karena mendukung masing-masing calonnya, pilpres yang berujung pada saling gugatnya antar pemimpin bangsa dikarenakan ada indikasi kecurangan, bahkan peristiwa pengeboman yang berujung pada keresahan di lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan merupakan kejutan terbaru bagi saya pada bulan agustus ini adalah, lupanya para anggota Dewan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya padahal pada saat itu sidang dihadiri oleh presiden sebagai pimpinan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau para anggota Dewan yang terhormat, dipilih oleh rakyat dengan peluh dan saling sikat ketika pemilihan, namun ketika masyarakat sedang diingatkan akan pentingnya nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan pelestarian budaya bangsa, para wakil raykat ternyata sudah melupakan Lagu Indonesia Raya pada acara seremoni pentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran wahai para pemimpin bangsa, kalau rakyat yang ada dalam Negara Kesatuan Indonesia ini sudah luntur rasa Ke-Indonesiaan-nya, karena wakil rakyat sendiri lupa akan jati dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelupaan ini tentunya sangat cocok kalau diledek dengan lirik lagu salah satu grup Band (kuburan) yang sedang digandrungi masyarakat yang berisikan tentang lupa akan lirik lagu yang dimainkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, karena penulis dan pencipta lagu Indonesia Raya kini sudah dilupakan oleh bangsa ini, salah satunya dengan pengusiran keluarganya dari rumah tempat tinggal mereka karena alasan akan menjadi museum budaya dan pelestarian budaya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyambut hari Kemerdekaan Indonesia, menurut saya apa yang telah diberikan oleh putera-puteri terbaik bangsa harus didukung dengan kegiatan nyata dengan menyemarakkan HUT RI pada tahun ini dan juga mengisinya dengan berbagai prestasi dan karya nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka...merdeka....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-812414264859836744?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/812414264859836744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=812414264859836744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/812414264859836744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/812414264859836744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/08/lupalupa-3x-lupa-lagi-lagunya.html' title='Lupa..Lupa 3x.. lupa lagi lagunya....'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-5200610807869658519</id><published>2009-08-17T00:08:00.001-07:00</published><updated>2009-08-17T00:08:34.636-07:00</updated><title type='text'>Maaf, lama aku tak menulis</title><content type='html'>kini kesempatanku tuk menulis sangat lepas dan luang, tapi keinginan tuk menulis catatan tak sekuat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini ku tuliskan catatan ini karena banyak yang memintaku untuk menulis, dan bertanya kepadaku kenapa jarang sekali menulis dalam sebuah catatan..?? kini kujawab maafkanlah aku karena memang sudah lama aku tak menulis catatan harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesempatan yang luas ini, dulu sangat ku nantikan karena banyak hal yang ingin ku ceritakan, banyak hal yang ingin kusampaikan dari segala hal yang ku pikirkan dan segala hal yang ku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika masa belajarku di asrama, sebenarnya banyak hal yang ku tulis, tapi entah kemana tulisan itu, karena waktu itu merupakan suatu hal yang dilarang ketika ku punya catatan harian yang ku rahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah ku tulis pengalamaan pertamaku jauh dari orang tua, dan fokus untuk belajar di asrama, tapi tulisan itu harus ku relakan tuk diambil pengurus karena kekhawatirannya akan ku salahgunakan buku catatan itu sebagai media penulisan yang mereka larang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ini karena traumaku ketika puisi pertamaku yang ku dapat dari orang lain dan kemudian ku simpan di laci lemariku. namun yang terjadi puisi itu "disita" oleh pengurus asrama kemudian dipampang di papan pengumuman sebagai bukti bahwa ku telah melakukan perbuatan yang dilarang karena memiliki puisi cinta..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak tau kenapa "curhatanku" dilarang..? dan mengapa dikaitkan dengan disiplin dan larangan..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah ku coba tuk hilangkan trauma itu dengan meminta bantuan kepada salah satu "teman dekatku" yang memiliki kegemaran menulis baik puisi maupun curhatan, dengan berkirim surat melalui salah satu buku tulisku yang berisikan curhatan harian antara aku dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata, tanpa terasa dengan berkirim surat menggunakan buku dengannya setiap hari, ku sudah menghabiskan 4 buku catatan. bagiku itu merupakan curhatan dan puisi yang terbanyak yang pernah ku tulis. bahagianya aku setelah 3 tahun traumaku akan "penyitaan" puisi pertamaku bisa hilang dengan kembali menulis curhatan dan puisi dalam buku catatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun, ternyata buku catatan yang ku tulis itu pun tidak selamat dan menjadi incaran "penyitaan" pengurus asrama. Hal ini ku ketahui setelah ku mendapatkan informasi bahwa salah satu temanku ada yang melapor kalau aku sering berikirim surat setiap hari menggunakan buku catatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... waktu itu pikirku daripada ku serahkan buku catatan ini kepada pengurus asrama untuk mereka sita, mereka baca dan mereka umumkan di papan pengumuman akan curhatanku lebih baik tidak boleh ada satu pun yang bisa membacanya. tanpa pikir panjang dengan perasaan trauma dan kecewa ku buang keempat buku curhatan itu ke sungai ciliwung di depan asramaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin pengalaman ini merupakan suatu hal yang membuatku trauma akan menulis curhatan apapun medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya kembali ku katakan, maaf lama aku tak menulis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan menulis catatan ini, mudah-mudahan bisa membuatku kembali bersemangan untuk menulis..karena ku yakin tidak ada yang bisa lagi melarangku menulis apapun, dan tentang apapun atau dengan siapapun...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-5200610807869658519?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/5200610807869658519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=5200610807869658519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5200610807869658519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5200610807869658519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/08/maaf-lama-aku-tak-menulis.html' title='Maaf, lama aku tak menulis'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-7449173647429632046</id><published>2009-05-12T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T21:35:52.381-07:00</updated><title type='text'>REVIEW MEKANISME PENGUTIPAN HADITS</title><content type='html'>REVIEW MEKANISME PENGUTIPAN HADITS&lt;br /&gt;OLEH EUIS AMALIA DALAM BUKU SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;08.2.00.1.08.01.0011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun sebagai salah satu tugas mata Kuliah Pendekatan Metodologi Studi Islam&lt;br /&gt;Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits- Hadits yang dikutip dalam buku “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” karya Euis Amalia :&lt;br /&gt;1. Pada halaman 7, Hadits Rosulullah yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik bahwa suatu ketika terjadi kenaikan harga-harga barang di kota Madinah, beberapa sahabat menghadap Nabi SAW mengadukan masalah itu dan meminta beliau agar mematok harga-harga barang di pasaran. Rosulullah menjawab “Sesungguhnya Allah yang menetapkan harga, yang menahan, dan melepaskan, dan yang mengatur rezeki. Dan Aku mengharapkan agar saat berjumpa Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun diantara kalian yang menggugatku karena kezaliman dalam soal jiwa dan harta” (Endnote: Abu daud, Sunan Abu Dawud, (kairo: Dar al-Hadits,1988), vol.III., h.270)&lt;br /&gt;2. Pada halaman 94, Hadits Rosulullah yang menyatakan “Mencari pendapatan adalah wajib bagi setiap muslim” (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.17)&lt;br /&gt;3. Pada halaman 98, Rosululullah saw juga bersabda : “Sesungguhnya Allah Swt selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya tersebut menolong saudara muslimnya. (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.48)&lt;br /&gt;4. Pada halaman 116, hadits Nabi Muhammad Saw, antara lain : Dari Anas bin Malik, ia berkata : Telah melonjak harga (di pasar) pada masa rosulullah saw. Mereka (para sahabat) berkata: Wahai Rosulullah, tetapkanlah harga bagi kami” Rosulullah menjawab: “Sesungguhnya Allah-lah yang menguasai (harga), yang memberi rizki, yang memudahkan, dan yang menetapkan harga. Aku sungguh berharap bertemu dengan Allah dan tidak seorang pun (boleh) memintaku untuk melakukan suatu kezaliman dalam persoalan jiwa dan harta’(Riwayat Abu Dawud) ( Endnotes : Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abi daud, (Beirut: Dar al-Fikr, 1994) Jilid 3, hal 272.&lt;br /&gt;5. Pada halaman 130, Rosulullah saw bersabda “ Dinar dengan dinar tidak ada tambahan diantara keduanya, dirham dengan dirham tidak ada tambahan diantara keduanya. Barangsiapa mempunyai kebutuhan terhadap uang kecil maka hendaknya ia menukarkannya dengan emas dan barangsiapa yang mempunyai kebutuhan terhadap emas, hendaknya ia menukarkannya dengan uang kecil. (Riwayat Ibnu Majah) (Endnote : Muhammad bin Yazid Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah,(Libanon:Matba’ah dar al-Turats al-‘Arabi, tt) Juz 2, h.760)&lt;br /&gt;6. Pada halaman 138, (1) Dari Rafi’ bin Khudaij r.a ia berkata”Rosulullah saw melarang penyewaan tanah” (Riwayat Muslim) Endnote : Abul Hasan M.Sadeq dan Aidit Ghazali (ed) Reading in islamic Economic tought (malaysia”Longman, 1992), h.66.) (2) Dari Jabir bin Abdullah r.a ia berkata : Rosulullah saw melarang pengambilan upah atau bagian tertentu dari tanah” (Riwayat Muslim) (Endnote : Ibn Hazm, Op.Cit Jilid IV, hal.281) (3) Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rosulullah saw bersabda : Barangsiapa memiliki tanah, hendaklah ia menamainya atau memberikannya kepada saudaranya, Jika ia menolak, tahanlah tanah tersebut (Riwayat Muslim) Endnote : Yusuf Al-Qardhawi, Fiqh al-Zakah, (Beirut: Muassasah al-Risalah,1993) Jilid II, h.964.&lt;br /&gt;7. Pada halaman 143, hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lainnya dari sahabat Thalhah r.a, ia berkata : “seorang sahabat laki-laki dari penduduk Nejd dengan rambut tergerai datang menghadap Rosulullah saw. Suaranya terdengar parau dan apa yang dikatakan tidak mudah ditangkap. Setelah mendekati Rosulullah saw menjawab “Lima kali shalat dalam sehari semalam”. Ia bertanya “Apakah selain itu ada yang wajib bagi diriku?” Rosul menjawab “ Tidak, kecuali kamu shalat sunnah” Rosul berkata “ dan berpuasa Ramadhan” Ia bertanya, Apakah ada puasa yang lain yang wajib bagi diriku?” Rasul menjawab, “Tidak kecuali kamu berpuasa Sunnah”. Kemudian Rosul menyebutkan Zakat. Ia bertanya, “Apakah ada kewajiban lain selain zakat?” Rosul menjawab, “Tidak, kecuali kamu bersedekah sunnah”. Lantas laki-laki itu berbalik seraya berkata, “Aku tidak akan menambahi ataupun menguranginya”. Rasulullah Saw. Bersabda,” Dia beruntung jika jujur” atau “Dia masuk surga jika jujur” (ada tanda Endnote, tapi Tidak terdapat keterangan apapun di Daftar Endnote) &lt;br /&gt;8. Pada halaman 172, Dari anas bin Malik ra beliau berkata : harga barang-barang pernah mahal pada masa rosulullah saw. Lalu orang-orang berkata : ya Rosulullah, harga-harga menjadi mahal, tetapkanlah standar harga untuk kami, lalu Rosulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allahlah yang menetapkan harga, yang menahan dan membagikan rizki, dan sesungguhnya saya mengharapkan agar saya dapat berjumpa dengan Allah swt dalam keadaan tidak seorangpun diantara kamu sekalian yang menuntut saya karena kezaliman dalam pertumpahan darah (pembunuh) dan harta (diriwayatkan oleh perawi yang lima kecuali Nasai (Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah) (Endnote : M. Nejatullah Shiddiqi, Kegiatan ekonomi dalam Islam, jakarta, Bumi Aksara.1996, hl.40&lt;br /&gt;9. Pada halaman 178, Hadits Rosulullah Saw.”Manusia berserikat (dalam pemanfaatan) tiga hal, yaitu: air, rumput dan api”. (HR. Ahmad bin Hambal)..(Tidak ada Endnote)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya mendokumentasikan hadits-hadits yang dikutip oleh Euis Amalia dalam buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, saya setidaknya mendapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada 9 hadits yang dikutip, namun saya menemukan ada satu hadits yang 3 kali dikutip dan ada sedikit perbedaan penerjemahan pada ketiga hadits tersebut. Yaitu pada hadits nomor (1)… tidak ada seorang pun diantara kalian yang menggugatku karena kezaliman dalam soal jiwa…, (4)….. tidak seorang pun (boleh) memintaku untuk melakukan suatu kezaliman dalam persoalan jiwa….., dan (8)…. tidak seorangpun diantara kamu sekalian yang menuntut saya karena kezaliman dalam pertumpahan darah (pembunuh)…..&lt;br /&gt;2. Setiap pengutipan hadits mencantumkan sumber kutipan kecuali pada hadits nomor  7 (ada tanda Endnote, tapi Tidak terdapat keterangan apapun di Daftar Endnote), 9 (Tidak ada Endnote).&lt;br /&gt;3. Setiap pengutipan hadits mencantumkan rawi hadits kecuali pada hadits nomor (2) dan (3). (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Buku : Euis Amalia.Sejarah Pemikiran ekonomi Islam (Dari masa klasik hingga kontemporer).Pustaka Asatruss Jakarta, Cet-I, April, Jakarta,2005.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-7449173647429632046?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/7449173647429632046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=7449173647429632046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7449173647429632046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7449173647429632046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/05/review-mekanisme-pengutipan-hadits.html' title='REVIEW MEKANISME PENGUTIPAN HADITS'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-2221254615756181240</id><published>2009-03-31T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T00:18:18.589-07:00</updated><title type='text'>Bu Diyah (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;"&gt;Bu Diyah (Bagian 2)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Senin (16 Maret 2009) itu saya dengan pimpinan pesantren dan keluarga pesantren setelah mengikuti &lt;i&gt;“tasyakuran”&lt;/i&gt; salah satu alumni yang sekarang mengabdikan diri di pesantren yang merencanakan bulan ini berangkat kuliah ke Arab Saudi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Setelah dari &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, saya dan rombongan berangkat ke Rumah Sakit Dharmais di mana Bu Diyah (pengasuh pesantren Modern Daarul Uluum Lido) dirawat. Bagi saya, &lt;span style="mso-spacerun:yes;"&gt; &lt;/span&gt;dan rombongan merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya saya menjenguk saat pulang kuliah dari kampus dan menginap di &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Karena pada kali ini Bu Diyah sedang kritis di ruang ICU RS Dharmais karena penyakit kanker nya yang sudah mengganas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Sesampainya kami di RS kanker Dharmais, saya sambil menggunakan kamera digital yang bisa MP4 saya &lt;i&gt;shoot&lt;/i&gt; semua rombongan yang mungkin waktu itu saya berfikir ingin mendokumentasikannya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Kami pun sampai di depan ruang ICU dan disambut dengan senyum putera pertama Bu Diyah yaitu kang Yazid Syagof… dengan tegarnya dia menyalami kami dan rombongan keluarga besar pesantren. Kami pun diinformasikan kondisi terakhir Bu Diyah yang sudah tidak bisa melakukan kegiatan apapun lagi… dan kita yang menjenguk diperbolehkan masuk ke ruang ICU namun secara bergantian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Sebelum masuk pun Yazid mengingatkan kepada yang mendapatkan giliran pertama yaitu saya dan bu Ita, Mamah maisaroh (keduanya bibi yazid). Seraya Yazid mengingatkan: “&lt;i&gt;Ketika berhadapan dengan mamah, kuatkan mamah dan berikan doa serta harapan atas kesembuhan. Jangan menangis di depan mamah karena akan membuat mamah sedih dan menggangu kesehatannya”&lt;/i&gt; Ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;“iya Aa…” &lt;/i&gt;Jawab Bu Ita Sambil menangis dan mengusap air matanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Bu ita dan mamah maisaroh pun masuk ke ruang ICU dan saya pun mengikuti di belakang sambil menghidupkan kamera dan merekam perjalanan bu ita dan mamah maisaroh ke hadapan Bu Diyah…saya rekam sekeliling ruang ICU dan kondisi fisik Bu Diyah yang sudah dipenuhi dengan selang…entah berapa jumlah selang yang menempel di tubuh bbu diyah. Di hidung..mulut, kedua tangan, di pundak…Kami pun disambut dengan kedipan mata Bu Diyah… yang memang dalam kondisi tidak bisa melakukan aktifitas apapun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Namun, karena sudah ada menunggu giliran selanjutnya di luar, saya pun keluar dari ruang ICU dan mendapat teguran dari perawat yang menjaga kalau saya dilarang untuk mendokumentasikan apapun yang ada di ruang ICCU…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Di Luar ruang ICU pun kami berdiskusi dengan beberapa tamu yang hadir menjenguk saat itu, baik keluarga mapun alumni. Namun, ketika menjelang pulang ada hal yang mengejutkan bagi saya… hal ini ketika saya mengecek hasil rekaman yang saya lakukan selama di rumah sakit, ketika semuanya saya cek satu per satu file rekaman, ternyata hasil rekaman ketika di ruang ICCU setelah saya putar bolak balik tidak saya temukan..padahal saya yakin selama di ruang ICCU saya merekam minimal 2 file…rasa penasaran pun menghentak hati saya kenapa bisa ini terjadi? Rasa penasaran ini pun saya bawa pulang dengan berharap file yang hilang bisa direcovery dengan software yang ada di laptop.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Hal ini pun saya ceritakan selama perjalanan pulang dari rumah sakit kepada rombongan..Dan bu ita serta mamah maisaroh pun meng iya &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bahwa saya merekam kegiatan mereka selama di dalama ruang ICCU…setelah itu saya berfikir mungkin pada saat itu file yang saya rekam teerhapus atau tidak sengaja terhapus… akhirnya saya berniat melakukan recovery file di memory card yang saya gunakan….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Sesampainya di pesantren saya aktifkan laptop dan langsung merecovery semua file… dan hasilnya pun nihil tidak ada file yang saya cari…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Namun saya mengambil hikmah dari ini, munngkin karena saya tidak mendapatkan izin untuk merekam hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-2221254615756181240?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/2221254615756181240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=2221254615756181240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2221254615756181240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2221254615756181240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/03/bu-diyah-bagian-2.html' title='Bu Diyah (Bagian 2)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-9188009502400202749</id><published>2009-03-31T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T00:12:36.056-07:00</updated><title type='text'>Bu Diyah (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;"&gt;Bu Diyah (Bagian 1)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Hari kamis ini tanggal 12 maret 2009, setelah perkuliahan yang cukup melelahkan dan merasakan rumitnya teori-teori metodologi penelitian empirik, saya diajak oleh Ust. Sadeli Arif untuk menjenguk Bu Diyah di Rumah Sakit Dharmais, yang saat ini katannya setelah operasi kanker di RS BMC Bogor tidak membaik, malah keadaannya memburuk. Tawaran itu pun langsung saya sambut dengan mengikuti langkahnya ke mobil untuk berangkat ke rumah sakit, karena saya belum menjenguk lagi semenjak di RS BMC.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Sore itu pun kami berangkat dan sampai di rumah sakit setelah melewati macet yang panjang pada pukul 18.10 menit…Sesampainya kami di sana, kami disambut dengan senyuman hangat putera pertama Bu Diyah yaitu Yazid…. Setelah membuka pintu ruang VIP 6 lantai 8… dalam hitungan langkah, Bu Diyah pun dalam baringanya menyambut kami dengan senyuman lirih karena mungkin sedang menahan sakit yang dideritanya…saya salami dan sambil berdo’a atas kesembuhan beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Setelah sholat maghrib..Bu Diyah pun memulai obrolan dengan mengatakan bahwa kedatangan kami bertepatan dengan &lt;span style="mso-spacerun:yes;"&gt; &lt;/span&gt;malam ini akan dilakukan Kemotheraphy jam 08 malam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Obrolan kami pun di ruang itu berlanjut untuk sekedar mencoba menghibur dan memberi dukungan agar rasa sakit yang diderita oleh Bu Diyah bisa sedikit terlupakan dengan hadirnya kami ketika menjenguk...begitu juga sama seperti harapan orang yang berduyun menjenguk ke setiap rumah sakit agar penderita sedikit secara moril terbantu dan terhibur sekaligus menguatkan mental agar bisa memberikan secercah harapan kesembuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT;"&gt;Saat itu pun beliau bertanya keadaan keluarganya di pesantren tempat aku tinggal, yaitu kedaan kakaknya KH. Abdul Razak, Keadaan Adiknya KH. Aep Saepudin dan keadaan seluruh keluarganya.... mungkin itulah perasaan dan kerinduan yang dialamai beliau kerinduan akan keluarga...atau mungkin kebanyakan orang sakit, tidak ada yang lain yang mereka rindukan selain kehadiran keluarga besar dan mengharapkan dukungan dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT;"&gt;Lantas aku pun menjawab dengan menyampaikan salam dari keluarganya dan ku ceritakan keinginan mereka segera menjenguk. Namun, kesibukan yang cukup padat dari keluarganya sehingga sampai pada saat tersebut belum bisa menjenguk beliau di rumah sakit. Dan sesaat setelah itu telepon ku berdering dari Ust. Iqbal yaitu atasan saya di pesantren, lalu ku sampaikan bahwa saya sedang menjenguk Bu Diyah di rumah sakit, dan beliau pun menyampaikan salam padanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT;"&gt;Di sela-sela obrolan kami, seraya datanglah suster yang membawa perangkat medis dan menyampaikan bahwa akan melakukan pemberian obat Kemotheraphy, dengan peralatan tersebut suster pun menjelaskan kepada pasien dan keluarga mekanisme Kemotheraphy yang akan dilakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT;"&gt;Ketika kami sedang menyudahi obrolan karena sudah larut malam, dan esok hari pun saya harus sudah kembali ke kampus, sekitar pukul 10.30 malam, Keluhan yang dialami Bu Diyah adalah sesak nafas yang sangat kuat serta demam yang tinggi, kami pun terperanjat, rasa kantuk pun seketika berubah menjadi sebuah ketegangan yang sangat kuat karena Bu Diyah tidak memiliki penyakit Ashma, sehingga kami pun merasakan kekhawatiran yang tinggi akan kondisi kesehatan Bu Diyah setelah 2 Jam kemotheraphy menjadi memburuk. Bergegaslah memanggil dokter jaga dan meminta penanganan yang serius, dan akhirnya&lt;span style="mso-spacerun:yes;"&gt;  &lt;/span&gt;setelah penanganan tersebut bisa istirahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;Setelah Shubuh, saya dan Ust. Arif bergegas memohon pamit ke Bu Diyah karena harus segera berada di kampus, dan berdo’a agar segera diberikan kesembuhan.&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-9188009502400202749?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/9188009502400202749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=9188009502400202749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/9188009502400202749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/9188009502400202749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/03/bu-diyah-bagian-1.html' title='Bu Diyah (Bagian 1)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3345516080192311090</id><published>2009-03-11T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T21:37:05.260-07:00</updated><title type='text'>	TUGAS MAKALAH MATA KULIYAH FIKIH MUAMALAH</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;div class="itemboxsub" style="position: relative;background-image: none;background-repeat: initial;background-attachment: initial;-webkit-background-clip: initial;-webkit-background-origin: initial;width: auto;color: rgb(218, 102, 102);background-color: rgb(255, 255, 255);font-weight: bold;font-size: 18px;border-top-width: 1px;border-right-width: 1px;border-left-width: 1px;border-top-style: solid;border-right-style: solid;border-left-style: solid;border-top-color: rgb(204, 204, 204);border-right-color: rgb(204, 204, 204);border-left-color: rgb(204, 204, 204);border-bottom-style: none;border-bottom-width: initial;border-bottom-color: initial;padding-left: 5px;max-width: 520px;background-position: initial initial;"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="icon" width="24" style="padding-top: 3px;padding-right: 3px;padding-bottom: 3px;padding-left: 3px;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="cattitle" style="padding-top: 3px;padding-right: 3px;padding-bottom: 3px;padding-left: 3px;font-size: 18px;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub" style="font-size: 10px;font-weight: normal;line-height: 10px;text-align: right;color: rgb(136, 136, 136);padding-top: 3px;padding-right: 3px;padding-bottom: 3px;padding-left: 3px;"&gt;&lt;nobr&gt;Mar 6, '09 2:52 AM&lt;/nobr&gt;&lt;br&gt;for everyone&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="itemshadow" style="max-width: 527px;"&gt;&lt;div class="itembox" style="position: relative;clear: both;background-image: none;background-repeat: initial;background-attachment: initial;-webkit-background-clip: initial;-webkit-background-origin: initial;width: auto;border-right-width: 1px;border-bottom-width: 1px;border-left-width: 1px;border-right-style: solid;border-bottom-style: solid;border-left-style: solid;border-right-color: rgb(204, 204, 204);border-bottom-color: rgb(204, 204, 204);border-left-color: rgb(204, 204, 204);border-top-style: none;border-top-width: initial;border-top-color: initial;background-color: rgb(255, 255, 255);padding-right: 10px;padding-bottom: 10px;padding-left: 10px;padding-top: 5px;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;overflow-x: visible;overflow-y: visible;background-position: initial initial;"&gt;&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="suarakulni" author_possessive="suarakulni's"&gt;FIKIH MUAMALAH DAN HUKUM LEMBAGA KEUANGAN DI INDONESIA &lt;br&gt;1.	Karakteristik Hukum Islam di bidang Muamalah (Hikam) &lt;br&gt;2.	Hubungan antara Ekonomi dan Hukum dalam Islam (Habibi) &lt;br&gt;3.	Prinsip dan Asas bermuamalah (Fauzani) &lt;br&gt;4.	Teori Akad: Pengertian, syarat dan Rukun (M. Ilyas) &lt;br&gt;5.	Akad Tijarah yang bersifat Mu’awadlah (Rifat) &lt;br&gt;6.	Akad Tijarah yang bersifat syirkah (Inayah) &lt;br&gt;7.	Akad Tabarruat (Iffa) &lt;br&gt;8.	Penerapan Teori Akad dalam Lembaga Keuangan Syariah: Perbankan (Abdurrouf) &lt;br&gt;9.	Penerapan Teori Akad dalam Lembaga Keuangan Syariah: Asuransi (Rois) &lt;br&gt;10.	Penerapan Teori Akad dalam Lembaga Keuangan Syariah: Pasar Modal. (Hasbullah) &lt;br&gt;11.	Akad ditinjau dari Hukum Perikatan (Rinda) &lt;br&gt;12.	Dasar Hukum Lembaga Keuangan di Indonesia (sabarudin) &lt;br&gt;13.	Hukum Jaminan (Yurni)&lt;br&gt;14.	Penyelesaian Pembiayaan bermasalah (Asytuti) &lt;br&gt;15.	Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah (Arif) &lt;br&gt;&lt;br&gt;Contact point:&lt;br&gt;Hasbullah 081314009812 ochem_du@yahoo.com &lt;br&gt;M. Hikam 085251948606 m.hikam@yahoo.com &lt;br&gt;M. rois 081574935299 m.rois@yahoo.com &lt;br&gt;RifaT Syauki 081380089294 a2t_26@yahoo.com &lt;br&gt;Yurni hardiyanti 085260001642 yurn_h@yahoo.com &lt;br&gt;Machillatu Iffa NF 08176729796 eva_fajria@yahoo.com &lt;br&gt;Fauzan 081360252929 inayatillah_82@yahoo.com &lt;br&gt;Ahmad Sadeli Arif 08111203825 suarakulni@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3345516080192311090?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3345516080192311090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3345516080192311090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3345516080192311090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3345516080192311090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/03/tugas-makalah-mata-kuliyah-fikih.html' title='&#x9;TUGAS MAKALAH MATA KULIYAH FIKIH MUAMALAH'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-4885060611408251880</id><published>2009-03-05T18:20:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T23:20:08.547-08:00</updated><title type='text'>kuliah perdana mata kuliah metodologi kuantitatif</title><content type='html'>menurut Dr. Fuad Jabali, MA angka itu adalah alat dan data, justru yang menarik adalah makna di balik data itu. karena apabila penelitian didasarkan pada kekuatan angk-angka, maka relevansinya tidak akan lama.  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-4885060611408251880?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/4885060611408251880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=4885060611408251880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/4885060611408251880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/4885060611408251880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/03/kuliah-perdana-mata-kuliah-metodologi.html' title='kuliah perdana mata kuliah metodologi kuantitatif'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-8133347668365448292</id><published>2009-02-22T16:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T21:13:45.383-08:00</updated><title type='text'>majalah hidayah</title><content type='html'>halaman 1&lt;div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://hasbulloh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SaIhhAoKCI0AABxcnGc1"&gt;&lt;img border="0" class="alignmiddleb" src="http://images.hasbulloh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SaIhhAoKCI0AABxcnGc1/IMAGE0001.JPG?et=QVUIDEgE8m1nWpcSyNBhUw&amp;nmid=0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;hal 2&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://hasbulloh.multiply.com/photos/hi-res/upload/SaIi6AoKCI0AAFBvT4Y1"&gt;&lt;img border="0" class="alignmiddleb" src="http://images.hasbulloh.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SaIi6AoKCI0AAFBvT4Y1/IMAGE0002.JPG?et=CAG0tmnP1c%2C1c2MhgKeMLA&amp;nmid=0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-8133347668365448292?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/8133347668365448292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=8133347668365448292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/8133347668365448292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/8133347668365448292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/02/majalah-hidayah.html' title='majalah hidayah'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3278652605212634277</id><published>2009-02-20T00:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T05:54:12.545-08:00</updated><title type='text'>SEMUA KARENA MU</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bila bulan purnama tenggelam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Atau matahari terlambat terbit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Maka cahaya wajah mu akan menggantikan sinarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Senyumnya bukan hanya berhenti di mulut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Namun menjadi cahaya dari mentari dan sinar purnama seluruhnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Rembulan dan matahari akan tersipu malu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Karena cahayanya tak sebanding dengan sinar mata mu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bila ia berkedip, maka bintang kejora akan menyembunyikan diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tidak akan lagi tercipta gadis seperti dia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan dia diciptakan hanya untukku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kata-kata pujian yang kuucapkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bagai sebutir pasir di gurun sahara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tak sebanding dengan kecantikannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Karena segala kata pujian yang dimiliki manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tak sebanding dengan pesonanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dia diberi nikmat, dengan segala kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bila ia hendak berjalan ke sebuah bukit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Maka seakan bukit itulah yang akan mendekat padanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Karena sang bukit tidak ingin melihat gadis itu dihinggapi kelelahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3278652605212634277?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3278652605212634277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3278652605212634277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3278652605212634277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3278652605212634277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/02/semua-karena-mu.html' title='SEMUA KARENA MU'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-4846475790811528347</id><published>2009-02-18T00:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T05:48:42.907-08:00</updated><title type='text'>first psikotest</title><content type='html'>Tanggal 05 Maret 2008, memang cuaca waktu itu sangat dingin, karena di bogor memang selalu diguyur hujan bulan-bulan ini….namun ketika bangun pagi jam setengah empat pagie…selain rutinitas shalat shubuh, ada jadwal yang harus ku kerjakan yaitu mandi pagi-pagi sekali sebelum shubuh….rasa kantuk yang ada sehingga setan-setan ngantuk masih bergelayutan di kelopak mataku, dan ketika menginjakkan kaki di lantai keramik yang wiiiuuuhh dingin sekali…tapi tidak boleh mengalahkanku untuk mandi pagi sebelum shubuh..karena hari ini aku ada jadwal Psikotest di Bank Syariah Mega Indonesia, dan tempat testnya di Kantor Psudiklat Bulog jam 8 pagie….wah…berarti aku harus berangkat shubuh ini ke Jakarta, karena kalau berangkat lewat pagi, ke jakarta pasti sudah macet…dengan mata yang mengantuk aku bergegas bangun dengan semangat yang kuat mengambil peralatan mandi dan mengambil handuk…angin pagi ini membuat badanku menggigil kedinginan dan ketika ku buka pintu kamar mandi wwuuusshhh angin menghembus menabrak badanku dan langsung menggetarkan kulitku masuk menusuk tulang ini lewat pori-pori kulit tubuhku…wuuhh ini tidak boleh meruntuhkan semangatku, ketika ku ambil gayung pertama dari air bak mandi yang dingin…byyurr ternyata rasa dingin yang menggigil yang kurasakan berubah dengan kesegaran yang tak terkira..karena mungkin inilah perasaan yang sudah lama tidak ku rasakan lagie, kesegaran mandi sebelum subuh yang membuat rasa kantuk hilang semangat pun berkobar kembali….&lt;br&gt; setelah sholat shubuh, saya pun bergegas mempersiapkan diri berangkat ke terminal baranangsiang naik angkot, dan menaiki bis jurusan UKI, karena bagiku ke jakarta kalau tidak tahu daerah yang ku tuju, langsung ke UKi karena nanti banyak sekali kendaraan umum yang ke berbagai arah ke jakarta melewati jalur ini…Dengan bermodalkan alamat yang didikte pegawai BSMI saya pun meluncur ke Uki..sesampainya di sana…saya bingung kendaraan umum mana yang akan kunaiki agar bisa sampai ke Pusdiklat Perum Bulog..?? akhirnya setelah lama menunggu saya pun memutuskan untuk naik taxi, karena taksi tidak punya jalur pasti bisa kita pinta kemana pun kita mau asal tidak seperti orang kebingungan karena akan ditipu dan diajak muter-muter akhirnya argonya mahal…&lt;br&gt; Sesampainya saya di kantor Psudiklat Perum Bulog…saya merupakan orang pertama yang sampai ke sana…kemudian satu persatu peserta berdatangan yang tujuannya sama mengikuti psikotest untuk mengadu nasib dan memulai karir di Bank Sariah Mega Indonesia…ketika test dimulai, ini merupakan test pertama saya tentang psikotest..wwuuhh soalnya luamayan membuat kening mengernyut karean memerlukan ketelitian dan pemahaman….saya mulai dengan sepuluh paket pertama mencocokkan gambar….kemudian 20 paket soal kedua dengan inti mencari gambar yang sesuai dengan kelompok gambar di soal..setelah itu 10 paket soal tambahan, 90 paket soal pilihan dan yang selanjutnya test hitung yang membuat saya panas dingin, karena ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti test hitung yang lebarnya 2×50 cm bolak-balik….dan yang terakhir adalah menggambar, ini merupakan pelajaran yang tidak saya senangi waktu SD sampai selesai kuliah dan hasilnyaa,…entah gambar apa yang saya buat aneh,….tapi dari test itu semua, merupakan pengalam pertama buat saya dan sangat berharga…entah apa hasilnya nanti saya tidak tahu……..  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-4846475790811528347?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/4846475790811528347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=4846475790811528347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/4846475790811528347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/4846475790811528347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/02/first-psikotest.html' title='first psikotest'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3128264312588922280</id><published>2009-02-18T00:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T05:43:44.769-08:00</updated><title type='text'>berkabung kah indonesia..??</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tepatnya hari minggu jam 13.10 media indonesia sontak membuat pemberitaan yang geger dan menggemparkan karena ini merupakan berita sejarah indonesia yang mungkin pertama kalinya ketika mantan presiden soeharto dinyatakan meninggal dunia. semua media membuat breaking news tentang kematian soeharto.&lt;br&gt; Ada hal yang menarik dari berita ini yang menurut saya akan menjadi sejarah yang sangat panjang dan akan selalu menjadi kenangan bangsa indonesia.&lt;br&gt; meninggalnya soeharto sudah menjadi "penantian" banyak kalangan baik media, masyarakat maupun para pejabat.&lt;br&gt; yang cukup menarik menurut saya ada beberapa hal yang bisa kita cermati dari sejarah ini.&lt;br&gt; Pertama, dari awal masuk rumah sakit tanggal 04 januari 2008 semua wartawan sudah menunggu di RSPP yang ingin tahu kebenaran sakitnya soeharto sehingga harus dibawa ke rumah sakit, padahal pada saat itu pemerintah baru mengumumkan "keseriusannya" untuk mengusut secara perdata atas yayasan-yayasan yang dimiliki soeharto.&lt;br&gt; Kedua, selama perawatan di rumah sakit soeharto mendapatkan pelayanan yang extra dari rumah sakit dan pemerintah, karena memang itu "hak" mantan presiden. padahal ini belum pernah diberlakukan kepada mantan presiden yang lain. Seperti soekarno ketika sakit, hanya ditemani oleh seorang dokter hewan padahal saat itu harus mendapatkan perawatan yang serius, begitu juga kepada mantan presiden yang saat ini masih suka keluar masuk rumah sakit yaitu Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid, dia hampir setiap 3 atau dua bulan sekali harus cuci darah, yang biayanya cukup mahal hanya menandalkan uang pensiun yang dia miliki sebagai mantan presiden. namun untuk fasilitas negara, menurut keluarga sangat rumit prosedurnya mungkin seperti warga miskin mengurus askes-gakin. ironis sekali memang.&lt;br&gt; Ketiga, menurut saya kalangan media yang ada di indonesia ternyata hanya memikirkan oplah dan bisnis segala, menjelang kematian soeharto, hampir semua prestasi yang dulu digugat oleh media sendiri, sekarang malah dikedepankan bak pahlawan sepanjang masa. mungkin inilah potren media kita baik cetak maupun elektronik. sama seperti yang pernah diungkapkan oleh beberapa tokoh kita yang pernah jaya oleh media kemudian dijatuhkan lagi oleh media massa indonesia. inilah moral yang harus diperbaiki oleh kalangan media kita dan istilah kritisme jangan hanya jadi slogan berita padahal prkateknya tidak.&lt;br&gt; Ketiga, para penguasa dan politikus kita ternyata memang kritikan dan perjuangan mereka baru sebatas perjuangan popularitas, karena ketika masyarakat kita digiring untuk "membenci" kesalahan soeharto dan menjadikannya sebagai "musuh" atau penjahat bersama, pada saat ini justeru terlihat sbegaia orang-orang yang membela paling depan bahkan ada yang terang-terangan mengungkapkan sebagai orang yang paling dekat, paling banyak dibantu dan sebagainya. jadi sekali lagi saya ungkapkan ternyata mereka hanya memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan perut dan popularitas mereka saja.&lt;br&gt; Keempat, ketika pak harto meninggal hampir ini merupakan sejarah buat bangsa kita  bahwa semua kalangan merasa  "kehilangan" . padahal dulu sering mengeluarkan sumpah serapah agar soeharto cepat lengser bahkan mungkin cepat dihukum mati.&lt;br&gt; Kelima, semua kalangan tersebut mulai presiden sampai rakyat digiring untuk merasa kehilangan pahlawan pembangunan Indonesia&lt;br&gt; Akhirnya, menurut saya banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari sejarah bangsa ini yaitu :&lt;br&gt; Pertama, kepemimpinan pemerintahan yang terlalu lama akan menimbulkan pengkultusan yang berlebihan sehingga sampai meninggal pun orang tersebut mendapatkan fasilitas dan perlakuan yang berlebihan pula.&lt;br&gt; Kedua, Media massa kita perlu banyak belajar arti sebuah pengungkapan kebenaran dan jangan memperdaya masyarakat hanya untuk keuntungan belaka&lt;br&gt; Ketiga, elit politik, pimpinan ormas harus banyak mengedepankan kesejahteraan dan keberpihakan kepada rakyat yang jangan hanya diperlukan ketike mereka butuh suara untuk pemilu namun, ketika sudah mereka dapatkan suara tersebut masyarakatnya mereka abaikan.&lt;br&gt; Keempat, kita harus banyak belajar dari hasil sejarah bangsa kita ini agar kita bais bangkit dari keterpurukan yang berkepanjangan sehingga kebanggaan sebagai bangsa yang bermartabat dan berbudaya harus kita tumbuhkan.&lt;br&gt; Selamat jalan kepada mantan presiden soeharto semoga nasib bangsa ini bisa lebih baik dan masyarakat menjadi sejahtera. Amiin&lt;/p&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3128264312588922280?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3128264312588922280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3128264312588922280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3128264312588922280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3128264312588922280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2009/02/berkabung-kah-indonesia.html' title='berkabung kah indonesia..??'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-13284174221109868</id><published>2008-12-29T02:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T07:58:12.163-08:00</updated><title type='text'>Semarak Pawai Obor 1430 H</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Santri Bogor Kutuk Israel&lt;/h2&gt; 			 &lt;p class="postinfo"&gt; Jurnal Bogor, 29 December 2008 oleh rifky&lt;br&gt; Rubrik: &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?cat=3" title="View all posts in Halaman Depan" rel="category"&gt;Halaman Depan&lt;/a&gt; 				&lt;/p&gt; 				&lt;p&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:PunctuationKerning /&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas /&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables /&gt; &lt;w:SnapToGridInCell /&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct /&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules /&gt; &lt;w:DontGrowAutofit /&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if !mso]&gt;&lt;span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- [endif] --&gt; &lt;!-- [if gte mso 10]&gt;&lt;br /&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- [endif] --&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_7149" class="wp-caption alignleft" style="width: 201px;"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-7149" title="web-pawai-obor" src="http://www.jurnalbogor.com/wp-content/uploads/2008/12/web-pawai-obor-191x300.jpg" alt="FOTO: SAFRINA | JURNAL BOGOR" width="191" height="300"&gt;&lt;p style="padding: 0px;font-size: 9px;"&gt;FOTO: SAFRINA | JURNAL BOGOR&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Bogor-&lt;/strong&gt; Serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan 280 warga Palestina, dikutuk oleh ribuan santri Pondok Pesantren Darul Ulum &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bantarkemang Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;‘’Serangan Israel menjelang pergantian tahun Islam itu sangat terkutuk dan biadab,’’ kata Hasbulah, Media Center Pondok Pesantren Darul Ulum &lt;span&gt; &lt;/span&gt;usai pawai obor menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam yang dipusatkan di Tugu Kujang Minggu (28/12) malam.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span id="more-7148"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti diberitakan harian ini, Israel memang biadab. Jelang pergantian tahun baru Islam, Negeri Para Rabi itu menggempur Kota Gaza hingga menewaskan 280 orang (bukan 140) warga Palestina, Sabtu 27/12.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami mengutuk keras serangan udara yang dilakukan Milter Israel terhadap warga Palestina. Israel harus bertanggungjawab atas korban tewas dan cedera akibat serangan tersebut,” tegas Hasbulah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hasbulah berharap, semua pihak bisa menciptakan iklim yang kondusif guna mengembalikan masa tenang di kawasan Palestina. Israel harus menghentikan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;serangan rudal-rudalnya ke Gaza. “Disaat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;umat Islam tengah memperingati Tahun Baru Islam, Israel malah membombardir Gaza. Sekali lagi kami mengecam tindakan Israel tersebut,” tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal senada dituturkan Ketua Keluarga Muslim Bogor (KMB) Fahrudin Sukarno. Menurutnya, umat Islam Kota Bogor pada khususnya dan dunia pada umumnya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;merasa terhina dengan serangan Israel ke jalur Gaza. Serangan tersebut sebagai bukti arogansi Israel terhadap Palestina dan umat Islam secara umum.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Agresi Israel ini jelas telah menginjak-injak umat Islam. Oleh karena itu kami menyerukan negara-negara Islam termasuk Indonesia untuk mengirimkan surat kutukan terhadap Israel dan mendesak Persatuan Bangsa Bangsa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(PBB) agar kejahatan Israel diajukan ke Mahkamah Internasional karena telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM),” tegas Fahrudin.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Fahrudin mengaku, saat ini ia tengah merancang gerakan untuk mengutuk&lt;span&gt; &lt;/span&gt;serangan militer Israel. “Dalam waktu dekat kami akan turun ke jalan, sebagai bentuk mengutuk keras serangan Israel tersebut,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Pawai Obor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara itu ribuan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;santri Darul Ulum yang didirikan oleh&lt;span&gt; &lt;/span&gt;almarhum KH. Elon Syu’jai, tadi malam melakukan pawai obor yang dimulai dari Pondok Pesantren Darul Ulum Bantarkemang sampai ke Tugu Kujang Jalan Pajajaran. Sepanjang perjalanan, mereka menghimbau warga Bogor untuk memperingati&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pergantian tahun baru Islam.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami ingin mengingatkan masyarakat Bogor tentang pentingnya tahun baru Islam 1 Muharam. Selain itu, dengan awal tahun baru ini diharapkan dapat terus membangkitkan semangat perjuangan dan persatuan. Selain melaksanakan pawai obor, kamipun akan membaca Al-Qur’an (hatam Al-Qur’an.red) di Pondok Pesantren kami. Perlu diketahui kegiatan pawai obor kali ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya, dan akan terus kami lakukan setiap tahunnya,” jelas Hasbulah, seraya menambahkan, kegiatan ini selain dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam, juga dalam rangka memperingati Haul KH. Elon Syu’jai sebagai pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Diharapkan dengan pelaksanaan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pawai obor ini, terjalin semangat kebersamaan sehingga kondisi dan situasi Kota Bogor tetap kondusif. Selain ribuan santri Darul Ulum, warga masyarakat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sekitar pun terlihat ikut berbaur dalam pawai obor tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rombongan santri dan masyarakat Bogor tersebut sempat membuat arus kendaraan sepanjang Jalan Pajajaran tersendat, beruntung beberapa petugas kepolisian membantu melancarkan kegiatan tersebut sehingga kesendatan kendaraaan bisa teratasi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Aldho Herman Indrabudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-13284174221109868?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/13284174221109868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=13284174221109868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/13284174221109868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/13284174221109868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/12/semarak-pawai-obor-1430-h.html' title='Semarak Pawai Obor 1430 H'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-382975458390909360</id><published>2008-11-26T01:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T01:54:27.219-08:00</updated><title type='text'>PERKEMBANGAN SAHAM SYARIAH DI DUNIA</title><content type='html'>PERKEMBANGAN SAHAM SYARIAH DI DUNIA&lt;br /&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;Disusun sebagai salah satu tugas mata Kuliah Ekonomi Islam di Dunia Muslim pada Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;Tujuan analisis ini adalah untuk meninjau secara akademis teori-teori tentang pasar modal syariah dan saham syariah serta mengenai perkembangan saham syariah di dunia muslim dengan metode perbandingan dari perkembangan masing-masing Negara di dunia muslim maupun non muslim yang menerapkan pasar modal yang berlandaskan syariah.&lt;br /&gt;Dari segi teori, para ekonom muslim terus mngkaji formulasi mengenai pasar modal yang sesuai dengan syariah sehingga dalam bertransaksi pada pasar modal, umat muslim mampu melakukan hal tersebut tanpa ada keraguan akan kehalalan dan kesahihan dalam bertransaksi bisnis sesuai dengan syariah Islam di pasar modal.&lt;br /&gt;Dari segi penerapan dan aplikasi pasar modal serta saham syariah, ternyata sudah ada beberapa Negara yang melakukan inovasi pada keuangan syariah dengan meluncurkan saham yang sesuai dengan syariat islam, di anataranya Amerika serikat yang dirintis oleh Amana Fund pada tahun 1986 dan meluncurkannya pada februari 1999 dengan nama Dow Jones Islamic Market Index (DJIMI), Di Indonesia yang dirintis pada tahun 1997  dan diluncurkan saham syariah pada tahun 2000 dengan nama Jakarta Islamic Index (JII), di Malaysia sendiri saham syariah diluncurkan pada april 1999 dengan nama Kuala Lumpur Sharia Index (KLSI) dan penerapan perdagangan saham syariah di beberapa Negara di dunia &lt;br /&gt;Dengan perkembangan tersebut, tentunya merupakan suatu hal yang menggembirakan bagi pertumbuhan dan perkembangan Ekonomi Syariah secara global baik di Negara-negara muslim maupun Negara-negara yang memiliki kontribusi dan perhatian pada perkembangan ekonomi dan penerapan bisnis investasi dengan berbasis syariah Islam.&lt;br /&gt;Kata kunci : pasar modal, saham syariah, DJIMI, JII dan KLSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, investasi merupakan kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan, karena dengan berinvestasi harta yang dimiliki menjadi produktif  dan juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Al-qur’an dengan tegas melarang kegiatan penimbunan (iktinaz) terhadap harta yang dmiliki.&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, bahwa kegiatan berinvestasi dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekonomi yang sekaligus kegiatan tersebut termasuk kegiatan muamalah yaitu suatu kegiatan yang mengatur hubungan antar manusia. Sementara itu berdasarkan kaidah Fikih, bahwa hukum asal dari kegiatan muamalah itu adalah mubah (boleh) yaitu semua kegiatan dalam pola hubungan antar manusia adalah mubah (boleh) kecuali yang jelas ada larangannya (haram). Ini berarti ketika suatu kegiatan muamalah yang kegiatan tersebut baru muncul dan belum dikenal sebelumnya dalam ajaran Islam maka kegiatan tersebut dianggap dapat diterima kecuali terdapat implikasi dari Al Qur’an dan Hadist yang melarangnya secara implisit maupun eksplisit. &lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan seruan investasi  tersebut, maka harus diciptakan suatu sarana untuk berinvestasi. Banyak pilihan orang untuk menanamkan modalnya dalam bentuk investasi. Salah satu bentuk investasi adalah menanamkan hartanya di pasar modal. Pasar modal pada dasarnya merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan atau surat-surat berharga jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. Institusi pasar modal syariah merupakan salah satu pengejawantahan  dari seruan Allah tentang investasi  tersebut. &lt;br /&gt;Pasar modal merupakan salah satu pilar  penting dalam perekonomian dunia saat ini. Banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. &lt;br /&gt;Sebagaimana dipahami, Pasar Modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek tersebut. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang. Sayangnya selama ini pasar modal menjadi wadah ekonomi yang paling banyak menjalankan transaksi yang dilarang seperti bunga (riba), perjudian (gambling/maysir), gharar, penipuan dan lain-lain. Upaya untuk melakukan Islamisasi pada sektor perputaran modal yang sangat vital bagi perekonomian modern ini semakin gencar.&lt;br /&gt;Dalam rangka mengkaji reksadana berdasarkan syariah, peserta lokakarya Alim-Ulama MUI menetapkan sejumlah dalil sebagai alasan, yaitu dalil yang diambil dari ayat Al-Qur’an, hadits dan pendapat ulama.&lt;br /&gt;Ayat al-Qur’an yang dijadikan dalil adalah QS. Al-Maidah (5);1 tentang perintah bagi umat Islam agar menunaikan perikatan dan perjanjian; dan QS. An-Nisa (4);29 tentang cegahan mengkonsumsi harta sesama dengan cara yang batil. Sedangkan hadits yang dijadikan dalil hadits riwayat Abu Dawud tentang kebolehan melakukan perdamaian selama tidak untuk menghalalkan sesuatu yang haram atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Pendapat ulama yang dijadikan dalil adalah pendapat wahbah zuhaili yang menyatakan transaksi apa pun dibolehkan selama tidak dilarang dan tidak bertentangan syariah.&lt;br /&gt;Disamping mempertimbangkan dalil Al-Qur’an, hadits dan pendapat ulama, dalam keputusan lokakarya Alim-Ulama tentang reksadana juga terdapat pertimbangan sosial; yaitu dalam kehidupan terdapat dua kenyataan yang cenderung kontradiktif: Di satu sisi, terdapat golongan masyarakat yang memiliki modal tapi tidak memiliki keahlian berbisnis; sedangkan di sisi lain, terdapat juga masyarakat yang memiliki keahlain berbisnis tapi tidak memiliki modal. Dengan pertimbangan sosial tersebut, ditetapkanlah fungsi-fungsi reksadana syariah sebagai berikut: Pertama, reksadana syariah berfungsi sebagai lembaga yang mengelola harta memiliki kemampuan untuk mengembangkan harta yang dikelolanya; kedua, reksadana syariah berfungsi sebagai penghimpunan dana dari umat untuk diinvestasikan dalam bidang usaha yang halal; ketiga, reksadana syariah merupakan upaya untuk memberi jalan bagi umat Islam agar tidak bermu’amalah dengan cara yang batil; dan keempat,  reksadana syariah menyediakan sarana bagi umat Islam untuk ikut serta dalam pembangunan melalui investasi sesuai dengan syariat Islam. &lt;br /&gt;Adapun pendapatnya Wahbah al Zuhaili dalam al Fiqh al Islami wa adillatuhu juz 3/1841 dinyatakan bahwa:&lt;br /&gt;“bermuamalah dengan (melakukan kegiatan transaksi atas) saham hukumnya oleh, karena pemilik saham adalah mitra dalam perseroan sesuai dengan saham yang dimilikinya.” &lt;br /&gt;Pendapat para ulama yang memperbolehkan jual beli saham serta pengalihan kepemilikan porsi suatu surat berharga berdasar pada ketentuan bahwa selama semua itu disepakati dan diizinkan oleh pemilik porsi lain dari suatu surat berharga (bi idzni syarikihi). Keputusan Muktamar ke-7 Majma’ Fiqh Islami tahun 1992 di Jeddah pun menyatakan bahwa boleh menjual atau menjaminkan saham dengan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku pada perseroan.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan sebuah Negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam, oleh karena itu sektor industri pasar modal diharapkan bisa mengakomodir dan sekaligus melibatkan peran serta warga muslim dimaksud secara langsung untuk ikut aktif menjadi pelaku utama pasar, tentunya adalah sebagai investor lokal di pasar modal Indonesia. Sebagai upaya dalam merealisasikan hal tersebut, maka sudah sewajarnya disediakan dan dikembangkan produk-produk investasi di pasar modal Indonesia yang sesuai dengan prinsip dasar ajaran agama Islam. Hal tersebut di atas menjadi penting mengingat masih adanya anggapan di kalangan umat Islam sendiri bahwa berinvestasi di sektor pasar modal di satu sisi adalah merupakan sesuatu yang tidak diperbolehkan (diharamkan) berdasarkan ajaran Islam, sementara pada sisi yang lain bahwa Indonesia juga perlu memperhatikan serta menarik minat investor mancanegara untuk berinvestsi di pasar modal Indonesia. terutama investor dari negara-negara Timur Tengah yang diyakini merupakan investor potensial.&lt;br /&gt;  Melalui makalah ini ingin diungkapkan teori-teori yang berkaitan dengan pasar modal syariah dan saham syariah serta perkembangan perdagangan saham syariah di beberapa Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  LANDASAN TEORITIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Modal Syariah&lt;br /&gt;Secara teoritis pasar modal (capital market) didefiniskan sebagai perdagangan instrument keuangan (sekuritas) jangka panjang, dalam bentuk modal sendiri (stock) maupun hutang (bond), baik yang diterbitkan oleh pemerintah (public authorities) maupun oleh perusahaan swasta (Privat sector). Dengan demikian pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (Financial market), dalam financial market, diperdagangkan semua bentuk hutang dan modal sendiri baik dana jangka panjang maupun jangka pendek, baik bersifat negotiable maupun non negotiable. &lt;br /&gt;Konsep bursa saham yang sesuai dengan prinsip syariah ialah dalam berbagi keuntungan dan kerugian, tetapi tidak semua bisnis yang terdaftar dalam bursa saham sesuai dengan prinsip syariah, isu ini merupakan tantangan dalam pengembangan pasar modal syariah.  &lt;br /&gt;Sehingga dapat difahami bahwa Pasar modal syariah adalah pasar modal yang dijalankan dengan konsep syariah, di mana setiap perdagangan surat berharga mentaati ketentuan transaksi sesuai dengan basis syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Pasar Modal Syariah&lt;br /&gt;Investasi keuangan syariah harus disertai dengan kegiatan sektor riil atau transaksi yang mendasari (underlying transaction). Untuk itu, penciptaan instrumen investasi syariah dalam pasar modal adalah dari sekuritasi aset/proyek (asset securitisation) yang merupakan bukti penyertaan, sekuritasi utang (debt securitisation) atau penerbitan surat utang yang timbul atas transaksi jual beli (al dayn) atau merupakan sumber pendanaan bagi perusahaan, sekuritasi modal (equity securitisation), merupakan emisi surat berharga oleh perusahaan emiten yang telah terdaftar dalam pasar modal syariah dalam bentuk saham.&lt;br /&gt;Adapun instrumen pasar modal yang sesuai dengan syariah dalam pasar perdana adalah muqaradah/mudharabah funds, saham biasa (common stock), muqaradah/mudharabah Bonds. Karena instrumen pasar modal tersebut diperdagangkan di pasar perdana, maka prinsip dasar pasar perdana adalah semua efek harus berbasis pada harta atau transaksi riil, tidak boleh menerbitkan efek utang untuk membayar kembali utang (bay al dayn bi al dayn), dana atau hasil penjualan efek akan diterima oleh perusahaan, hasil investasi akan diterima pemodal (shohibul maal), tidak boleh memberikan jaminan hasil yang semata-mata merupakan fungsi dari waktu. &lt;br /&gt;Sedangkan untuk pasar sekunder ada beberapa tambahan dari prinsip dasar pasar perdana, yaitu tidak boleh membeli efek berbasis trend (indeks), suatu efek dapat diperjualbelikan namun hasil (manfaat) yang diperoleh dari efek tersebut berupa kupon atau deviden tidak boleh diperjual belikan, tidak boleh melakukan suatu transaksi murabahah dengan menjadikan objek transaksi sebagai jaminan. Adapun jenis instrument pasar modal yang jelas diharamkan syariah adalah preferred stock (saham istimewa), forward contract, option.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham Syariah&lt;br /&gt;Secara umum saham (stock) didefinisikan sebagai surat berharga keuangan (Financial Securities) yang diterbitkan oleh suatu perusahaan saham patungan (Joint Stock Company) sebagai suatu alat untuk meningkatkan modal jangka panjang. Para pembeli saham membayarkan uang pada perusahaan sebagai bentuk penyertaan modal dan mereka menerima sebuah sertifikat saham (Stock Certificate) sebagai tanda bukti kepemilikan atas saham-saham dan kepemilikan mereka dicatat dalam daftar saham (Stock Register). Para pemegang saham (stock holder)  dari sebuah perusahaan merupakan pemilik-pemilik yang disahkan secara hukum dan berhak untuk memperoleh bagian laba dari perusahaan dalam bentuk deviden (dividens). Saham-saham diperdagangkan dalam bursa saham (stock exchange) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi saham menurut syariah :&lt;br /&gt;1. Penyertaan seseorang untuk menyertakan hartanya untuk mendapatkan keuntungan dalam bentuk penyertaan modal individu.&lt;br /&gt;2. Makna penyertaan ini adalah sang investor mendapatkan hak bagi hasil/dividen pada atas penyertaan modalnya dan pengambilan keputusan perusahaan pada saat Rapat umum pemegang Saham (RUPS)&lt;br /&gt;Makna yang kedua mengandung penyertaan modal dalam perusahaan dan tidak menutup kemungkinan bersatunya dua makna saham tersebut di atas. &lt;br /&gt;Saham syariah merupakan salah satu bentuk dari saham biasa yang memiliki karakteristik khusus berupa kontrol yang ketat dalam hal kehalalan ruang lingkup kegiatan usaha.&lt;br /&gt;Indeks Islam yang objektif adalah menjajaki saham dapat dipertukarkan sesuai dengan petunjuk investasi Islam yang sesuai dengan syariah.   &lt;br /&gt;Penyertaan saham di sebuah perusahaan untuk mendapatkan keuntungan jika perusahaan itu meraup keuntungan, di dalam fikih muamalah (ekonomi) Islam disebut dengan al-syirkah. Sekalipun pembahasan al-syirkah di zaman klasik masih amat sederhana, namun hal tersebut bisa berkembang dan dikembangkan sesuia dengan tuntutan waktu dan ruang. Dari berbagai bentuk al-syirkah yang dikemukakan para ulama fikih, syirkah al-inan amat berdekatan dengan penyertaan modal melalui pembelian saham suatu perusahaan. &lt;br /&gt;Para ulama fikih mendefinisikan syirkah al-‘inan dengan penggabungan modal dari dua orang atau lebih yang jumlahnya tidak harus sama. &lt;br /&gt;Syirkah (Perseroan) al-‘inan dibangun atas prinsip perwakilan (wakalah) dan kepercayaan (amanah), karena masing-masing pihak yang telah menanamkan modalnya dalam bentuk saham kepada perseroan, berarti telah memberikan kepercayaan kepada perseroan untuk mengelola saham tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari perseroan ini dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama, dan kerugian yang diderita ditanggung oleh pemegang saham sesuai dengan persentase masing-masing sesuai dengan kaidah fikih yang mengatakan : al-ribh ‘ala ma syaratha wa al wadi’ah ‘ala qadr al-malain (keuntungan sesuai dengan persentase modal masing-masing). &lt;br /&gt;Hukum Islam (Shari'ah) mengijinkan kegiatan ekonomi patungan dan mengaturnya di bawah ketentuan persekutuan (masharikah) dan pembagian keuntungannya (Mudaharabah). perusahaan berdasarkan pada persekutuan menjadi versi modern dari  aktivitas yang dilaksanakan di bawah ketetapan persekutuan (musharikah). biasanya tindakan persekutuan menyediakan cukup kebebasan kepada mitra untuk setuju pada terminologi yang seperti itu  akan konsisten dengan ketetapan hukum islam (shariah). Untuk menjadi diizinkan, persekutuan harus tidak melanggar ketetapan  yang wajib dari hukum islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis saham&lt;br /&gt;Dalam prakteknya terdapat beberapa jenis saham yang dapat dibedakan menurut cara peralihan dan manfaat yang diperoleh para pemegang saham. &lt;br /&gt;a.  Cara peralihan hak&lt;br /&gt;Ditinjau dari cara peralihannya, saham dibedakan menjadi saham atas unjuk dan saham atas nama.&lt;br /&gt;1.  Saham atas unjuk (bearer stock)&lt;br /&gt;     Saham atas unjuk adalah saham yang tidak ditulis nama  pembelinya agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.&lt;br /&gt;    2.  Saham atas nama (Registered stock)&lt;br /&gt; Saham atas nama adalah saham yang ditulis dengan jelas nama pemegang saham dan dicatat dalam buku perusahaan yang memuat khusus daftar pemegang saham.&lt;br /&gt;       b.  Menurut hak tagihan&lt;br /&gt; 1.  Saham biasa (Common stock)&lt;br /&gt; Saham biasa (Common stock) adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior terhadap pembagian deviden dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Saham ini yang paling dikenal masyarakat. Saham biasa memiliki harga nomila yang nilainya ditetapkan oleh emiten (perusahaan yang menerbitkan saham) dan harga saham ini disebut dengan nilai pari (par value). Besarnya harga nominal saham tergantung pada keinginan emiten, harga nominal yang ditentukan oleh emiten berbeda dengan harga perdana (primar pric) dari suatu saham, harga perdana adalah harga sebelum suatu saham dicatat (listed) di bursa efek. Jika suatu saham terjual dengan harga perdana yang lebih tinggi dari harga nominalnya, maka selisihnya disebut dengan agio saham.&lt;br /&gt;Saham biasa dapat dibedakan ke dalam lima jenis :&lt;br /&gt;a) Blue chip stock, yakni saham biasa dari suatu perusahaan yang meiliki reputasi, sebagai leader dari industri sejenisnya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden&lt;br /&gt;b) Income stock, yakni saham dari suatu emiten, dan emiten bersangkutan dapat dibayar deviden lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayar pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai.Emiten sperti ini tidak suka menekan laba dan memetingkan potensi pertumbuhan harga saham (P/E ratio), saham ini mempunyai indeks beta (sensitivitas terhadap harga saham) yang lebih kecil dari 1&lt;br /&gt;c) Growth Stock (well known), yakni saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, selain itu terdapat pula growth stock (leser known), yakni saham dan emiten tidak sebagai leader dalam industri, tetapi memiliki cirri seperti gowth stock (well known) . Umumnya saham ini berasal dari daerah-daerah yang kurang popular di kalangan emiten.&lt;br /&gt;d) Speculative ston, yakni saham yang emiten tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemapuan penghasilan yang tinggi di masa yang akan dating meskipun belum pasti.&lt;br /&gt;e) Counter cyclical stock, yakni saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, karena emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. Emiten ini biasanya bergeraka pada komoditi yang dibutuhkan masyarakat seperti rokok dan komoditi pertanian    . &lt;br /&gt;2.  Saham Preferen (Prefered stock)&lt;br /&gt; Tanpa hak suara (Versi Amerika), sedangkan di Indonesia memiliki hak suara.&lt;br /&gt;Jenis-jenisnya :&lt;br /&gt; Cummulative preferred stock&lt;br /&gt;Kalau emiten tidak mebayar deviden maka akan diperhitungkan pada tahun berikutnya. Memiliki hak lebih dulu daripada saham biasa&lt;br /&gt; Non Cummulative preferred stock&lt;br /&gt;Mendapat prioritas sampai persentase tertentu, tetapi tidak diperhitungkan pada pembagian deviden tahun berikutnya.&lt;br /&gt; Participating preferred stock&lt;br /&gt;Di samping dividen biasa, pemegangnya berhak atas dividen ekstra yang dibayarkan perusahaan emisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks Harga Saham&lt;br /&gt;Angak indeks atau sering disebut indeks saja, pada dasarnya merupakan suatu angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan anatar kegiatan yang sama (produksi, ekspor, hasil penjualan, jumlah uang yang beredar dan lain sebagainya) dalam dua waktu yang berbeda.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan indeks harga saham, indeks di sini akan membandingkan perubahan harga saham dari waktu ke waktu. Apakah suatu harga saham mengalami penurunan atau kenaikan dibandingkan dengan suatu waktu tertentu.&lt;br /&gt;Seperti dalam indeks lainnya, dalam pengukuran indeks harga saham kita memerlukan juga dua macam waktu, yaitu waktu dasar dan waktu yang berlaku. &lt;br /&gt;C. ANALISIS KOMPARATIF PENERAPAN PENGEMBANGAN SAHAM &lt;br /&gt;     SYARIAH DI DUNIA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena larangan dan batasan Islam pada bisnis-bisnis tertentu yang bertentangan dengan syariah, sampai tahun 1970 sejumlah besar masyarakat muslim tidak dapat terlibat dalam investasi di pasar modal. &lt;br /&gt;Untuk memenuhi kepentingan pemodal yang ingin mendasarkan kegiatan investasinya berdasarkan kepada prinsip-prinsip syariah, maka di sejumlah bursa efek  dunia telah disusun indeks yang secara khusus terdiri dari komponen saham-saham yang tergolong kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun negara yang pertama kali mengintrodusir untuk mengimplementasikan prinsip syariah di sektor pasar modal adalah “Jordan dan Pakistan”, karena kedua negara tersebut telah menyusun dasar hukum penerbitan obligasi syariah. Selanjutnya pada tahun 1978, Pemerintah Jordan melalui Law Nomor 13 tahun 1978 telah mengijinkan Jordan Islamic Bank untuk menerbitkan Muqaradah Bond. Ijin penerbitan Muqaradah Bond ini kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Muqaradah Bond Act pada tahun 1981, sedangkan pemerintah Pakistan pada pada tahun 1980 menerbitkan the Madarabas Company dan Madarabas Ordinance. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penerapan pengembangan saham syariah di beberapa Negara :&lt;br /&gt;1. Amerika Serikat &lt;br /&gt;Menurut Achsien (2000) pengembang pertama indeks syariah dan equity fund seperti reksadana adalah Amerika Serikat, setelah The Amana Fund diluncurkan The North American Islamic Trust sebagai equity fund pertama di tahun 1986, tiga tahun kemudian Dow Jones Index meluncurkan Dow Jones Islamic Market Index (DJIM). Sharia Suvervisory Board (SSB) dari Dow Jones Islamic Market Index (DJIM) melakukan filterisasi terhadap saham-saham hala berdasarkan aktivitas bisnis dan rasio finansialnya. SSB secara lebih spesifik langsung mengeluarkan perusahaan yang memiliki usaha dalam bidang-bidang berikut :&lt;br /&gt;1) Alkohol;&lt;br /&gt;2) Rokok/Toacco;&lt;br /&gt;3) Daging Babi;&lt;br /&gt;4) Jasa Keuangan Konvensional;&lt;br /&gt;5) Pertahanan dan persenjataan; dan&lt;br /&gt;6) Hiburan (Hotel, kasino/perjudian, cinema, musik)&lt;br /&gt;Selanjutnya, sariangan kedua berupa ketentuan atas rasio financial untuk mengeluarkan perusahaan-perusahaan dengan utang dan/atau tingkat pendapatan dari bunga. Perusahaan akan dkeluarkan dari DJIM indeks jika :&lt;br /&gt;1) Total Utang/Total Asset  = atau &gt; 33 %&lt;br /&gt;2) Total Piutang/Total Aset = atau &gt; 47 %&lt;br /&gt;3) Non Operating Ineterest Income/Operating income = atau &gt; 9 % &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  februari 1999, Dow Jones meluncurkan Pasar Index Islam pertama nya. Dow Jones Islamic Index adalah salah satu bagian dari Dow Jones index Global group, yang meliputi dari  34 negara dan  10 sektor ekonomi, 18 sektor pasar, 51 grup industri dan 89 sub-sub kelompok yang digambarkan oleh Dow Jones Global  Classification Standard. Dow Jones tidak memasukkan bursa index kelompok industri yang bertentangan dengan prinsip Islam. Aktivitas itu meliputi tembakau, minuman beralkohol, daging babi, perjudian, perdagangan senjata, pornografi, industri kesenian dan hotel, dan jasa keuangan konvensional ( perbankan, asuransi, dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DJIMI mendaftar sekitar 1400 saham syariah dalam memenuhi hak kekayaan index global nya lebih dari 5200 bursa/saham. Itu meliputi saham syariah di seluruh dunia, menyediakan Investor Islam dengan perangkat menyeluruh berdasar pada suatu perspektif investasi global. DJMI berisi 636 bursa/stock, dengan 234 di dalam Dow Jones Islam Market US Index, 32 di dalam Dow Jones Islamic Market Canada Index, 218 di dalam Dow Jones Islam Pacific Index, 117 di dalam Dow Jones Islamic Market Jepang Index, 127 di dalam Dow Jones Islamic Market Eropa, 43 di dalam Dow Jones Islamic Market UK Index, 100 di dalam Dow Jones Islam Extra Liquid Index dan 57 di dalam Dow Jones Islamic Market Technology Index &lt;br /&gt;DJIMI diciptakan dan dipelihara berdasarkan metodologi yang konsisten. Dimonitor oleh dewan pengawas pakar-pakar Islam yang memberi masukan pada Dow Jones dalam hal yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap komponen-koomponen persyaratan indeks. Komposisi DJIMI dievaluasi setiap tiga bulan (secara kuartalan) dengan perubahan-perubahan yang diimplementasikan pada Jumat ketiga bulan maret, Juni, September dan desember. Data pasar pada akhir januari, april, juli dan oktober digunakan sebagai dasar untuk proses revisi. Proses evaluasi dilaksanakan dengan mengulang kriteria dan komponen umum proses seleksi, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai tambahan dari evaluasi berdasarkan proses berjalan. Suatu perubahan pada indeks diperlukan jika terjadi kejadian luar biasa seperti kebangkrutan, merger, dan pengambilalihan yang memengaruhi komponen indeks. Selanjutnya, saat ada masalah-masalah baru dan hal tersebut ditambahkan pada indeks-indeks Global Dow Jones, hal tersebut juga dievaluasi berdasarkan kriteria DJIMI untuk menentukan apakah akan dimasukkan dalam DJIMI.&lt;br /&gt;Telah dibahas sebelumnya bahwa pengeluaran bagian-bagian bisnis yang penting dari pendanaan portofolio Islam mengakibatkan risiko kehilangan bagian tertentu dari keseluruhan kinerja, karena perusahaan-perusahaan minuman kersa secara umum dapat bertahan dengan baik pada keadaan resesi global saat ini dan juga diantara perusahaan-perusahaan terbaik lainnya. Di sisi lain, masa resesi global saat ini dan beberapa kejadian sebelum jatuhnya perusahaan dengan profil tinggi seperti worldCom dan enron, DJIMI mampu mendeteksi tanda-tanda adanya masalah dalam perusahaan dan mengeluarkan saham-saham mereka dari indeks-indeks Islam. Hamper setahun sebelum WorlCom jatuh, DJIMI mengeluarkan WorldCom dari indeks-indeksnya. WorldCom dikeluarkan karena rasio utang terhadap kapitalisasi pasarnya melebihi 33 % yang disyaratkan DJIMI agar dapat dimasukkan dalam perusahaan pada indeks-indeks Islam. Begitu WorlCom dikeluarkan dari DJIMI, manajer pendanaan Islam menjual saham-saham WorldCom, dimana saham diperdagangkan dengan harga 14 dollar. Enam bulan kemudian saham telah kehilangan nilainya.  &lt;br /&gt;Kemunculan indeks dari Dow Jones pasti mempunyai dampak yang luar biasa pada investasi kekayaan menurut Islam. DJIM pasti mempunyai suatu efek yang kekal pada seluruh konsep keuangan berbasis syariah dan standardisasi itu telah memcapai sesuatu yang sangat banyak dicari pada area keuangan Islam yang lain. Dengan 35 Indeks Islam dan hampir 1,8 miliyar dollar AS diatur berdasarkan syariah. Dow Jones Islamic Market Index telah sangat sukses dalam waktu yang relatif pendek. Syekh Mohammad bin Rasyid Al-Maktoum Award telah memberikan penghargaan atas inovasi dalam keuangan Islam kepada Dow Jones Islamic Index Market atas kontribusinya untuuk menstandardisasi investasi kekayaan menurut criteria islam semenjak peluncurannya pada 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia, perkembangan instrument syariah di pasar modal sudah terjadi sejak tahun 1997. Diawali dengan lahirnya reksadana syariah yang diprakarsai dana reksa. Selanjutnya, PT Bursa Eefek Jakarat (BEJ) bersama dengan PT Danareksa Investment Management (DIM) meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) yang mencakup 30 jenis saham dari emiten-emiten yang kegiatan usahanya memenuhi ketentuan tentang hokum syariah. Penentuan criteria dari komponen JII tersebut disusun berdasarkan persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah DIM.&lt;br /&gt;Ruang lingkup kegiatan usaha emiten yang bertentangan dengna prinsip hokum syariah Islam adalah :&lt;br /&gt;• Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.&lt;br /&gt;• Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan konvensional.&lt;br /&gt;• Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram.&lt;br /&gt;• Usaha yang memproduksi  mendistribusi serta menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat madharat.&lt;br /&gt;Sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam menentukan criteria saham-saham emiten yang menjdai komponen dari Jakarta Islamic Index tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip hokum syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 (tiga) bulan (kecuali bila termasuk di dalam saham-saham 10 berkapitalisasi besar)&lt;br /&gt;2. Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahunan berakhir yang memiliki kewajiban terhadap aktiva maksimal 90 % (sembilan puluh persen)&lt;br /&gt;3. Memilih 60 (enam puluh ) saham dari susunan di atas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama satu tahun terakhir.&lt;br /&gt;4. Memilih 30 (tiga puluh) saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan selama satu tahun terakhir. &lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya, instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah PT. Indosat Tbk pada awal September 2002. Instrumen ini merupakan obligasi syariah pertama dan dilanjutkan dengan penerbitan obligasi syariah lainnya. Pada tahun 2004, terbit untuk pertama kali obligasi syariah dengan akad sewa atau dikenal dengan obligasi syariah Ijarah.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada tahun 2006 muncul instrumen baru yaitu Reksa Dana Indeks dimana indeks yang dijadikan sebagai underlying adalah Indeks JII. &lt;br /&gt;Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia secara tidak langsung juga dipengaruhi pasar modal yang berpegang pada konsep syariah yang terlebih dahulu dijalankan oleh negara-negara lain. Pasar modal syariah di Indonesia diperkenalkan pada bulan Juli 2000 ditandai dengan berdirinya Jakarta Islamic Index.&lt;br /&gt;Saham syariah dimasukkan dalam perhitungan Jakarta Islamic Index (JII) merupakan indeks yang dikeluarkan oleh PT. Bursa Efek Jakarta yang merupakan subset dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). JII diluncurkan pada tanggal 3 Juli 2000 dan menggunakan tahun 1 Januari 1995 sebagai base date dengan nilai 100. Bagi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Indeks paling tidak mereka dinilai telah memenuhi penyaringan syariah dan kriteria untuk indeks.&lt;br /&gt;Penyaringan secara syariah yang difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional No. 20 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah. Kriteria untuk indeks adalah Kapitalisasi pasar (market capitalization) dari saham dimana JII menggunakan kapitalisasi pasar harian rata-rata selama satu tahun. Dari kedua penilaian tersebut, untuk perusahaan emiten dapat digolongkan dalam daftar JII melalui prosedur teknis, yaitu saham dari emiten dipilih yang tidak bertentangan dengan syariah dan telah listing minimum 3 bulan, kecuali saham-saham tersebut termasuk 10 besar kapitalisasi pasar. Saham dipilih dengan kapitalisasi pasar tertinggi sejumlah 60 saham. Saham dipilih dengan nilai transaksi rata-rata tertinggi harian sejumlah 30 saham. Evaluasi terhadap komponen indeks dilakukan setiap 6 bulan sekali.&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangannya, pada tanggal 12 september 2007 dan 30 nopember 2007 BAPEPAM telah merilis Daftar Efek Syariah (DES), daftra tersebut akan menjadi panduan investasi bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di portofolio syariah. &lt;br /&gt;Proses screening (penyariangan) dalam penentuan Daftar Efek Syariah – BAPEPAM LK ialah :&lt;br /&gt;Screeing Pertama &lt;br /&gt;(core bisnis) Screening kedua &lt;br /&gt;(rasio keuangan)&lt;br /&gt;Kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah seperti :&lt;br /&gt;1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang;&lt;br /&gt;2. menyelenggarakan jasa keuangan yang berkonsep ribawi , jual beli risiko yang mengandung gharar dan atau maisir&lt;br /&gt;3. Memproduksi,mendistribusikan, memperdagangkan, atau menyediakan :&lt;br /&gt;• Barang dan atau jasa yang haram zatnya (haram lidzatihi)&lt;br /&gt;• Barang atau jasa yang haram bukan karena dzatnya (haram ligairihi)&lt;br /&gt;• Barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat madharat 1. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82 %&lt;br /&gt;2. Utang berbasis bungan dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 45:55 %&lt;br /&gt;3. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan tidak lebih dari 10 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Malaysia.&lt;br /&gt;Malaysia adalah salah satu Negara yang telah meluncurkan pasar modal Islam dengan bentuk Kuala Lumpur Stock Exchange Shariha Index (KLSE SI). KLSE SI diluncurkan pada 17 April 1999 Dalam rangka mengimbangi permintaan investor asing dan lokal yang mencari untuk menanam modal dalam sekuritas  yang konsisten dengan prinsip shariah. Investor mencari-cari untuk dilibatkan dalam investasi berdasar pada prinsip shariah sekarang mempunyai suatu benchmark untuk membuat keputusan informasi yang lebih baik. KLSE SI adalah suatu rata-rata tertimbang index berisikan Sekuritas  dari perusahaan papan utama yang telah didesain oleh Shariah Advisory Council (SAC) dari Komisi Sekuritas (SC). SAC mengeluarkan criteria standar yang difokuskan pada aktivitas utama dari perusahaan-perusahaan yang tercatat di KLSE. Dengan demikian perusahaan-perusahaan yang aktivitasnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah akan termasuk dalam saham-saham yang disahkan. &lt;br /&gt;Sekuritas yang dikeluarkan dari saham-saham yang halal adalah perusahaan yang :&lt;br /&gt;1. Operasionalnya berdasarkan riba, seperti aktivitas yang dilakukan bank dan institusi keuangan konvensional.&lt;br /&gt;2. Operasionalnya melibatkan perjudian (al-maysir atau gambling)&lt;br /&gt;3. Aktivitasnya melibatkan pabrikasi dan/atau penjualan produk-produk haram, seperti alcohol, makanan haram, dan daging babi.&lt;br /&gt;4. Operasinya mengandung elemen ketidakpastian (gharar atau uncertainty) seperti bisnis asuransi konvensional.&lt;br /&gt;5. Aktivitas inti ( Core Activities) perusahaan harus tidak bertentangan dengan prinsip syariah seperti empat criteria di atas.&lt;br /&gt;6. Persepsi public dan image perusahaan harus baik.&lt;br /&gt;7. Aktivitas inti (core Activities) perusahaan memiliki kepentingan dan Masalah (public benefit) untuk umat dan bangsa. &lt;br /&gt;Di Malaysia, ada dua indeks sayariah, KLSE Syariah Indeks dan Rashid Hussain Bhd (RHB) Islamic Equity Index, yang mana mencerminkan tumbuhnya minat akan saham islam di negeri tersebut. Indeks ini sudah menyajikan suatu platform yang kuat untuk pertumbuhan saham dan manajemen dana islami dan industri broker saham di Malaysia. KLSE Syariah Indeks tlah menunjukkan performa yang baik pada tahun 2001 dengan keuntungan 2.3 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.  SIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas, maka saya menyimpulkan beberapa hal mengenai teori tentang saham syariah dan penerapannya di beberapa Negara diantara kesimpulannya ialah :&lt;br /&gt;1. Pasar modal syariah adalah pasar modal yang dijalankan dengan konsep syariah, di mana setiap perdagangan surat berharga mentaati ketentuan transaksi sesuai dengan basis syariah &lt;br /&gt;2. Saham syariah merupakan salah satu bentuk dari saham biasa yang memiliki karakteristik khusus berupa kontrol yang ketat dalam hal kehalalan ruang lingkup kegiatan usaha.&lt;br /&gt;3. Penyertaan saham di sebuah perusahaan untuk mendapatkan keuntungan jika perusahaan itu meraup keuntungan, di dalam fikih muamalah (ekonomi) Islam disebut dengan al-syirkah. Sekalipun pembahasan al-syirkah di zaman klasik masih amat sederhana, namun hal tersebut bisa berkembang dan dikembangkan sesuia dengan tuntutan waktu dan ruang. Dari berbagai bentuk al-syirkah yang dikemukakan para ulama fikih, syirkah al-inan amat berdekatan dengan penyertaan modal melalui pembelian saham suatu perusahaan&lt;br /&gt;4. Saham Syariah sudah diterapkan di beberapa Negara untuk memfasilitasi para investor muslim yang ingin bertransaski di pasar modal yang sesuai dengan prinspi syariah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1. Abdul Aziz Alkhayyat. Al-Ashum wa As-Sanadat Min Mandzuur Al-Islam.Daarussalam. Mesir. 1979&lt;br /&gt;2. Achsien, Iggi H. Investasi Syariah di Pasar Modal. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.2000&lt;br /&gt;3. Ahmad Azhar Syarief.Evaluasi satu semester penerbitan Daftar Efek Syariah demi pengembangan Industri Pasar Modal Syariah di Indonesia.Karim Riview.2008&lt;br /&gt;4. BAPEPAM. Studi tentang Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia. Jakarta.2004&lt;br /&gt;5. Christopher Pass and Bryan Lowes, Kamus Lengkap Ekonomi.Perj. Tumpal Rumapea, Erlanga. Jakarta. 1999&lt;br /&gt;6. Hamida Chapakia dan Yulizar D Sanrego.an Empirical Analysis of Islamic Stock Return in Malaysia. The International Conference on Islamic Capital Markets. Muamalat Institute.IRTI. Jakarta. 2007&lt;br /&gt;7. Hifzur Rab. Economic Justice in Islam.A.S Noordeen. Gombak.Kuala Lumpur.2006&lt;br /&gt;8. Jaih Mubarok. Perkembangan fatwa Ekonomi Syariah di Indonesia.Pustaka bani Quraisy.Jakarta. 2004 &lt;br /&gt;9. Khaled A. Hussein. Islamic Investment : Evidence From Dow Jones And FTSE Indices. On Islamic Economic and Banking in 21 century. Jakarta .2005&lt;br /&gt;10. Marzuki Usman. Pengetahuan Dasar Pasar Modal IBI. Jakarta.1997 &lt;br /&gt;11. Mohd. Maksum Billah.Islamic Law of Trade and Finance.Ilmiah Publisher.Gombak.Malaysia.2003.&lt;br /&gt;12. Nasrun Haroen. Perdagangan saham di bursa efek.Tinjauan hokum Islam.Yayasan kalimah.2000. &lt;br /&gt;13. Nurul Huda, Mustafa Edwin Nasution. Investasi pada Pasar Modal Syariah.Kencana.Jakarta 2007&lt;br /&gt;14. Pandji Anoraga dan Piji Pakarti.Pengantar Pasar Modal.Rineka Cipta. Jakarta. 2006&lt;br /&gt;15. Salahudin Ahmed. Islamic Banking Finance and Insurance a global overview.A.S. Noordeen. Gombak.Kuala Lumpur.2006&lt;br /&gt;16. Securities Commision. Resolution of the securities Commission SAC. SC. Malaysia.2007&lt;br /&gt;17. Wahbah al Zuhaili. al Fiqh al Islami wa adillatuhu. Beirut.Dar al-fikr.1984&lt;br /&gt;18. Zamir Iqbal dan Abbas Mirakhor. An introduction to Islamic Finance.John Willey &amp; Sons (Asia) pte.Ltd.2007 &lt;br /&gt;19. www.idx.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-382975458390909360?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/382975458390909360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=382975458390909360' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/382975458390909360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/382975458390909360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/11/perkembangan-saham-syariah-di-dunia.html' title='PERKEMBANGAN SAHAM SYARIAH DI DUNIA'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-4560509235807866001</id><published>2008-08-26T03:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T07:41:47.669-07:00</updated><title type='text'>pelatihan koperasi syariah</title><content type='html'>alhamdulillah... hari ini dapat tambahan ilmu mengelola koperasi, terutama koperasi syariah... pleatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindagkop Kota Bogor... ilmunya selain dari pembicara yang notabene dari STEI Tazkia yaitu Pak Andi Ilham, ada juga banyak praktisi koperasi dan BMT syariah yang hadir, sehingga menambah wawasan tentang keuangan mikro syariah... insya alloh besok akan kunjungan ke koperasi syariah yang sudah berhasil di kabupaten Sumedang bersama seluruh peserta pelatihan..dan insya alloh kalau sudah selesai, materinya diupload ok....&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-4560509235807866001?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/4560509235807866001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=4560509235807866001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/4560509235807866001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/4560509235807866001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/08/pelatihan-koperasi-syariah.html' title='pelatihan koperasi syariah'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-5689096793157601995</id><published>2008-08-14T14:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T18:13:38.259-07:00</updated><title type='text'>Kemerdekaan Bangsa dan Kebangkitan Santri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font size="5"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family: comic sans ms;"&gt;Kemerdekaan Bangsa dan Kebangkitan Santri&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;font-family: comic sans ms;"&gt;&lt;/font&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt;Sudah 63 Tahun bangsa kita merdeka, merdeka dari penjajahan dan pendudukan bangsa asing ditandai dengan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, namun, sejak kapan bangsa kita merdeka? bangaimana kemerdekaan itu bisa terwujud?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama saya menjadi santri di pesantren, sejarah kemerdekaan selalu digaungkan mungkin lebih bermakna dibandingkan ketika saya belum menjadi santri, ini karena perjuangan kemerdekaan bangsa indonesia tidak terlepas dari perjuangan para ulama dan santri, dimana pada setiap daerah mereka selalu memberikan bukti perjuangan yang konkrit untuk memerdekakan bangsa kita dari penjajahan dan pendudukan asing. Banyak sekali sejarah pondok pesantren di beberapa daerah yang tidak terlepas dari perjuangan para pendirinya untuk ikut serta dalam perjuangan rakyat demi kemerdekaan. mungkin karena hal inilah sejarah serta makna perjuangan kemerdekaan selalu menjadi semangat yang membara dan selalu didengungkan kepada santri di pondok pesantren.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada setiap kesempatan pula, selama di pesantren para kiyai dan asatidz selalu mendengungkan semangat kemerdekaan dengan mengedepankan gotong royong, keberamaan, toleransi serti menunjukkan sikap ramah dan berkerja keras harus dijadikan sebagai sikap hidup santri dan kalangan pesantren dalam mengisi kemerdekaan, karena para pendahulu kita dengan bermodalkan sikap tersebutlah bisa dengan gigih mendapatkan kemerdekaan dan penjajahan dan pendudukan asing.&lt;br&gt; &lt;br&gt;namun, setelah proklamasi, peran pondok pesantren dan kaum santri banyak yang dikesampingkan karena mungkin bagi sebagian kaum nasionalis dan sekuler kaum pesantren merupakan ancaman bagi mereka, karena ingin memperjuangkan penegakkan syariat islam di Indonesia, sehingga banyak sekali peran ulama dan santri tidak dipublikasikan di banyak kesempatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;kalau kita mencermati kondisi bangsa kita saat ini, setelah 63 tahun yang lalu kemerdekaan itu direbut oleh para ulama, santri dan kompnen bangsa lainnya dengan semangat gotong royong, kebersamaan dan perjuangan yang gigih. ternyata semngat itu mulai hilang, yang ada hanya rasa sikap individualisme dan budaya konsumtif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;mungkin hal inilah yang mendorong kaum santri untuk bangkit mengisi kemerdekaan tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi lebih dari itu pada berbagai sendi kehidupan bangsa kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari segi pendidikan, kini bangsa kita mulai sadar kembali bahwa lembaga pendidikan yang asli dari indonesia adalah pesantren, shingga kini tumbuh lembaga pendidikan baik formal maupun non formal dengan berformat pesantren dan boarding school.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari segi politik dan sosial, kalangan santri mulai bangkit dengan banyak memberikan peran dalam kehidpan berpolitik dengan menyalurkan pada berbagai partai baik partai islam maupun yang lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari segi ekonomi, kini ekonomi islam mulai menemukan momentum kebangkitannya, tidak hanya berkutat pada wacana pengembangan ekonomi islam, tetapi sudah mulai pada aspek riil dimana lembaga pengembangan ekonomi ummat sudah mulai bermunculan dan berkembang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;menurut hemat saya, kemerdekaan bangsa yang dimaknai semangatnya oleh para santri harus mampu mendorong kebangkitan santri dalam berperan demi kemajuan bangsa ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;merdeka...!!!!&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-5689096793157601995?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/5689096793157601995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=5689096793157601995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5689096793157601995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5689096793157601995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/08/kemerdekaan-bangsa-dan-kebangkitan.html' title='Kemerdekaan Bangsa dan Kebangkitan Santri'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-158774518784897907</id><published>2008-06-23T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T00:20:09.557-07:00</updated><title type='text'>Jalan Nabi Jalan Penuh Onak Duri (uswah guru)</title><content type='html'>&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;&lt;br /&gt;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Nabi&lt;/span&gt; Jalan Penuh Onak Duri&lt;br&gt; 5 Jun 08 &lt;/span&gt;&lt;/font&gt; 05:06 WIB&lt;br&gt; &lt;br&gt; Oleh Rizki Ridyasmara&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kemarin pagi Habib Rizieq kembali dibawa polisi.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; Bersama puluhan anak buahnya, pemimpin organisasi&lt;br&gt;  massa Islam yang tak gentar dalam ber-amar maruf dan&lt;br&gt; ber-nahyi munkar ini secara jantan mempersilakan&lt;br&gt; polisi untuk bersama-sama menuju markas aparat negara&lt;br&gt; tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bukan sekali ini saja Sang Habib ‘berjalan&lt;br&gt; beriringan’ dengan polisi. Bahkan dinginnya lantai&lt;br&gt; penjara pun pernah dirasakannya. Dalam suatu pertemuan&lt;br&gt; pribadi beberapa tahun lalu, Sang Habib berkata,&lt;br&gt; “Jalan Nabi adalah jalan penuh onak dan duri. Jalan&lt;br&gt; yang sunyi dan jalan yang kerap dipenuhi fitnah.&lt;br&gt; Inilah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214291811_0"&gt;dakwah Islam&lt;/span&gt; yang lurus, jalan para mujahid&lt;br&gt; yang telah menjual nyawa dan kehidupannya semata untuk&lt;br&gt; meninggikan kalimat Allah. Tidak semua orang mampu&lt;br&gt; menelusuri jalan ini. Hanya orang-orang yang berani,&lt;br&gt; punya nyali, dan mungkin s ed ikit nekat, yang mau&lt;br&gt; men yus uri jalan yang tidak populer seperti ini.”&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya mengangguk, terus memperhatikan uraiannya. Sang&lt;br&gt; Habib mempersilakan saya minum teh hangat dari cangkir&lt;br&gt; kuningan kecil. Setelah minum, k ed ua mata saya&lt;br&gt; meng ed arkan pandangan ke seluruh bagian rumah Habib&lt;br&gt; yang juga dijadikan “markas besar” organisasi yang&lt;br&gt; dipimpinnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Markas besar pakai tanda kutip. Soalnya markas besar&lt;br&gt; yang ada di sekeliling saya—jujur saja—tidak layak&lt;br&gt; disebut sebagai markas besar. Selain rumah Habib yang&lt;br&gt; sangat-sangat s ed erhana, di sebelah kirinya berdiri&lt;br&gt; sebuah ruangan kecil sebagai tempat perpustakaan dan&lt;br&gt; barang-barang dagangan Sang Habib seperti tasbih,&lt;br&gt; sorban, qur’an, aneka &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214291811_1"&gt;minyak wangi&lt;/span&gt;, dan lain-lain.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Di sebelah kanan rumah utama, berdiri sebuah ruangan&lt;br&gt; yang lebih kecil lagi sebagai warung Sang Habib yang&lt;br&gt; dipenuhi barang-barang dagangannya. Inilah Habib&lt;br&gt; Rizieq yang sangat bersahaya dalam menjalani hidup.&lt;br&gt; Isterinya, saya memanggilnya Umi, merupakan seorang&lt;br&gt; perempuan yang sangat rendah hati dan tawadhu. Tak&lt;br&gt; jarang dia menyapu sendiri halaman rumahnya atau&lt;br&gt; bermain-main dengan anak-anaknya yang masih kecil dan&lt;br&gt; lucu-lucu. Saya tidak pernah melihat k hadi mat di rumah&lt;br&gt; ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya sudah berkali-kali mengunjungi rumah Habib, dari&lt;br&gt; tahun ke tahun tidak ada perubahan yang berarti. Tetap&lt;br&gt; dalam kes ed erhanaan dan ketawadhuannya. Dari jalan&lt;br&gt; raya ke rumah sang Habib harus tetap men yus uri gang&lt;br&gt; senggol sepanjang sepuluh meter dan pintu besinya yang&lt;br&gt; rendah dan jarang di kunci yang itu-itu juga. Yang&lt;br&gt; berubah hanya masjid yang berjarak sekitar tigapuluh&lt;br&gt; meter dari rumah sang Habib, dulu masjid itu kecil,&lt;br&gt; sekarang sudah lumayan besar. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dalam hati saya berkata bahwa jika saja Habib mau&lt;br&gt; merasakan hidup lebih makmur maka hal itu bukan hal&lt;br&gt; yang sulit baginya. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214291811_2"&gt;Front Pembela Islam&lt;/span&gt; (FPI),&lt;br&gt; organisasi massa yang dipimpinnya itu memiliki cabang&lt;br&gt; di hampir seluruh provinsi negeri ini. Bukan sekali&lt;br&gt; dua kali tawaran menggiurkan (tentu saja dalam ukuran&lt;br&gt; duniawi) mampir kepada Habib dari orang-orang yang&lt;br&gt; memiliki maksud-maksud mengeksploitasi jumlah&lt;br&gt; simpatisan maupun anggota FPI demi keuntungan dirinya.&lt;br&gt; Namun semua itu dilihat Habib sebagai cobaan dakwah&lt;br&gt; dan tidak membuat Sang Habib goyah. Sang Habib tetap&lt;br&gt; menjalani hidup dengan penuh kes ed erhanaan dan&lt;br&gt; ketawakalan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya sangat bangga umat Islam masih memiliki pemimpin&lt;br&gt; umat yang lurus seperti Habib Rizieq. Di bumi&lt;br&gt;  Indonesia , jenis pemimpin umat seperti itu sudah&lt;br&gt; sangat langka. Banyak ustadz-ustadz yang dahulu&lt;br&gt; mengatakan dunia dengan segala perhiasannya adalah&lt;br&gt; fitnah yang harus dihindari, ternyata sekarang malah&lt;br&gt; terpenjara dalam kehidupan duniawi yang melenaka. Ada&lt;br&gt; yang menyeru agar umat Islam lebih banyak jalan-jalan&lt;br&gt; ke mall agar selera terhadap dunianya bertambah, ada&lt;br&gt; yang tiap bulan membeli tanah hingga akte tanahnya&lt;br&gt; menggunakan nama orang lain agar tidak ketahuan orang,&lt;br&gt; ada yang mampu membeli mobil Bentley yang harga&lt;br&gt; miliaran rupiah dan membangun istana di atas tanah&lt;br&gt; berhektar-hektar di tengah lautan penderitaan umatnya&lt;br&gt; yang kian hari kian putus asa, ada yang sibuk&lt;br&gt; mengotak-atik anggaran negara (mengakali uang rakyat)&lt;br&gt; demi memperkaya dirinya, ada yang mondar-mandir jadi&lt;br&gt; makelar pilkadal, dan sebagainya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya sangat s ed ih melihat kenyataan seperti sekarang&lt;br&gt; ini. Dakwah sudah tidak ada b ed anya dengan Multi Level&lt;br&gt; Marketing (MLM), di mana mereka yang di atas bisa kaya&lt;br&gt; raya dengan menginjak dan menunggangi umat yang berada&lt;br&gt; di bawah. Yang di atas hiudp bagaikan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214291811_3"&gt;surga dunia&lt;/span&gt;,&lt;br&gt; s ed angkan yang di bawah, umat kebanyakan, tetap hidup&lt;br&gt; dalam kesengsaraan dan kemiskinan. Ukhuwah Islamiyah?&lt;br&gt; Itu hanya materi di dalam pengajian-pengajian . Di&lt;br&gt; dalam prakteknya: NOL BESAR. Hanya orang-orang kritis,&lt;br&gt; cerdas, dan berani yang bisa bangkit dari semua&lt;br&gt; dongeng penuh kepalsuan ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya terngiang-ngiang perkataan Habib saat akhir&lt;br&gt; pertemuan. “Akhi, walau banyak orang menuding kami&lt;br&gt; kelompok radikal, kami akan tetap dalam jalan dakwah&lt;br&gt; ini. Kami akan tetap melakukan amar ma’ruh nahyi&lt;br&gt; munkar sampai kapan pun. Ini adalah jalan para Nabi.&lt;br&gt; Mudah-mudahan Allah SWT selalu bersama kita.”&lt;br&gt; &lt;br&gt; Malam ini, saya memanjatkan doa agar Allah SWT&lt;br&gt; melindungi dan memperkokoh keimanan Sang Habib dan&lt;br&gt; para anak buahnya yang tengah didera fitnah dari&lt;br&gt; Hizbusyaithon, manusia-manusia yang merelakan dirinya&lt;br&gt; menjadi pembela kepentingan Zionisme. Bagi saya, Habib&lt;br&gt; dan para pengikutnya merupakan orang-orang yang selalu&lt;br&gt; istiqomah dalam melakukan amar ma’ruf nahyi munkar.&lt;br&gt; Bukan seperti 'pemimpin umat yang lain' yang sudah&lt;br&gt; memodifikasikan hal ini sehingga menjadi Amar Ma’ruh&lt;br&gt; Nyambi Munkar. Amien.    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-158774518784897907?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/158774518784897907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=158774518784897907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/158774518784897907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/158774518784897907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/06/jalan-nabi-jalan-penuh-onak-duri-uswah.html' title='Jalan Nabi Jalan Penuh Onak Duri (uswah guru)'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-7670545034418227542</id><published>2008-06-18T21:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T01:30:57.714-07:00</updated><title type='text'>Koleksi Novel Berbahasa Indonesia</title><content type='html'> &lt;a class="select" href="http://anakpagi.multiply.com/journal/item/57/Koleksi_Novel_Berbahasa_Indonesia"&gt;Link&lt;/a&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-7670545034418227542?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/7670545034418227542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=7670545034418227542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7670545034418227542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7670545034418227542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/06/koleksi-novel-berbahasa-indonesia.html' title='Koleksi Novel Berbahasa Indonesia'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3082156355128988183</id><published>2008-05-26T14:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T18:35:55.359-07:00</updated><title type='text'>My B'day</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/11/5"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.hasbulloh.multiply.com/image/4/photos/11/300x300/5/DSC01271.JPG?et=ins9mL+id,FGCb5DvwgSSw&amp;nmid=57655521" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Seharian penuh menemani tamu dari singapura hingga pulang larut malam membuatku lupa bahwa besok adalah hari ulang tahun ku, sehingga pas bangun pagi, banyak sms masuk ke HP-ku&lt;span style="font-style: italic; "&gt; &lt;/span&gt;mulai dari keluarga, sahabat serta orang yang gak ada nmornya di Hp-ku&lt;span style="font-style: italic; "&gt; sms yang pertama ku baca..." Met pagi... Happy B'day to you, semoga dengan bertambah usiamu yang ke 23, semakin dewasa, bertambah rezeky, rajin ibadah, sabar menghadapi segala masalah dan banyak kesuksesan yang diraih"...&lt;/span&gt; sampai yang terakhir di penghujung malam, ada telpon dari Pasukan Prince room dengan paduan suara sorak berteriak melalui Hp "Happy B'day,  &lt;span style="font-style: italic; "&gt;Selamat ulang tahun, semoga tambah sukses dan pintar"...&lt;/span&gt;&lt;br&gt;23 tahun sudah waktu yang ku habiskan, banyak cita yang telah ku capai, banyak do'a yang terkabul...walau bagaimanapun, thanks buat semuanya....&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3082156355128988183?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3082156355128988183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3082156355128988183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3082156355128988183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3082156355128988183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/05/my-b.html' title='My B&amp;#39;day'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-2266113374400084731</id><published>2008-05-23T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T21:28:50.848-07:00</updated><title type='text'>Kenaikan harga BBM, Subsidi dan Kompensasi</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMUSYAH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMUSYAH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Kenaikan harga BBM, Subsidi dan Kompensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Kenaikan Harga BBM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aksi penolakan kenaikan harga BBM yang direncanakan oleh pemerintah mulai marak di berbagai daerah di negeri kita ini. Baik kalangan mahasiswa, petani, politisi dan masyarakat luas. Hal ini dilakukan karena pemerintah dinilai telah gagal mengelola negeri ini dengan menambah penderitaan rakyat melalui kenaikan harga BBM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebenarnya, kenaikan harga BBM ini telah diprediksi oleh banyak kalangan baik di dalam maupun di luar negeri beberapa tahun sebelumnya. Hal ini disinyalir ketika harga minyak dunia terus merangkak naik. Selain tingkat konsumsi minyak dunia meningkat, kenaikan ini disinyalir akibat geopolitik di timur tengah yang tidak menentu. Baik semenjak invasi Amerika Serikat ke Irak, Afganistan, perang Libanon, Ketegangan Kuwait dengan Irak, Ketegangan AS dengan Iran serta keengganan Negara-negara produsen (OPEC) minyak untuk meningkatkan produksi minyaknya. Ditambah lagi dengan semakin menurunnya produksi minyak dalam negeri kita pada level yang sangat memperihatinkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\MUSYAH~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="48" height="11"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MUSYAH%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/03/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1026" width="396" height="249" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;Dampak kenaikan harga BBM dunia tersebut dialami oleh hampir semua Negara di dunia terutama yang menganut sistem ekonomi terbuka, sehingga diikuti dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kebanyakan negara, baik negara maju maupun negara berkembang telah lama menerapkan kebijakan harga BBM berdasarkan mekanisme pasar, sehingga penyesuaian harga terjadi secara otomatis mengikuti perkembangan harga minyak internasional. Sehingga, negara-negara tersebut tak pernah lagi mengalami goncangan tiba-tiba. Hal ini memang tak perlu terjadi seandainya penyesuaian harga dilakukan berdasarkan perkembangan harga pasar yang terkadang naik dan bisa juga turun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dengan mekanisme demikian kalangan dunia usaha dan masyarakat terbukti lebih siap menghadapi keadaan seperti dewasa ini dan lebih mampu beradaptasi dengan realitas baru. Perubahan harga direspons oleh kalangan dunia usaha dan masyarakat dengan cara berhemat, mengembangkan teknologi baru yang lebih hemat energy dan ramah lingkungan, dan mencari alternatif substitusi.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di dalam negeri, dampak ini membuat banyak perusahaan manufaktur yang gulung tikar, &lt;/span&gt;dan pada saat bersamaan semakin menambah beban masyarakat yang sampai saat ini masih juga menanggung beban krisis ekonomi. Kenaikkan ini juga akan mengakibatkan efek domino di masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial-politik. Secara ekonomi, kenaikan tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga-harga dan barang jasa (inflasi), bahkan kenaikan tersebut bisa tak terkendali menyusul kenaikan BBM itu. Kenaikan laju inflasi itu akan tercermin dari naiknya harga sejumlah komponen kebutuhan pokok masyarakat, berupa barang dan jasa.&lt;br /&gt;Secara sosial-politik kebijakan menaikkan harga ketiga komponen tersebut juga akan menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. Di tengah kehidupan sosial-ekonomi yang semakin terhimpit krisis, kebutuhan hidup semakin melambung se-mentara, daya beli masyarakat semakin rendah, bukan tidak mungkin masyarakat akan menunjukkan penolakan secara lebih luas dan intensif. Unjuk rasa terus-menerus akan sangat potensial menimbulkan ketidakstabilan sosial-ekonomi dan keamanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Subsidi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Subsidi BBM yang dilakukan oleh pemerintah, dirasa terlalu memberatkan Anggaran, karena kalau dibiarkan justeru akan membuat kondisi makro ekonomi Indonesia akan berada pada situasi yang memprihatinkan. Sehingga memicu pemikiran pemerintah untuk mengurangi bahkan menghapuskan subsidi tersebut sehingga mengikuti mekanisme harga pasar minyak dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hal ini sebenarnya akibat dari &lt;i&gt;pricing policy&lt;/i&gt; (Kebijakan harga) BBM yang dianut oleh Pemerintah Indonesia yang masih menjadikan BBM sebagai komoditas yang harus disubsidi, bukan sebagai penghasilan bagi pemerintah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Kompensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Upaya pemerintah dengan memberikan kompensasi melalu BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat miskin akibat kenaikan harga BBM, kini dinilai tidak efektif dan selalu menimbulkan permasalahan yang luas di masyarakat, karena belajar dari pengalaman yang lalu BLT yang digulirkan oleh pemerintah selain tidak tepat sasaran, BLT secara konsep tidak mungkin mampu menanggulangi kemiskinan dan pengangguran serta kompensasi ini tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-2266113374400084731?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/2266113374400084731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=2266113374400084731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2266113374400084731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/2266113374400084731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/05/kenaikan-harga-bbm-subsidi-dan.html' title='Kenaikan harga BBM, Subsidi dan Kompensasi'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3620766652282225375</id><published>2008-03-17T22:05:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T08:58:42.417-07:00</updated><title type='text'>Peran dan Pergerakan Kemahasiswaan yang Tak Pernah Mati</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;”Peran dan Pergerakan Kemahasiswaan yang Tak Pernah Mati..”.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Disampaikan pada Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) Universitas Pakuan September 2006&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;MAHASISWA selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut telah terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Tidak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt; dapat dipungkiri bila generasi muda khususnya para mahasiswa, selalu dihadapkan pada permasalahan global. Setiap ada perubahan, mahasiswa selalu tampil sebagai kekuatan pelopor, kekuatan moral dan kekuatan pendobrak untuk melahirkan perubahan. Oleh karena itu kiranya sudah cukup mendesak untuk segera dilakukan penataan seputar kehidupan mahasiswa tersebut.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dalam sejarahnya mahasiswa merupakan kelompok dalam kelas menengah yang kritis dan selalu mencoba memahami apa yang terjadi di masyarakat. Bahkan di zaman kolonial, mahasiswa menjadi kelompok elite paling terdidik yang harus diakui kemudian telah mencetak sejarah bahkan mengantarkan Indonseia ke gerbang kemerdekaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pergolakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt; dan perjalanan mahasiswa Indonesia telah tercatat dalam rentetan sejarah yang panjang dalam perjuangan bangsa Indonesia, seperti gerakan mahasiswa dan pelajar tahun 1966 dan tahun 1998. Masih dapat kita ingat 8 tahun yang lalu gerakan mahasiswa Indonesia yang didukung oleh semua lapisan masyarakat berhasil menjatuhkan suatu rezim tirani yaitu ditandainya dengan berakhirnya rezim Soeharto.&lt;br /&gt;Legenda perjuangan mahasiswa di Indonesia sendiri juga telah memberikan bukti yang cukup nyata dalam rangka melakukan agenda perubahan tersebut. Tinta emas sejarahnya dapat kita lihat dengan lahirnya angkatan ‘08, ‘28, ‘45, ‘66, ‘74, yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri tetapi tetap pada konteks kepentingan wong cilik. Terakhir lahirlah angkatan bungsu ‘98 tepatnya pada bulan Mei 1998 dengan gerakan REFORMASI yang telah berhasil menurunkan Presiden Soeharto dari kursi kekuasaan dan selanjutnya menelurkan Visi Reformasi yang sampai hari ini masih dipertanyakan sampai dimana telah dipenuhi&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dengan demikian adalah sebuah keharusan bagi mahasiswa untuk menjadi pelopor dalam melakukan fungsi control terhadap jalannya roda pemerintahan sekarang. Bukan malah sebaliknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Agenda reformasi adalah tanggung jawab kita semua yang masih merasa terpanggil sebagai kaum intelektual, kaum yang kritis dan memiliki semangat yang kuat. Dan tanggung jawab ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai rasa sosial yang tinggi. Bukan orang-orang kerdil yang hanya memikirkan perut, golongannya dan tidak bertanggung jawab. Hanya lobang-lobang kematianlah yang mampu menjadikan mereka untuk berpikir bertanggung jawab. Jangan pikirkan mereka, mari pikirkan solusi untuk menghibur Ibu Pertiwi yang selalu menangis dengan ulah-ulah anak bangsanya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kondisi tersebut tidak terlihat lagi pada masa kini, mahasiswa memiliki agenda dan garis perjuangan yang berbeda dengan mahasiswa lainnya. Sekarang ini mahasiswa menghadapi pluralitas gerakan yang sangat besar. Meski begitu, setidaknya mahasiswa masih memiliki idealisme untuk memperjuangkan nasib rakyat di daerahnya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mahasiswa sudah telanjur dikenal masyarakat sebagai &lt;i&gt;agent of change, agent of modernization, &lt;/i&gt;atau agen-agen yang lain. &lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Hal ini memberikan konsekuensi logis kepada mahasiswa untuk bertindak dan berbuat sesuai dengan gelar yang disandangnya. Mahasiswa harus tetap memiliki sikap kritis, dengan mencoba menelusuri permasalahan sampai ke akar-akarnya. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengan adanya sikap kritis dalam diri mahasiswa diharapkan akan timbul sikap korektif terhadap kondisi yang sedang berjalan. Pemikiran prospektif ke arah masa depan harus hinggap dalam pola pikir setiap mahasiswa. Sebaliknya, pemikiran konservatif pro-&lt;i&gt;status quo&lt;/i&gt; harus dihindari.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Mahasiswa harus menyadari, ada banyak hal di negara ini yang harus diluruskan dan diperbaiki. Kepedulian terhadap negara dan komitmen terhadap nasib bangsa di masa depan harus diinterpretasikan oleh mahasiswa ke dalam hal-hal yang positif. Tidak bisa dimungkiri, mahasiswa sebagai &lt;i&gt;social control&lt;/i&gt; terkadang juga kurang mengontrol dirinya sendiri. Sehingga mahasiswa harus menghindari tindakan dan sikap yang dapat merusak status yang disandangnya, termasuk sikap hedonis-materialis yang banyak menghinggapi mahasiswa.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Karena itu, kepedulian dan nasionalisme terhadap bangsa dapat pula ditunjukkan dengan keseriusan menimba ilmu di bangku kuliah. Mahasiswa dapat mengasah keahlian dan spesialisasi pada bidang ilmu yang mereka pelajari di perguruan tinggi, agar dapat meluruskan berbagai ketimpangan sosial ketika terjun di masyarakat kelak.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan. Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Peran Lembaga Kemahasiswaan cukup signifikan, baik untuk lingkup nasional, regional maupun internal kampus itu sendiri. Ke depan, peran strategis ini seharusnya juga dimainkan oleh lembaga-lembaga formal kampus lainnya seperti pers mahasiswa, atau kelompok studi profesi. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Secara garis besar, menurut Sarlito Wirawan, ada sedikitnya tiga tipologi atau karakteristik mahasiswa yaitu tipe pemimpin, aktivis, dan mahasiswa biasa.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; tipologi mahasiswa pemimpin, adalah individu mahasiswa yang mengaku pernah memprakarsai, mengorganisasikan, dan mempergerakan aksi protes mahasiswa di perguruan tingginya. Mereka itu umumnya memersepsikan mahasiswa sebagai kontrol sosial, &lt;i&gt;moral force&lt;/i&gt; dan dirinya &lt;i&gt;leader tomorrow&lt;/i&gt;. Mereka cenderung untuk tidak lekas lulus, sebab perlu mencari pengalaman yang cukup melalui kegiatan dan organisasi kemahasiswaan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; tipologi aktivis ialah mahasiswa yang mengaku pernah aktif turut dalam gerakan atau aksi protes mahasiswa di kampusnya beberapa kali (lebih dari satu kali). &lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Mereka merasa menyenangi kegiatan tersebut, untuk mencari pengalaman dan solider dengan teman-temannya. Mahasiswa dari kelompok aktivis ini, juga cenderung tidak ingin cepat lulus, namun tidak ingin terlalu lama. Mereka tidak terlalu memersepsikan diri sebagai &lt;i&gt;leader tomorrow&lt;/i&gt; namun pengalaman hidup perlu dicari di luar studi formalnya. Sudah barang tentu jumlah mereka itu lebih banyak daripada kelompok pemimpin.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt; tipologi mahasiswa biasa adalah kelompok mahasiswa di luar kelompok pemimpin dan aktivis yang jumlahnya paling besar lebih dari 90%. Sesungguhnya cenderung pada hura-hura yaitu kegiatan yang dapat memberikan kepuasan pribadi, tidak memerlukan komitmen jangka panjang dan dilakukan secara berkelompok atau bersama-sama. Mereka ingin segera lulus, bahkan tidak sedikit mahasiswa yang tidak segan-segan dengan cara menerabas (&lt;i&gt;nyontek&lt;/i&gt;, membuat skripsi "Aspal" dan lain-lain) agar segera lulus. Apakah hal ini merupakan indikator kurangnya dorongan prestatif di kalangan mahasiswa, masih perlu diteliti.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Fakta membuktikan, dinamika kehidupan bangsa dan mahasiswa pada umumnya banyak dimotori oleh tipe pemimpin dan aktivis ini. Meskipun secara kuantitas kecil tetapi mereka mampu menjadi pendorong dan agen utama perubahan dan dinamika kehidupan kampus. Sebagian mereka karena telah terlatih menjadi pemimpin dan aktivis, maka tidak sulit setelah selesai pada akhirnya mereka juga menjadi pemimpin dan aktivis setelah terjun di masyarakat dan pemerintahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Urgensi bagi daerah&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dilihat dari segi kualitas maupun kuantitas, para mahasiswa tetap saja merupakan komunitas elite yang patut diperhitungkan dari dulu dan sampai kini terlebih bagi suatu daerah. Di daerah, masih relatif sedikit anggota masyarakatnya yang dapat menyekolahkan sampai tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, keberadaan mahasiswa bagi suatu daerah merupakan modal sosial yang luar biasa, yang dapat dimanfaatkan dan diberdayakan bagi pembangunan suatu daerah. Namun mahasiswa, dapat juga menjadi suatu "ancaman" bagi pemerintahan suatu daerah karena dapat bersikap kritis dan mengambil peran sebagai kekuatan kontrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Demikian juga para mahasiswa harus mulai berorientasi ke daerah bukan lagi ke pusat karena Pusat selain sudah &lt;i&gt;overload&lt;/i&gt; juga menjadi simbol ketimpangan pembangunan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, sehingga diperlukan desentralisasi dan orientasi baru dalam pembangunan daerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;    &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Organisasi kemahasiswaan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dinamika kehidupan mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari wadah atau organisasi yang menjadi instrumen bagaimana gagasan atau program berusaha diwujudkan, baik organisasi intra maupun ekstra kampus. Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian mahasiswa untuk mewujudkan tujuan pendidikan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mengingat mahasiswa merupakan bagian dari &lt;i&gt;civitas academica&lt;/i&gt; dan sebagai generasi muda dalam tahap pengembangan dewasa muda, maka dalam penataan organisasinya disusun berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk mahasiswa dan merupakan subsistem dari perguruan tinggi yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pengalaman selama ini menunjukkan, perguruan tinggi yang telah berhasil membentuk organisasi kemahasiswaan sesuai prinsip-prinsip tersebut cenderung akan diterima oleh para mahasiswa dan memperoleh partisipasi secara optimal. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa kegiatan kemahasiswaan di perguruan tinggi maupun antarkampus dapat berjalan dengan lancar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Perlu dicatat, dewasa ini kecenderungan organisasi kemahasiswaan yang bernuansa keilmuan dan profesi yang kegiatannya antarkampus. Bahkan kadang-kadang berdimensi internasional cukup meningkat. Hal ini, jelas memerlukan uluran tangan pimpinan perguruan tinggi, baik dalam aspek bimbingan keilmuan maupun dukungan biaya yang tidak ringan. &lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Keterlibatan ikatan profesi senior mereka dan dunia usaha, diharapkan dapat menunjang kegiatan ini.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Di Lingkungan Universitas ini, kami memperjuangkan pmebentukan lembaga kemahaiswaan tingkat universitas yang insya allah pada tahun ini akan dibentuk secara formal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3620766652282225375?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3620766652282225375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3620766652282225375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3620766652282225375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3620766652282225375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/03/peran-dan-pergerakan-kemahasiswaan-yang_17.html' title='Peran dan Pergerakan Kemahasiswaan yang Tak Pernah Mati'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-6806593869002498842</id><published>2008-03-17T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T22:07:31.458-07:00</updated><title type='text'>Manajemen dan Pengembangan Organisasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="NO-BOK" &gt;MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;(&lt;i style=""&gt;Disampaikan pada kegiatan Upgrading Pengurus BEM FE UNPAK. Sabtu, 15 Maret &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;2008)&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Oleh : Hasbulloh )*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="NO-BOK" &gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Organisasi berasal dari kata &lt;i style=""&gt;organon &lt;/i&gt;dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, sehingga dapat saya simpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 35.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Orang-orang (sekumpulan orang),&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kerjasama,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tujuan yang ingin dicapai, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sedangkan Pengertian Manajemen dari beberapa literature sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Menurut Goerge R. Terry dan Leslie W. Rue dikemukakan bahwa : Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Menurut James A F Stoner dalam bukunya &lt;i&gt;Management,&lt;/i&gt; diungkapkan bahwa : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;T. Hani Handoko menyimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="NO-BOK" &gt;AKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="NO-BOK" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="NO-BOK" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Secara khusus manajemen organisasi mempunyai dua tugas utama yaitu efektivitas dan efisiensi, dimana :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i&gt;effective is to do the right something. &lt;/i&gt;Dimana efektif merupakan pencapaian tujuan atau target.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i&gt;efficiens is to do the something right &lt;/i&gt;. sedangkan efisien adalah cara dalam mencapai tujuan atau taget tersebut dengan memperkecil pengeluaran atau pemborosan&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sehingga dalam menjalankan roda organisasi dengan menggunakan sedikit mungkin sumberdaya namun mencapai tujuan yang maksimal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="NO-BOK" &gt;AKTIVITAS MANAJEMEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;aktivitas utama atau fungsi utama manajemen adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Perencanaan (Planning)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Gagal dalam merencanakan artinya merencanakan kegagalan, sehingga lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengorganisasian (organizing)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. (T.Hani Handoko)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan fokus pada tahap pengorganosasian adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="NO-BOK" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Apa saja tugas yang harus diselesaikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="NO-BOK" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Siapa yang yang mengerjakannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="NO-BOK" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Bagaimana tugas-tugas dikelompokkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Siapa melapor ke siapa? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Dimana keputusan harus dibuat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengarahan (Leading/Actuating) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengontrolan (controlling)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;PENGEMBANGAN ORGANISASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengertian Pengembangan Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Perubahan adalah pertanda kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Perubahan memberikan harapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="NO-BOK" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan&lt;b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Metode Pengembangan Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Metode Pengembangan Perilaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jaringan Manajerial (managerial Grid)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Latihan kepekaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pembentukan Tim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Umpan Balik Survei&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;On the job training&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Job Instruction Training&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Of the job training&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Vestibule training&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-6806593869002498842?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/6806593869002498842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=6806593869002498842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6806593869002498842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/6806593869002498842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/03/manajemen-dan-pengembangan-organisasi.html' title='Manajemen dan Pengembangan Organisasi'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3202596182507750158</id><published>2008-03-11T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T19:16:39.380-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN RAPAT YANG EFEKTIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;MANAJEMEN RAPAT YANG EFEKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;Disajikan pada setiap pelatihan organisasi kemahasiswaan (HMM dan BEM) di FE Universitas Pakuan serta di Himpunan Santri Daarul Uluum (HISADA) Bantarkemang Bogor&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapat adalah forum yang bersifat formal bagi pengambilan kebijakan organisasi dalam bentuk keputusan, kesepakatan atau lainnya tanpa harus didahului oleh konflik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah-langkah dalam menegefektifkan rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Perencanaan dan Persiapan Rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1. Apakah Rapat diperukan ?&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Berikut ini ada beberapa alasan kenapa orang mnyelenggarakan rapat yang semestinya&lt;br /&gt;       tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Temukan apa yang terjadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Anda memerlukan keputusan yang cepat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Rapat kuartalan/Bulanan/Mingguan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Anda ingin melibatkan setiap orang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Menyampaikan informasi yang tidak kontroversi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;    2.  Siapa yang harus diundang?&lt;br /&gt;         Orang-orang yang perlu diundang dalam rapat ialah yang :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perlu memberikan persetujuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Punya keahlian atau informasi yang diperlukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Punya keahlian dan intelegensia untuk membantu kelompok menghasilkan gagasan yang dibuat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan melaksanakan keputusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan mendorong gagasan anda untuk rapat itu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan memberikan kontribusi olh hasilnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara langsung akan terpengaruh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      3. Informasi Latar Belakang&lt;br /&gt;     4. Menciptakan sebuah agenda&lt;br /&gt;         Agenda sangat besarefektivitasnya dalam mengorganisir dan meluruskan rapat,&lt;br /&gt;         tetapi jarang digunakan secara efektif.&lt;br /&gt;    5. Mengantisipasi dan mencegah masalah.&lt;br /&gt;        Kita harus mengantisipasi beberapa hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Orang-orang yang bermasalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Topik-topik panas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Agenda Rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Agenda yang bagus dapat menyelesaikan setengah dari pekerjaan anda, bahkan sebelum&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    rapat dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   1. Menilai butir-butir agenda&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  menilai Permasalahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  menilai Tujuan, apakah untuk memberikan informasi?, diskusi? Atau memutuskan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  menilai Kpentingan rapat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   2. Butir-butir standar&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Notulen rapat terakhir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Meminta maf karena tidak hadir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Permasalahan-permasalahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Lain-lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Tangal dan waktu berikutnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Urutan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Hal paling penting pertama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Hal kurang penting pertama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  masalah-masalah rutin.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    3.  Penentuan waktu&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Menjaga agar rapat tetap pada jalur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  memberi tahu setiap orang bahwa waktu itu terbatas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Rapat dapat lebih mudah dikendalikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Memotivasi orang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Ada tujuan yang dapat diselesaikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Menulis Agenda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;Contoh agenda rapat&lt;br /&gt;   No     Butir     Tujuan         Tanggungjawab         Waktu&lt;br /&gt;  Pertanyaan2 Diskusi/infornmasi/keputusan Semua/perorangan 5 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Memimpin Rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1.  Merencanakan dan Persiapan&lt;br /&gt;   2.  Membuka Rapat&lt;br /&gt;   3.  Penyampaian agenda&lt;br /&gt;   4.  Penyampaian butir rapat&lt;br /&gt;   5.  Penyampaian tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Diskusi dan Partisipasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;1. Memotivasi&lt;br /&gt;   2. Mendengarkan&lt;br /&gt;   3. Mengendalikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Mendapat Kesepakatan dan Persetujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Menilai Keberhasilan (menutup rapat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. Menilai Ulang Rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya Rapat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengambil Tanggungjawab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memikirkan ulang rapat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyebab kegagalan rapat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3202596182507750158?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3202596182507750158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3202596182507750158' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3202596182507750158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3202596182507750158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/03/manajemen-rapat-yang-efektif.html' title='MANAJEMEN RAPAT YANG EFEKTIF'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-7199580179380334447</id><published>2008-03-11T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T19:22:13.339-07:00</updated><title type='text'>TEKNIK PERSIDANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;TEKNIK PERSIDANGAN&lt;br /&gt;Presented By Hasbulloh&lt;br /&gt;Disajikan pada setiap pelatihan organisasi kemahasiswaan (HMM dan BEM) di FE Universitas Pakuan serta di Himpunan Santri Daarul Uluum (HISADA) Bantarkemang Bogor&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sidang adalah forum formal bagi pengambilan keputusan yang akan menjadi kebijakan dalam sebuah organisasi (berstruktur dan mempunyai susunan hierarkis) dengan diawali oleh konflik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Rapat adalah forum yang bersifat formal bagi pengambilan kebijakan organisasi dalam bentuk keputusan, kesepakatan atau lainnya tanpa harus didahului oleh konflik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Musyawarah adalah forum informal sebagai sarana pengambil keputusan, kesepakatan, penyebaran informasi atau lainnya dalam sebuah institusi tanpa harus didahului oleh konflik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam persidangan&lt;br /&gt;1.    Sidang pleno : sidang yang dihadiri oleh seluruh peserta sidang. Termasuk        kedalam kategori  &lt;br /&gt;   sidang ini adalah; Sidang pendahuluan yang biasanya untuk menetapkan jadual, tata tertib dan&lt;br /&gt;    pemilihan presidium sidang.&lt;br /&gt;    Sidang pleno, biasanya di tengah persidangan untuk mengesahkan laporan&lt;br /&gt;    pertanggungjawabanyang dipimpin oleh presidium sidang.&lt;br /&gt;2.   Sidang paripurna, biasanya berisi tentang pengesahan hasil-hasil sidang.&lt;br /&gt;3. Sidang komisi adalah sidang yang diikuti oleh leserta terbatas (anggota komisi), sidang ini&lt;br /&gt;    diadakan untuk pematangan materi sebelum diplenokan, dipimpin oleh pimpinan komisi.&lt;br /&gt;4. Sidang sub komisi, sidang ini lebih terbatas dalm sidang komisi guna   mematangkan materi&lt;br /&gt;    lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam-macam sidang dilihat dari jabatan peserta dalam sebuah organisasi;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Sidang Presidium&lt;br /&gt;• Sidang BPH ( Badan Pengurus Harian )&lt;br /&gt;• Sidang Badan Koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam-macam Rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Rapat kerja (Raker), Munas, Muktamar, Mubes, Musda dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unsur-unsur  persidangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tempat atau ruang sidang&lt;br /&gt;2. Waktu dan acara sidang&lt;br /&gt;3. Peserta sidang&lt;br /&gt;4. Perlengkapan sidang&lt;br /&gt;5. Tata tertib sidang&lt;br /&gt;6. Pimpinan dan sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istilah-istilah dalam persidangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Skorsing adalah penundaan acara sidang untuk sementara waktu atau dalam waktu tertentu&lt;br /&gt;  pada waktu sidang berlangsung&lt;br /&gt;• Lobbying adalah penentuan jalan tengah atas konflik dengan skorsing waktu untuk&lt;br /&gt;   menyatukan pandangan melalui obrolan antara dua pihak atau lebih yang bersebrangan secara&lt;br /&gt;   informal.&lt;br /&gt;• Interupsi adalah memotong pembicaraan, ditempuh dengan menggunakan kata "interupsi"&lt;br /&gt;   yang pada hakekatnya meminta kesepakatan untuk berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam-macam interupsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Interupsi point of order : meminta kesempatan untuk bicara atau dipergunakan untuk&lt;br /&gt;   memotong pembicaraan yang dianggap menyimpang dari masalah.&lt;br /&gt;• Interupsi point of information : memberikan atau meminta penjelasan atas apa yang telah&lt;br /&gt;  disampaikan&lt;br /&gt;• Interupsi point of clarification : meluruskan permasalahan agar penyimpangan tidak semakin&lt;br /&gt;  menajam&lt;br /&gt;• Interupsi point of prevelage : tidak setuju atas pemojokan, penyinggungan persoalan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan palu dalam rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam rapat, penggunaan palu sangat penting sekali, pimpinan rapat harus memahami tata cara penggunaan palu. Karena, kesalahan penggunaan atau pengetukan palu sidang akan mengacaukan situasi sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam penggunaan palu rapat&lt;br /&gt;1 kali ketukan berarti&lt;br /&gt;• Mengesahkan hasil rapat&lt;br /&gt;• Pengalihan palu sidang&lt;br /&gt;2 kali ketukan&lt;br /&gt;• Skorsing&lt;br /&gt;3 kaliketukan&lt;br /&gt;• Pembukaan rapat&lt;br /&gt;• Penutupan rapat&lt;br /&gt;Berkali-kali sedang&lt;br /&gt;• Peringatan atau meminta perhatian peserta rapat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-7199580179380334447?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/7199580179380334447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=7199580179380334447' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7199580179380334447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7199580179380334447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/03/teknik-persidangan-presented-by.html' title='TEKNIK PERSIDANGAN'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-7476976481697763367</id><published>2008-03-02T18:29:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T18:53:06.550-08:00</updated><title type='text'>Daarul Uluum Berkabung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Daarul Uluum Berkabung&lt;br /&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;Tulisan ini dibuat setelah terjadi musibah meninggalnya santri Pesantren Daarul Uluum 2 sehingga membuat kami berkabung dan berduka&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sabtu sore sebenarnya bercuaca cukup cerah setelah beberapa minggu diguyur hujan berkepanjangan, pagi harinya pun saya sempat berkunjung ke Pesantren Nurul Iman Parung yang cukup megah dengan luas 7 Ha, sehingga menjelang sore hari saya memutuskan untuk mengisi waktu luang ke &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1204511239_0"&gt;Toko Buku Gramedia&lt;/span&gt;, banyak buku yang belum ku ketahui sampulnya untuk dibaca, karena tidak mungkin ku beli semua disebabkan harganya yang lumayan melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika sedang asyik mengitari jajaran rak buku bagian depan Gramedia yang terisi penuh dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best seller book, &lt;/span&gt;ada beberapa buku yang saya senang ketika sudah membacanya, Ayat-ayat cinta karya kang abik (habiburrahman El-Shirazy), yang menceritakan percintaan yang bernuansa Islam, tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata yang menceritakan semangat perjuangan dan belajar sehingga mampu menggapai mimpi yang sulit kita jangkau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana ceria saya praktis berubah 180 derajat, ketika saya sedang asyik melihat-lihat sampul buku yang unik dan menimbulkan nafsu mebaca saya, tiba-tiba telpon berdering dari Al-Ustadz Nasrudin Latif, ketua Yayasan yang dengan sekali mendengar nada tergesa-gesanya saya menangkap aura kepanikan yang tak terkira yang sedang beliau alami, bagi saya karena sering berbicara, bertukar pikiran dan meminta nasihat, sangat mudah merasakan kegundahannya...Ada kabar yang sangat mengejukan hati dan pikiran saya langsung mengernyut ketika beliau menugaskan saya untuk mencari bantuan sebanyak-banyaknya karena ada salah satu santri di daarul uluum 2 yang tenggelam di pusaran air deras daerah sungai Ciowa, saya pun terperanjat, tanpa basa-basi langsung meluncur ke kampus dan bernegosiasi dengan kawan-kawan Pencinta Alam (WAPALAPA) untuk menyiapkan pertolongan pertama. Saya ceritakan semua informasi yang saya dapat baik dari ust. Nas, ataupun dari yang lainnya..karena HP-ku berdering 2 menit sekali mendengar kepanikan seluruh pengurus Daarul Uluum, setelah bernegosiasi panjang, dan menyepakati metode pertolongan pertama, saya pun meluncur dengan kecepatan penuh tanpa memikirkan keselamatan diri pribadi berangkat ke lokasi kejadian. Sesampainya saya di sana, antrian masyarakat dan sepeda motor sangat sesak memenuhi jalan setapak menuju DAM (bendungan air) Ciowa.. mereka berduyun ingin mengetahui kabar yang mengagetkan semua pihak. Dengan menerobos melewati kerumunan, saya pun langsung ke area sungai yang lumayan deras dan di sana sudah berjajar guru-guru Daarul Uluum, Ust Iqbal basah kuyup, ust. Ozy sudah membiru karena kedinginan, Ust. Nasrudin terunglai lemas di salah satu pojok aliran sungai menunggu hasil pencarian yang belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menunggu lama, sampai jam 21.00 pasukan katak Brimob datang dengan perlengkapan renang, setelah memeriksa lokasi dan persiapan, mereka pun meluncur dengan satu perahu karet dan dua penyelam, selang waktu 10 menit di dalam air, kami berharap dengan penuh kecemasan, mudah-mudahan santri tenggelam itu dapat langsung ditemukan dan kami sorak sorai bersyukur mayat santri tersebut ternyata sudah terbujur kaku dengan kedua kaki tertekuk dan tangan kaku diangkat oleh regu penyelam "alhamdulillah" akhirnya santri tersebut sudah ditemukan disambut oleh tangisan histeris orang tua dan langsung dibawa ke Pesantren Daarul Uluum 2 Nagrak untuk disemayamkan, setelah itu atas permintaan orang tua langsung dibawa ke rumah duka dihantarkan oleh para Pengasuh Pesantren...seluruh santri menunggu dengan isak tangis kesedihan yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua.&lt;br /&gt;Pemberitaan Media Massa yang menurut saya menyudutkan adalah pemberitaan beberapa televisi (TPI, Tv One, SCTV) yang paling mengecewakan buat saya adalah pemberitaan yang diluar keterangan yang saya sampaikan sebelumnya kepada kontributor SCTV pada rubrik Liputan 6 SCTV tanggal 02 Maret 2008 mereka menulis penggalan ini :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  ....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mahfuzi bersama 200 teman lainnya sedang mejalankan orientasi pengenalan kampus (Opspek) kegiatan pramuka yang diselenggarakan sekolahnya. Menurut keterangan guru pembina SMP Darul Ulum, korban terpisah dengan rombongan pramuka setelah mengikuti kegiatan di sekitar Bendungan Ciowa. Menurut saksi mata, Mahfuji terlihat kelelahan berenang dan akhirnya tenggelam.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Padahal pada saat pencarian korban, keterangan jelas sudah saya sampaikan bahwa agenda Pramuka yang dilakukan bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Opspek &lt;/span&gt;seperti yang mereka tulis, tetapi hanya latihan Pramuka rutin pada hari sabtu, dan tidak ada Opspek sehingga pemberitaan ini mendapat respon yang beragam dari berbagai kalangan, Alumni yang langsung berbelasungkawa dan minta klarifikasi dari saya atas kejadian ini, Walisantri dan  Stakeholder lainnya.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan meninggalnya saudara Mahfauzi santri Daarul Uluum mudah-mudahan meninggal dalam keadaan syahid fii sabilillah karena dalam keadaan menuntut ilmu. sesuai dengan hadits Nabi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Man kharaja fii tholabil Ilmi fahua fii sabiilillahi hatta yarji'a"&lt;/span&gt; ..Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia di jalan Allah sampai ia kembali....selamat jalan kami ucapkan. Kami sangat berduka atas peristiwa ini...Hasbulloh (02-03-2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-7476976481697763367?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/7476976481697763367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=7476976481697763367' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7476976481697763367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/7476976481697763367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/03/daarul-uluum-berkabung.html' title='Daarul Uluum Berkabung'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3272625031183941765</id><published>2008-01-08T08:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T09:20:34.436-08:00</updated><title type='text'>Kewirausahaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KIAT KHUSUS MEMULAI USAHA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dari hasil diskusi dengan beberapa direksi PT Cosma dalam tema memulai usaha&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini merupakan intisari dari diskusi saya dengan dua orang direksi PT Cosma di kantornya daerah sempur kaler &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Pada Tanggal 08 Januari 2008 jam 14.30 s.d 16.00 WIB.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Diawali ketika saya dan pak saepuddin, bergegas berangkat ke PT Cosma untuk “presentasi” perkembangan Koppontren Daarul Uluum yang kami dirikan dan kami kelola, dalam hal ini kami membawa sekian bundel proposal yaitu, Profile pengembangan koppontren Daarul Uluum, Panduan Umum Simpan Pinjam Pola Syariah (SP2S), Proposal pengembangan Industri Susu Pengolahan Susu (IPSUS) dan juga Proposal Sentra Inkubasi Wira Usaha (SINUS). Ternyata banyak juga kami membawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;proposal ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, sehingga kami pun sempat tidak bisa mengkonsentrasikan mana yang akan kami prioritaskan?, setelah sampai di sana, kami menunggu beberapa menit dan kemudian para direksi kembali ke kantor setelah beristirahat siang, dan kami pun dipersilahkan masuk ke ruang kantor dan langsung duduk di ruangan Bapak Oon, salah satu direksi di sana..&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Suasana pun agak mencair ketika pak Oon memulai pertanyaan dengan menanyakan maksud kedatangan kami, dan kami pun menjelaskannya dengan mengeluarkan proposal yang kami bawa.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami pun akhirnya mencair melakukan diskusi tentang bagaimana mengelola Industri Pengolahan Susu, yang kemudian ditambah dengan kedatangan H. Deffi salah satu direksi di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; beberapa poin penting yang kami bicarakan, diantaranya tentang bagaimana memulai Usaha, dan mengembangkan usaha. Dalam memulai usaha, seharusnya kita :&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mempersiapkan usaha apa      yang akan kita laksanakan dengan mencari banyak informasi dan keterangan      tentang usaha yang kita lakukan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita menentukan      jenis usaha yang akan kita geluti, kita harus mulai merencanakan secara      matang&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membuat bussiness plan yang      bisa meyakinkan investor.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu memulai usaha      dengan fokus dan konsentrasi dan juga harus memprkuat jaringan pasar untuk      meningkatkan omzet penjualan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu maka evaluasi      atas usaha tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Karena      setiap usaha kita harus selalu dievaluasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam hal pemasaran, Pak H Deffi secara khusus memberikan tips tentang teknik pemasaran yang sukses. Yaitu dengan inti bahwa pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Baikyang santun bahkan bisa dengan agak menekan sekalipun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya untuk produk susudan Yoghurt Pak H Deffi memberikan gambaran bahwa produk tersebut kalau hanya dipasarkan apada kalangan siswa sekolah maka akan kesulitan untuk bersaing. Karena sudah banyak produsen besar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; melintang di segmen pasar tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Namun, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah diversifikasi produk dan merk, sehingga dengan kualitas yang sama, tapi dengan kemasan yang berbeda dan merk yang berbeda sehingga akan menghasilkan harga yang berbeda dan tentunya keuntungan yang berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banyak kalangan pasar tingkat ekonomi menengah ke atas yang memang mengkonsumsi susu murni mapun olahan, karena perhatian mereka terhadap kesehatan lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan tips ini bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3272625031183941765?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3272625031183941765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3272625031183941765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3272625031183941765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3272625031183941765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/01/kewirausahaan.html' title='Kewirausahaan'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-3995587708672795084</id><published>2007-12-07T08:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-07T08:54:39.861-08:00</updated><title type='text'>Ekonomi Kerakyatan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;PENGEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UNTUK MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; Oleh : Hasbulloh&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;Disusun pada saat mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2007 tingkat Universitas Pakuan dan meraih juara pertama&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK) sebenarnya telah cukup berjasa menjadi salah satu penyelamat ketika ekonomi Indonesia berada pada titik nadzir krisis akhir dekade lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama 2003, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Koperasi menyumbang total Produk Dometik Bruto (PDB) sebesar 56,7 persen atau senilai Rp. 1,013 trilliun.(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;TEMPO Interaktif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;23/09/2004)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada tahun 2004 jumlah koperasi mencapai 130.730 unit, naik sebesar 6,13 % dari posisi tahun 2003 yang hanya 123.181 unit. Jumlah anggota mengalami kenaikan sebesar 0,88 % dari 27.282.658 orang menjadi 27.523.053 orang. Sedangkan pada modal usaha meningkat dari Rp. 24,3 triliun menjadi Rp. 28,9 triliun yang berimbas langsung pada peningkatan volume usaha dari Rp. 31,6 triliun menjadi Rp. 37,6 triliun. Yang kesemuanya itu berujung pada peningkatan sisa hasil usaha dari Rp. 1,9 triliun pada tahun 2003 menjadi Rp. 2,2 triliun tahun 2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain itu, pada tahun 2006 kemarin, pelaku UKM berjumlah sekitar 44,6 juta unit atau sekitar 99,9 persen dari jumlah pelaku usaha di Indonesia dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 96,77 persen dan menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 54,2 persen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu, yang pernah berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal “Revolusi Industri” di Eropa pada akhir abad 18 dan selama abad 19, sering disebut sebagai Koperasi Historis atau Koperasi Pra-Industri. Koperasi Modern didirikan pada akhir abad 18, terutama sebagai jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal Revolusi Industri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;(Revrisond Baswir : 26 : 2000) Perkenalan bangsa Indonesia dengan koperasi dimulai pada penghujung abad ke 19, tepatnya pada tahun 1895. Di tengah-tengah penderitaan masyarakat Indonesia, &lt;b&gt;R. Aria Wiraatmaja&lt;/b&gt;, seorang patih di Purwekerto, mempelopori berdirinya sebuah bank yang bertujuan menolong para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha ini mendapat persetujuan dan dukungan dari Residen Purwekerto E. Sieburg. Badan Usahanya berbentuk koperasi, dan diberi nama Bank Penolong dan Tabungan &lt;i&gt;(hulp en spaarbank).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada tahun 1908 lahir perkumpulan Budi Utomo yang dalam programmnya memanfaatkan sector perkoperasian untuk mensejahterakan rakyat miskin dimulai dengan koperasi industri kecil dan kerajinan. Ketetapan kongres Budi Utomo di Yogyakarta adalah antara lain memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan rakyat melalui pendidikan, serta mewujudkan dan mengembangkan gerakan berkoperasi. Telah didirikan "Toko Adil" sebagai langkah pertama pembentukan koperasi konsumsi&lt;i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di tahun 1920-an, pemerintah kolonial Hindia Belanda membentuk jawatan koperasi sebagai bagian dari Kementrian Perekonomian. Jawatan ini mempunyai cabang di semua propinsi dan kantor inspeksi di tiap kabupaten. Ada dua sekolah menengah koperasi pada masa itu yaitu di Yogyakarta dan di Bandung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tahun 1927 pemerintah kolonial mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pemerintah untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai prinsip-prinsip koperasi dan pelaksanaannya dan pada tahun terbentuk pula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Regeling Inlandschhe Cooperatieve”. Dibentuk pula Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sementara itu, pergerakan koperasi dan UMKM di Indonesia tidak mengalami proses perjuangan dan tantangan serta konflik yang menyebabkan koperasi memang benar-benar perlu untuk ditegakkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perkembangan setelah Proklamasi kemerdekaan, adalah di tahun 1946, jawatan koperasi Yogyakarta menyelenggarakan kursus selama seminggu untuk kader-kadernya di tiap kabupaten. Koperasi dibentuk di daerah perkotaan dan pedesaan. Kemudian dilakukan penumpukan modal melalui wajib menabung 10 sen (di luar jumlah harga barang yang dibeli) setiap kali terjadi pembelian. Sistem pendistribusian barang dengan menggunakan jalur kelurahan digunakan kartu yang diserahkan ke panitian distribusi. Diperkirakan telah didapat sekitar Rp. 2 juta pemasukan dari 400.000 keluarga Yogyakarta yang membeli antara tahun 1946 hingga akhir 1948. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sistem koperasi ini lenyap dengan serbuan Belanda ke Yogyakarta pada Desember 1948.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada tahun 1952 dibentuk kembali koperasi baru di Kulon Progo dan Bantul. Meskipun tingkat pertumbuhan koperasi di Yogyakarta sangat pesat dalam kurun 1952 hingga 1957 - diketahui ada 310 koperasi di penghujung tahun 1957 jenisnya adalah: koperasi desa serbaguna (kredit), koperasi pegawai negeri, koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi konsumsi, dan koperasi lumbung, namun di tahun 1957 telah terjadi pembubaran sejumlah koperasi. Alasan utama pembubaran koperasi adalah: anggota tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi hutang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Praktek koperasi di Indonesia menjadi lebih buruk lagi selama kurun Orde Baru, disebabkan digunakannya koperasi sebagai alat pemerintah untuk melakukan perdagangan secara monopoli dan mengorbankan lapisan sosial tertentu untuk menyangga -- menjadi kurban dari -- 'pembangunan.' Semenjak dipimpin oleh Pang Suparto. Pada tahun yang sama, Departemen Koperasi dirubah menjadi Kementerian Perdagangan dan Koperasi dibawah pimpinan Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, sedangkan Direktur Jenderal Koperasi dijabat oleh Ir. Ibnoe Soedjono (dari tahun 1960 s/d 1966). Pada tahun 1967 diberlakukan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian tanggal 18 Desember 1967. Koperasi masuk dalam jajaran Departemen Dalam Negeri dengan status Direktorat Jenderal. Mendagri dijabat oleh Basuki Rachmad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat ini, kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemberdayaan UMKMK dan pengembangan ekonomi rakyat secara umum. Walaupun sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009, langkah pemberdayaan UMKMK Indonesia dianggap berjalan di tempat, jika tidak dapat dikatakan regress ke belakang. Tidak jarang, apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, kesan skeptisme dan pesimisme akan muncul dari masyarakat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat telah belajar banyak bahwa setiap kebijakan pasti menghasilkan dampak baik dan dampak buruk bagi sebagian masyarakat dan stakeholders yang tersangkut dengan kebijakan tersebut. Bahkan kekhawatiran utama terhadap gagasan kebijakan – apalagi secara langsung hanya terkesan melayani kepentingan birokrasi – instrumen kebijakan itu akan terpelintir oleh kepentingan ekonomi dan afiliasi politik sesaat, dan dimanfaatkan oleh petualang-petualang bisnis dan politik yang berada di pusat lingkaran kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Negara-negara di dunia dapat mempertahankan dan mengembangkan perekonomian nasionalnya dengan adanya kegiatan sector riil. Berbagai kegiatan usaha berjalan dengan kondisi dan potensi masing-masing perubahan dan bisa dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu perusahaan/bisnis skala besar atau raksasa, skala menengah, dan skala kecil. Pengelompokkan-pengelompokkan tersebut di Negara yang satu berbeda dengan Negara lain karena kelompok usaha tersebut bergerak di semua bidang kegiatan ekonomi (pertambngan, pertanian, perhotelan, perbankan, dan sebagainya juga manufaktur, perdagangan dan seterusnya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perkembangan yang ideal ialah apabila unsure-unsur dalam kelompok kelompok tersebut saling menghidupi secara makro ekonomi dapat mendorong GNP serta terjaminnya lapangan kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Apabila kondisi ideal tersebut tidak terpenuhi dan diusahakan untuk adanya pemenuhan kondisi ideal tersebut, maka akan terjadi ketimpangan masyarakat yang memiliki usaha kecil dengan korporasi, sehingga keinginan bahwa kegiatan ekonomi untuk kepenitngan masyarakat kecil, menengah yang merupakan satu kesatuan rumah tangga dengan masyarakat ekonomi tinggi dalam suatu Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(Tiktik Sartika Partomo dan Abd. Rachman Soejoedono : 2002:12) Pembangunan ekonomi nasional kita sedang dan akan menghadapi perubahan yang fundamental yang berlangsung dengan cepat dan perlu kesiapan dari para pelakunya. Perubahan fundamental pertama ialah terjadi di tingkat internasional yqitu proses globalisasi dengan perdagangan bebas dunia sebagai salah satu motor penggeraknya Perubahan fundamental kedua terjadi di dalam negeri, yaitu berlangsungnya transformasi struktur perekonomian nasional dan perubahan pola konsumsi masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menurut saya perubahan-perubahan tersebut perlu diperhatikan menuntut pengembangan mendasar dari pertumbuhan dan keberlangsungan UMKMK di negeri kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sehingga dalam tulisan ini penulis sangat tertarik untuk membahas perkoperasian dan UMKM di Inodonesia karena hampir setiap tahun dan periode pemerintahan yang tentunya berkaitan dengan pembangunan ekonomi kerakyatan. Pengembangan koperasi dan UMKM selalu digulirkan, namun selalu hanya menjadi ekonomi rakyat pinggiran dan tidak mengalami peningkatan yang pesat dan berkontribusi kepada rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Didasarkan pada beberapa catatan di atas, maka dipandang perlu adanya evaluasi yang mendalam agar aplikasi perekonomian Inodensia yang berbasis kerakyatan sesuai dengan harapan &lt;i&gt;founding father&lt;/i&gt; yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk lebih mendalami dan mengevaluasi atas kebijakan dan pengembangan KUKM sebagai basis ekonomi kerakyatan, maka penulis mengambil judul "&lt;b&gt; PENGEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UNTUK MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pemberdayaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;koperasi dan UMKM di Indonesia dari masa ke masa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sistem Ekonomi Indonesia mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 dan system ekonomi kita bukanlah pasar bebas ataupun perencanaan sentral tetapi berdasarkan pada ekonomi kerakyatan (istilah ini digunakan secara resmi dalam TAP MPR No IV/MPR/1999). Dan sesuia pasal 33 UUD 45 peerekonomian disususn sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Dan ekonomi koperasi serta UMKM merupakan pengembangan yang sangat ideal dalam ekonomi kerakyatan yang berasas kekeluargaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Namun, Pemberdayaan UMKMK di Indonesia mengalami sejarah pasang-surut yang juga sangat berhubungan dengan “kebiasaan buruk” di negara tercinta Indonesia yang sering melakukan perubahan strategi dan prioritas kebijakan pembangunan ekonomi. Entah karena hanya sekadar ingin berbeda dari pendahulunya atau terbawa oleh identitas dan ideology tertentu, pergantian rezim pemerintahan – bahkan sekedar pergantian menteri, prioritas pemberdayaan UMKMK dan kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan juga mengalami perubahan yang cukup signifikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa akan diuraikan di bawah ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemerintahan Orde Lama (Rezim Soekarno)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;(Revrisond Baswir : 29 : 2000) Setelah memperoleh kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan kebijakan ekonominy. Suatu hal yang sangat jelas pada periode ini adalah menonjolnya tekad para pemimpin bangsa Indonesia untuk negubah tatanan perekonomian Indonesia yang Liberal-Kapitalistik menjadi tatanan perekonomian yang sesuai dengan semangat pasal 33 Undang-undang Dasar 1945.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana diketahui, dalam pasal 33 UUD 1945, semangat Koperasi ditempatkan sebagai semangat dasar perekonomian bangsa Indonesia. Melalui pasal itu, bangsa Indonesia bermaksud untuk menyusun suatu sistem perekonomian usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Karena itulah di dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945, Koperasi dinyatakan sebagai bangunan usaha sesuai dengan sistem perekonomian yang hendak dikembangkan di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, fokus kebijakan ekonomi terlalu berat pada pengkuatan basis politik sebagai suatu &lt;i&gt;nation state &lt;/i&gt;yang baru lepas dari imprialisme dan kolonialisme.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada masa itu nyaris belum dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemilah-milahan kelompok usaha ke dalam jenis usaha besar, usaha kecil dan menengah, mungkin karena pertumbuhan dunia usaha tidak se-dinamis seperti sekarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menariknya lagi, hampir setiap aktivitas ekonomi dan keputusan politik yang bersangkut paut dengan modal asing nyaris dianggap bertentangan dengan semangat revolusi dan peletakan dasar-dasar berbangsa dan bernegara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;Salah satu catatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling menonjol adalah pencanangan suatu Program Benteng yang sengaja untuk memajukan sektor swasta atau sektor usaha secara umum, terutama pribumi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada tahun 1950an sudah tercatat nama-nama besar seperti Gani Aziz, Agoes Dassaad, Achmad Bakrie, Eddy Kowara, Hasjim Ning, dan lain-lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut catatan, pada waktu itu telah muncul 23 pengusaha, 18 diantranya bertahan sampai pada awal 1960an.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 63pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun situasi yang cukup menggembirakan tersebut segera berakhir dengan diterbitkannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;UU Koperasi No.14/1965 yang menyebabkan perkembangan koperasi kembali memburuk yaitu sulitnya bagi seseorang untuk menjadi anggota koperasi, tanpa menggabungkan diri sebagai anggota kelompok politik tertentu. Hal ini jelas menghancurkan citra koperasi, dan menguatkan pendapat masyarakat bahwa koperasi hanyalah sekedar alat bagi kepentingan kelompok tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Pemerintahan Orde Baru (rezim Soeharto)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada masa Orde Baru, terdapat perbedaan arah dan haluan kebijakan pengembangan sektor swasta pada masa Orde Baru dan Orde Lama. Pemerintah Orde Baru tidak lagi mengutamakan kesukuan/etnis tertentu atau pengusaha asli pribumi saja, tetapi sudah meluas pada pengusaha keturunan Cina.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Disamping itu, beberapa pengusaha diduga bersangkut paut dengan partai terlarang pada waktu itu, sehingga tidak mempunyai tempat dan ruang gerak untuk tumbuh dan berkembang, disamping tentunya karena kegiatan perusahaannya tidak dapat dipertahankan karena kondisi dan iklim perekonomian yang serba tidak stabil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengusaha Cina keturunan tersebut tumbuh dengan pesat, konon disamping karena sifat enterpreunership yang merupakan bakat dan filsafat hidupnya, juga aksesnya pada penguasa negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu ciri khusus pengusaha pada Pemerintah Orde Baru sejak tahun 1970an adalah kedekatannya pada penguasa dan unsur perumus kebijaksaan, yang dicerminkan oleh beberapa kemudahan dalam lisensi impor, kredit perbankan, penyalur makanan, dan lain-lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena itu kemudian muncul beberapa istilah (obyektif dan subyektif) seperti pengusaha-birokrat-politisi, kapitalis baru, patron pemerintah-penguasa baru, dan lain sebagainya. Salah satu perkecualian mungkin adalah Mohammad Gobel yang juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak asing, Matsushita, Jepang dengan beberapa komoditas elektronik: radio, telvisi, air conditioner (AC), baterai dan lain-lain, terbukti bahwa Mohammad Gobel tidak berafiliasi dengan patai politik milik pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nama-nama yang dekat dengan sumbu kekuasaan Orde Baru dan bekerjasama dengan investor asing sudah sangat familiar, misalnya di bidang otomotif: FIAT (Hasjim Ning), ASTRA (Wiliam Soerjadjaja), MITSUBISHI (Ibnu Sutowo), INDOMOBIL (Soedono Salim); di bidang perkapalan dan pelayaran (Soedarpo Sastrosatomo) atau bahkan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) di bidang tekstil dan garmen yang melibatkan beberapa unsur politisi dan pemerintahan. Sejak dekade 1970an, 1980 sampai awal 1990an, sektor usaha di Indonesia tumbuh subur, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang juga sangat tinggi untuk ukuran negara-negara berkembang, lebih 7 persen per tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kontribusi dan peranan sektor swasta -- bersama-sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) -- jelas sangat besar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari sinilah mulai muncul gejala konglomerasi, perusahaan raksasa bermunculan atau terjadi pemusatan aset dan sumber daya pembangunan pada beberapa kelompok pengusaha saja, terutama setelah keluarga Presiden Soeharto terjun langsung ke dunia usaha dan menjadi salah satu penggerak kapitalisme semu, dengan memanfaatkan akses ekonomi-politik di lingkaran kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam perspektif ekonomi, paradigma konglomerasi seperti di atas sangat erat kaitannya dengan strategi pembangunan ekonomi semenjak awal Orde Baru, yang lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Dengan landasan Trilogi Pembangunan (stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi dan pemeratahan pembangunan), pemerintah percaya bahwa stabilitas nasional yang baik akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, untuk akhirnya dapat memperbaiki tingkat pemerataan pendapatan warganya minimal melalui trickle down effect. Sampai seberapa ampuh falsafah Trilogi tersebut, semuanya tergantung pada pemerintahan baru sekarang karena kerangka landasan menuju masyarakat yang adil dan makmur masih belum jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kini Indonesia sedang mengalami dorongan kuat ke belakang sehubungan dengan krisis ekonomi berkepanjangan yang sangat erat kaitannya dengan paradigma konglomerasi yang dianut selama ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena itu, kejatuhan rezim Orde Baru Soeharto juga dipicu oleh gejala ketimpangan pendapatan dan akses pada sumberdaya produktif karena konglomerasi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;(Revrisond Baswir :32:2000) Salah satu kelemahan yang sangat menonjol pada zaman orde baru adalah mencoloknya tingkat ketergantungan koperasi terhadap fasilitas dan campur tangan pemerinta. Bahkan, Koperasi kadang-kadang sekedar sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan program-programnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemerintahan Transisi (Pimpinan Habibie)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada masa kepemimpinan transisitonal Presiden B.J. Habibie, pressure politik yang diberikan masyarakat untuk mengurangi gejala dan ancaman ketimpangan cukup besar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sidang istimewa Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) November 1998 dengan jelas dan tegas mengamanatkan pemerintah untuk melakukan strategi pemihakan yang serius dan keputusan politik yang kuat dalam pemberdayaan kelompok usaha mikro kecil-menengah dan koperasi (UMKMK). Disanalah jargon-jargon ekonomi kerakyatan menjadi menu sehari-hari dari kebijakan dan strategi yang dikeluarkan jajaran birokrasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Esensi dari strategi pemihakan atau langkah afirmatif (affirmative action) itu adalah bahwa proses reformasi ekonomi menuntut koreksi terhadap kebijakan ekonomi lama dengan kebijakan ekonomi baru yang bercorak kerakyatan, kemandirian dan kemartabatan dengan cara meletakkan dasar suatu sistem ekonomi terbuka, yang menjunjung tinggi tegaknya mekanisme pasar yang sehat dan berkeadilan. Tidak ada yang membantah dan berkeberatan terhadap wacana debat publik itu, karena di tingkat ideologis, keberhasilan proses reformasi ekonomi dengan sendirinya akan memperluas pemerataan sumberdaya ekonomi, termasuk aset-aset produktif yang sangat terkonsentrasi kepemilikannya pada negara dan konglomerat besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu pilar strategi pemihakan UMKMK yang sangat terkenal adalah 13 skema kredit program yang disalurkan melalui bank komersial dan juga melibatkan stakeholders lain. Serangkaian program peningkatan jaringan kerja kelembagaan dan pemihakan ekonomi dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga pengembangan swadaya masyarakat (LPSM) sampai ke pelosok tanah air. Suara kontra dan skeptis masih menganggap bahwa beberapa agenda pemberdayaan ekonomi kerakyatan justru tidak efektif, tidak mendidik, tidak akan serta merta mengantar Indonesia keluar dari krisis, bahkan cenderung tidak efisien karena menghabiskan anggaran negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di tingkat wacana pun, debat publik menjadi tidak bermutu karena kubu yang mendukung serta yang menentang strategi pemihakan dalam pengembangan UKM melalui langkah afirmatif itu sukar dipertemukan. Keduanya berangkat dari kutub pemikiran (mazhab), kepercayaan (belief) dan sistem nilai (value system) yang cukup kontras.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan ketiga ukuran di atas, hampir mustahil kedua kubu akan sampai pada suatu kompromi yang memuaskan, karena secara hakekat juga berbeda. Walaupun aspek pemantauan (monitoring) pengembangan UKM sebenarnya menjadi salah satu titik temu dari kedua kubu – selain karena kesamaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tujuan akhir untuk memberdayakan ekonomi rakyat – keduanya tidak pernah mencapai kompromi sampai berakhirnya rezim Habibie.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-style: normal;" lang="ES-TRAD"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemerintahan Reformasi (Rezim Gus Dur)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), praktis tidak tercatat satu pun langkah terobosan untuk mengembangkan UMKMK dan ekonomi rakyat secara umum. Bahkan, ketika Gus Dur menunjuk beberapa konglomerat besar dan kontroversial sebagai anggota Dewan Pengembangan Usaha Nasional (DPUN, yang akhirnya dibubarkan), nuansa kontroversi seakan dipelihara subur Presiden. Disamping&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena sosok konglomerat Sofyan Wanandi yang memang sedang berurusan dengan pihak berwajib, sebagai pribadi dan sebagai dunia usaha, absennya tokoh pejuang usaha kecil menengah, gerakan koperasi dan ekonomi rakyat merupakan salah satu bukti lemahnya prinsip-prinsip penegakan aransemen kelembagaan pada Pemerintahan Abdurrahman Wahid. Spekulasi di kalangan masyarakat memperkuat hipotesis manajemen ala pesantren yang dipakai Gus Dur untuk menjalankan dan mengelola negara, yang tentunya mengedepankan peranan kyai sebagai the most significant decision maker. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Ekspektasi masyarakat yang berlebihan bahwa Presiden Wahid akan memperkuat institusi pasar yang sempat tidak berfungsi dengan baik pada masa Presiden B.J. Habibie,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akhirnya tidak dapat dilakukan. Pemerintah kadang membuat kesan cukup liberal dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, bahkan terkesan sama sekali membiarkan mengikuti proses alamiah yang jelas tanpa fokus. Tapi, pada saat yang sama, pemerintah tampak terlalu lemah, karena berbagai kebijakan ekonomi sering “terpleset” menjadi tidak fokus, terombang-ambing mengikuti sikap dan kepentingan politik para aktor, atau minimal dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh petualang-petualang bisnis dan politik, terutama yang memiliki akses istimewa pada pusat-pusat kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kemudian, karena pressure yang besar, Rezim Gus Dur akhirnya mencanangkan strategi pengembangan UMKMK dengan enam komponen langkah implementasi seperti: (1) peningkatan alokasi skema kredit melalui perbankan dan lembaga keuangan yang credible, (2) pemberian insentif terhadap lembaga keuangan melalui subsidi administratif dan bantuan teknis, (3) pengembangan komoditas primer pada daerah sentra produksi, (4) perluasan, modernisasi, dan integrasi jangkauan kredit kepada lembaga keuangan tradisional, (5) pemberian insentif perpajakan dan iklim usaha kondusif untuk peningkatan produktivitas, dan (6) revisi skema pembiayaan terhadap usaha kecil menengah (UKM). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu yang cukup menonjol dari langkah di atas adalah pemberian diskon 25 persen bagi debitor usaha kecil dan menengah memiliki hutang di bawah Rp 5 miliar kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Langkah seperti itu memang perlu dilakukan mengingat jumlah UKM yang terlibat kredit macet berjumlah 12 ribu, dengan total kredit mencapai Rp 6 triliun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Diskon 25 itu sebenarya ditujukan pada kredit yang digunakan untuk kegiatan produktif, bukan kegiatan konsumtif. Sangat disayangkan bahwa seberapa besar progress dan pencapaian langkah di atas berkontribusi pada pemberdayaan produktivitas dan pengembangan UKM secara umum, tidak banyak diketahui oleh masyarakat banyak, bahkan para akademisi sekalipun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemerintahan Nasionalis (Megawati)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada masa Presiden Megawati, pemberdayaan UMKMK adalah melanjutkan strategi yang dilaksanakan pada masa Presiden Gus Dur. Walaupun pada tingkat wacana selalu dikemukakan, Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati sebenarnya “agak ragu” dalam memberdayakan UMKMK. Skeptisme yang beredar di masayarakat memang cukup besar terhadap keberhasilan strategi pengembangan UKM yang tidak didahului dan diikuti oleh serangkaian studi akademik mendalam, pengkajian kebijakan publik yang obyektif. Trauma perjalanan kebijakan pengembangan UKM masa lalu yang cenderung amat politis dan melayani kepentingan birokrasi, sehingga esensi dan substansi kebijakan yang sebenarnya sulit untuk dilaksanakan. Sikap skeptisme dan pesimisme masyarakat terhadap strategi pemerintah sangat berhubungan dengan trauma masa lalu atau karena beban kehidupan sehari-hari yang memang terlalu berat untuk dijalani. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kebijakan pemberdayaan pemerintah masih berpedoman pada Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999-2004, yang sebenarnya merupakan produk hukum terkahir yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakya (MPR) karena setelah masa pemerintahan hasil Pemilu 2004, Indonesia tidak lagi memiliki GBHN. Landasan hukum lain setingkat undang-undang (UU) adalah Program Pembangunan Nasional Tahun (Propenas) 2000-2004 yang tertuang dalam UU No. 25 Tahun 2000, yang sebenarnya diilhami oleh GBHN 1999-2004 tersebut di atas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tiga aspek penting yang dijadikan pilar utama masa Pemerintahan Megawati adalah: (1) mengembangkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang adil, persaingan sehat, bekelanjutan dan mencegah distorsi pasar; (2) mengembangkan perekonomian yang berorientasi global dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia, dan (3) memberdayakan UKM agar lebih efisien, produktif dan berdaya saing tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tidak berlebihan, jika kerangka besar kebijakan pemberdayaan UKM yang dianut pemerintah berada di antara “pemihakan” dan “pembiaran” yang kadang dapat berayun ke kiri dan ke kanan tergantung pada preferensi yang diterapkan oleh politisi dan perumus kebijakan. Pemerintah memang berupaya melakukan langkah pemihakan (affirmative action) terhadap kelompok usaha kecil, mikro dan kelompok tidak mampu atau yang terjerat kemiskinan, dengan maksud untuk menciptakan kesempatan kerja baru, menghasilkan kegiatan ekonomi produktif, dan mampu berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional. Akan tetapi, karena kinerja yang dihasilkan terlihat “biasa-biasa”, maka pada babak akhir atau menjelang Pemilihan Umum 2004, pemerintah mengintensifkan program pemihakan dan pemberdayaan UKM, misalnya peningkatan akses modal awal dan padanan (MAP), pengembangan business development services (BDS), kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga studi setempat, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Pengembangan dan pemberdayaan Koperasi dan UMKM saat ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pucuk pimpinan tertinggi Kabinet Indonesia Bersatu telah menyampaikannya secara terbuka kepada publik tentang tiga jalur (triple-track strategy) platform pembangunan yang dianutnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Strategi tiga jalur ini juga merupakan manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth, pro-employment dan pro-poor yang dianggap referensi penting bagi negara-negara di dunia, yaitu: (1) peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6,5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor; (2) pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru; dan (3) revitalisasi sektor pertanian dan pedesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Strategi tiga jalur itu memang agak ideal dan mirip buku teks, tapi akan membawa hasil yang besar pula apabila mampu dilaksanakan secara konsisten.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maksudnya, para anggota kabinetnya harus mampu menterjemahkan pernyataan politik di atas menjadi suatu agenda kebijakan yang mampu terlaksana, dapat dikelola secara baik, dan terukur secara kuantitatif untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mereka harus bekerja ekstra keras untuk mengurai benang kusut tersebut dan merumuskan agenda kebijakan pertumbuhan dengan percepatan investasi dan peningkatan ekspor, sekaligus berupaya menerapkan seluruh agenda kebijakan pembenahan sektor riil yang terstruktur dan sistematis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saat ini Indonesia sangat membutuhkan suatu upaya konkrit untuk penyerapan lapangan kerja, pengurangan disparitas pendapatan di pedesaan dan aliran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor ekonomi lainnya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Di sinilah esensi bahwa upaya pemberantasan kemiskinan yang dimaksudkan tentulah bukan langkah-langkah pemberian bantuan dan skema karitas belas-kasihan (charity) seperti selama ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin, langkah tersebut masih dibutuhkan dalam suatu dimensi bantuan sosial yang tidak mengikat terhadap golongan paling bawah dan sangat tidak mampu, tapi jelas tidak untuk pemberdayaan masyarakat dalam konteks ekonomi yang lebih bersifat progresif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Komponen jalur strategi pertama sebenarnya cukup “standar” dalam teori ekonomi pembagunan, bahwa elemen investasi dan ekspor sangatlah diperlukan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sekaligus mampu meningkatkan penyerapan lapangan kerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bersama investasi publik atau pengeluaran pemerintah dan konsumsi masyarakat (dan pemerintah), komponen investasi dan ekspor sangat menentukan warna dan kualitas pemulihan ekonomi yang sebenarnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi negara berbasis sumberdaya alam sebesar Indonesia, nyaris tidak mungkin untuk mengandalkan pembangunan ekonomi hanya dari unsur konsumsi semata, sekalipun potensi untuk hal tersebut cukup besar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maksudnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;target pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 6,5 persen per tahun sepanjang periode 2004-2009 nampaknya terlalu berat untuk dicapai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Indikator investasi seperti di atas sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari angka ekspektasi masyarakat masih cukup rendah, walaupun telah terdapat indikator perbaikan minimal dalam peningkatan kapasitas produksi dan penggunaan tenaga kerja. Pangsa investasi terhadap total PDB yang tidak sampai 20 persen tidak dapat disimpulkan sebagai pulihnya sektor riil secara sempurna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak dapat terbantahkan lagi bahwa para investor asing (dan domestik) tidak akan begitu saja berspekulasi untuk menanamkan modalnya di Indonesia apabila peluang keuntungan usaha dalam jangka panjang tidak begitu besar atau tidak dapat diperkirakan dengan baik. Pemerintah pusat dan daerah perlu terus-menerus meningkatkan rasa aman, kepastian usaha, dan kenyamanan berusaha “mengawal” langkah-langkah pembangunan ekonomi di daerah dan kawasan sekitarnya untuk mencapai fixed variable rasa aman, kepastian usaha dan penegakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hukum yang menjadi faktor sangat penting dalam investasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Iklim investasi sangat tergantung pada kualitas institusi publik terutama lembaga peradilan yang amat berhubungan dengan kepastian hukum dan iklim kondusif dunia usaha masih terlalu buruk untuk dapat disandingkan dengan institusi publik di luar negeri. Lembaga pemerintahan di Indonesia dinilai tidak efektif dalam standar internasional, dan sangat jauh dibanding Singapura, Australia, apalagi Amerika Serikat. Turunan dari ukuran-ukuran di atas adalah tingkat transparansi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang tentu saja masih rendah dan menjadi masalah serius bagi perekonomian nasional. Tidaklah terlalu mengherankan apabila risiko instabilitas politik (dan ekonomi) karena perubahan politik dan sistem politk masih sering dianggap sebagai salah satu country risks yang cukup signifikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Demikian pula, untuk mencapai track yang kedua dalam pembenahan sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja, pemerintah perlu bekerja ekstra keras. Pertumbuhan angkatan kerja sekitar dua juta orang per tahun tidak mampu seluruhnya diserap oleh lapangan kerja yang ada sehingga menghasilkan pengangguran yang justu dapat membawa dampak sosial yang lebih kompleks.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persoalan pengangguran (10 juta) dan setengah pengangguran (30 juta) harus dihadapi dengan kepala dingin dan kebijakan yang tepat sasaran, tanpa harus membawa konsekuensi buruk bagi iklim investasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Angka pengangguran yang terlalu tinggi dapat menjadi prakondis kerawanan sosial politik, yang tentu sangat tidak diharapkan oleh semua orang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Studi Profesor Harvey Brenner dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat menunjukkan bahwa setiap satu persen tambahan angka pengangguran akan mengakibatkan 37 ribu kematian, 920 orang bunuh diri, 650 pembunuhan dan 4000 orang dirawat di rumah sakit jiwa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Komposisi laju angka pengangguran terbuka untuk laki-laki lebih tercatat 7.5 persen, yang sedikit lebih tinggi dibandingkan angka pengangguran wanita yang tercatat 6.1 persen.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Angka pengangguran usia muda cenderung lebih tinggi dibandingkan angka pengangguran usia tua, karena pertumbuhan angkatan kerja usia muda memang lebih tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal yang perlu memperoleh perhatian serius adalah bahwa 35 persen dari angka pengangguran terdiri dari angkatan kerja dengan pendidikan sekolah dasar atau tidak tamat sekolah dasar. Komposisi angka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengangguran bergelar sarjana yang berjumlah 2,7 persen juga bukanlah persoalan sederhana. Siapa pun yang diberi mandat untuk memimpin negeri ini akan menghadapi kendala yang cukup berat untuk mengentaskan para pengangguran ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Aktivitas investasi dan produksi tentu tidak berdiri sendiri karena hal itu refleksi dari keamanan dan rasa aman serta kepastian hukum lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Rendahnya aktivitas produksi merupakan konsekuensi dari buruknya fungsi intermediasi perbankan dalam menjalankan sektor riil. Persoalan tersebut berubah menjadi lebih pelik, ketika suku bunga bank sentral diturunkan tetapi tingkat suku bunga perbankan tidak kunjung turun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keadaan demikian pastilah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat dianggap sederhana karena dalam kaidah-kaidah ekonomi modern, fungsi intermediasi perbankan adalah amat vital dalam mengalirkan dana masyarakat dari pihak yang berlebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana segar sesuai prinsip perbankan yang berlaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sementara itu, di lain pihak, sektor perbankan sendiri masih menghadapi persoalan manajemen mikro, kecukupan modal dan penyelesaian kredit macet serta restrukturisasi dan rekapitalisasi yang seakan berjalan di tempat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika bank sentral telah makin independen dan tidak lagi berfungsi sebagai agen pembangunan seperti pada masa lalu, sektor perbankan yang harus menjalankan fungsi kehati-hatian perbankan tidak begitu saja dapat memenuhi tuntutan permintaan kredit dari sektor riil, apalagi yang dianggap berisiko besar dan tanpa agunan yang memadai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena itu, perbaikan daya saing ekonomi harus dipecahkan secara jelas dan komprehensif karena hal tersebut dapat menjadi faktor penentu utama mengalirnya arus investasi asing dan domestik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Solusi Pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia untuk membangun ekonomi kerakyatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Peranan koperasi di masa depan menjadi kian strategis dengan makin pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang memiliki motto dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota ini. Meski citra koperasi sempat turun, namun image negatif masa lalu hendaknya jangan dijadikan alasan untuk melemahkan kehidupan berkoperasi. Sebab, lembaga keuangan koperasi yang kokoh akan dapat menjangkau kebutuhan anggotanya dalam membangun ekonomi yang kuat untuk mensejahterakan anggotanya. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Koperasi sangat sesuai dengan semangat gerakan perekonomian rakyat. Sesuai amanat UUD, koperasi merupakan salah satu unit usaha yang direkomendasikan. Koperasi berlandaskan kekeluargaan dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Memang dalam kenyataan banyak koperasi kolaps, ditinggalkan anggotanya karena berbagai sebab di antaranya perilaku pengurus koperasi banyak yang menyimpang dalam mengelola koperasi.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;(Ign.Sukamdiyo : 2002 : 135) Lembaga Koperasi memang harus dikembangkan dengan alasan-alasan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Adanya kepmapuan yang luwes dari dari koperasi dalam menampung peranan anggota yang mempunyai kepentingan dan bentuk usaha yang beragam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Koperasi meruipakan sarana bersama guna memudahkan pembinaan dari instnasi-instansi terkait.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Koperasi dapat berfungsi sebagai lembaga pendidikan untuk berorganisasi ekonomi bagi kelompok lemah dan miskin secara merata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(Tiktik Sartika Partomo dan Abd. Rachman Soejoedono : 2002:13) Beberapa keunggulan UKM terhadap usha besar antara lain dalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Inovasi dalam teknologi yang telah dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapannya terhadap tenaga kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Fleksibelitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat disbanding dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya birokratis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Terdapatnya dinamisme manajerial dan peranan kewiraushaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Salah satu kelemahan usaha kecil ialah tidak pernah memprediksi perkembangan harga menyangkut produksi, alat-alat produksi dan sebagainya. Mereka masih berpatokan pada pengalaman masa lalu. Akibatnya, aktivitas perekonomian menjadi tersendat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menanggapai pola pengembangan yang telah diuraikan sebelumnya ternyata terjadi banyak kelemahan terutama "kebiasaan buruk" dengan ganti pimpinan ganti kebijakan, maka secara makro kiranya solusi yang direkomendasikan untuk menjadi pertimbangan ialah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Penegasan UUD 45' tentang ekonomi kerakyatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai acuan ekonomi Indonesia, tentunya ekonomi kerakyatan sebagai system perekonomian Indonesia memiliki ciri-ciri positif diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas kekeluargaan (pasal 33 UUD 45)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara (pasal 33 UUd 45)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan diperhgunakan sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat (pasal 33 UUD 1945)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam Pasal 33 UUD 45 tersebut terkandung cita-cita bangsa, tujuan membangun asas perekonomian dan tata cara menyususn perekonomian bangsa. Pemerintah bersama warga negaranya berkewajiban menjalankan usaha melaksanakan ketetapan danam UUD 45 agar cita-cita luhur dapat dicapai dengan baik dalam waktu yang tidak terlalu lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penekanan secara Politis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang berperannya koperasi selama ini disebabkan lemahnya insan-insan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;politik memosisikan koperasi sebagai saka guru perekonomian, Lemahnya lobi dan negosiasi itu berimplikasi terhadap setiap kebijakan politik ekonomi. Akibatnya, koperasi pada usianya yang ke-56 masih tetap sebagai objek penderita, bukan aktor pembangunan ekonomi seperti yang diamanatkan UUD 1945,&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Harus adanya kebijakan yang bersifat struktural &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 27pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kebijakan yang bersifat struktural melalui peraturan perundangan sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UKMK) memungkinkan kalangan pengusaha UMKM ini untuk berusaha atau berproduksi seluas-luasnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;''Bahkan bisa memasarkan hasil-hasil produksi dan jasanya itu secara mudah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dengan begitu, lanjutnya, hambatan-hambatan yang ada akan terus dapat dikurangi oleh pemerintah, baik dalam kerangka tataran atau kerangka instrumental dengan melakukan penyesauain terhadap peraturan yang ada maupun dalam kerangka praktis. ''Melalui keppres-keppres atau peraturan-peraturan daerah. insan koperasi harus mampu menekan para politisi untuk membuat kebijakan yang jelas terhadap perkembangan koperasi. "Tanpa adanya tekanan-tekanan terhadap politisi, maka politisi lebih banyak 'main-main' sendiri dengan berbagai muatan yang dibawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Revitalisasi Koperasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 17.85pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Revitalisasi koperasi sebagai Solusi Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan sangat relevan, mengingat Koperasi merupakan pelaku usaha yang potensial untuk menciptakan pendapatan dan perluasan kesempatan kerja, yang pada gilirannya dapat mengurangi angka kemiskinan.sehingga pemerintahan pun harus sejalan dengan apa yang merupakan kehedank masayarkat dalam pengembangan koperasi yaitu bertujuan mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Usaha Koperasi umumnya padat dengan penggunaan bahan-bahan lokal namun dalam pengembangannya, prakarsa masyarakat merupakan hal yang paling utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pemberian bantuan langsung kepada masyarakat berupa program pemeberdayaan Koperasi dan UKM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 45pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada umumnya permodalan Koperasi dan UMKM masih lemah, sehingga perlu adanya strategi pembinaan dan pengembangan di bidang permodalan termasuk bagaimana pemerintah dan masyarakat melaksanakan konsep permodalan untuk membantu Koperasi dan UMKMK tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 45pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ada banyak alternative membantu permodalan dan pengembangan KUKM di Indonesia selain pada masa sebelumnya sduah dikembangkan pemberian kredit lunak dari sebagian laba BUMN untuk dilakukan program permodalam dan kemitraan Usaha kecil, kini industri perbankan pun harus memiliki kelonggaran dalam menyalurkan kredit pada Koperasi usaha kecil dan Memengah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 45pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sementara secara mikro, dengan mengkaji kisah sukses dari berbagai koperasi dan UMKM, terutama di Indonesia, kiranya dapat disarikan beberapa faktor kunci yang urgent dalam pengembangan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM. Diantara faktor penting tersebut, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi (co-operative identity) yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan entry point dan sekaligus juga crucial point dalam mengimplementasikan jati diri tersebut pada segala aktifitas koperasi dan usaha kecil menengah. Sebagai catatan tambahan, aparatur pemerintah terutama departemen yang membidangi masalah koperasi dan UMKM perlu pula untuk memahami secara utuh dan mendalam mengenai perkoperasian, sehingga komentar yang dilontarkan oleh pejabat tidak terkesan kurang memahami akar persoalan koperasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi dan pelaku UMKM harus mampu mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggotanya dan masayakarat konsumen (collective need of the member) dan memenuhi kebutuhan tersebut. Proses untuk menemukan kebutuhan kolektif anggota sifatnya kondisional dan lokal spesifik. Dengan mempertimbangkan aspirasi anggota-anggotanya, sangat dimungkinkan kebutuhan kolektif setiap koperasi berbeda-beda. Misalnya di suatu kawasan sentra produksi komoditas pertanian (buah-buahan) bisa saja didirikan koperasi. Kehadiran lembaga koperasi yang didirikan oleh dan untuk anggota akan memperlancar proses produksinya, misalnya dengan menyediakan input produksi, memberikan bimbingan teknis produksi, pembukuan usaha, pengemasan dan pemasaran produk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi dan UMKM. Disamping kerja keras, figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta transparan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kegiatan (usaha) koperasi dan UMKM bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Adanya efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya sehingga biaya tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang dibebankan oleh lembaga non-koperasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dari pembahasan sebelumnya saya simpulkan beberapa hal sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -21pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pemberdayaan UMKMK di Indonesia mengalami sejarah pasang-surut yang juga sangat berhubungan dengan “kebiasaan buruk” di negara tercinta Indonesia yang sering melakukan perubahan strategi dan prioritas kebijakan pembangunan ekonomi sehingga tidak adanya kesamaan gerak dalam pengembangan Kopererasi dan UKM&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -21pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Strategi tiga jalur yang dikembangkan saat ini akan membawa hasil yang besar pula apabila mampu dilaksanakan secara konsisten.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maksudnya, para anggota kabinetnya harus mampu menterjemahkan pernyataan politik di atas menjadi suatu agenda kebijakan yang mampu terlaksana, dapat dikelola secara baik, dan terukur secara kuantitatif untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 57pt; text-align: justify; text-indent: -21pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Koperasi dan UMKM sangat sesuai dengan semangat gerakan perekonomian rakyat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Sesuai amanat UUD, koperasi merupakan salah satu unit usaha yang direkomendasikan. Koperasi berlandaskan kekeluargaan dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Dan pengembangan yang dilakukan pun harus berbasis pada rakyat.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Saran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dari pembahasan di atas, saya merekomendasikan beberapa saran sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Rekomendasi kebijakan ke depan adalah secara jelas dan sistematis perbaikan &lt;i&gt;linkages&lt;/i&gt; yang obyektif antara pelaku usaha (terutama UMKMK) dan lembaga keuangan (sektor perbankan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bagi individual UKM, bantuan teknis yang meliputi pembenahan internal manajemen, visi usaha dan pemupukan permodalam justru menjadi kata kunci untuk dapat lebih siap siaga menghadapi tantangan perubahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pemerintah, sektor perbankan, dunia akademik dan &lt;i&gt;civil society&lt;/i&gt; lain perlu lebih aktif untuk meningkatkan rasa percaya diri UKM dalam menghadapi persaingan tidak sehat dan monopoli terselubung yang masih merajalela.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 0in 0in 6pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Bagi pemerintah, untuk meningkatkan akses UMKMK terhadap lembaga pembiayaan, khususnya bagi UMKMK yang tidak mungkin mengakses kredit dari lembaga keuangan konvensional &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-3995587708672795084?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/3995587708672795084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=3995587708672795084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3995587708672795084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/3995587708672795084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2007/12/ekonomi-kerakyatan_07.html' title='Ekonomi Kerakyatan'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-432705611174189728</id><published>2007-12-07T08:21:00.002-08:00</published><updated>2007-12-07T08:27:23.660-08:00</updated><title type='text'>Abstrak Skripsi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;ABSTRAK SKRIPSI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisis Penentuan Portofolio Optimal Untuk Meminimumkan Risiko pada Perusahaan Kelompok Industri Perdagangan Retail di BEJ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;Disusun pada saat menyelesaikan studi S1 pada Jurusan Manajemen FE Universitas Pakuan Dengan Pembimbing Bapak Chaerudin Manaf, MM., SE., dan Bapak Chaidir, MM., SE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Investasi merupakan titik awal kesempatan untuk maju, dimana dalam berinvestasi itu setiap investor pasti menginginkan tingkat pengembalian yang besar dan risiko yang kecil.  Dalam penelitian ini penulis menganalisis Penentuan Portofolio optimal untuk meminimumkan risiko pada perusahaan kelompok industri perdagangan retail dengan menggunakan single indeks model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penulisan skripsi ini objek penelitiannya yaitu saham-saham perusahaan yang bergerak di bidang Industri Perdagangan Retail di Bursa Efek Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah yang dihadapi oleh setiap investor saat ini adalah tingkat pengembalian yang kecil dan risiko yang besar sehingga tidak ada kepastian dalam berinvestasi saham karena saham bersifat  fluktuatif dan spekulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui portofolio saham, dan kemungkinan proporsi alokasi dana. Supaya bisa memutuskan investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis dan metode penelitian yang dipakai penulis adalah deskriptif eksploratif dengan metode studi kasus mengenai tingkat pengembalian portofolio saham terhadap keputusan investasi. Sedangkan teknik penelitian ini menggunakan statistik kuantitatif yaitu perhitungan dengan menggunakan angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode di atas, Penentuan Portofolio Optimal Pada Perusahaan Kelompok Industri Perdagangan Retail di Bursa Efek Jakarta bisa dijalankan sesuai prosedur dan setelah dilakukan penghitungan atas saham-saham pada kelompok tersebut dihasilkan bahwa yang masuk ke dalam portofolio Optimal ialah saham PT. Alfa Retailindo Tbk. (ALFA) memiliki tingkat pengembalian positif yaitu sebesar 0.014058173 dengan tingkat risiko sebesar 0.143101894 serta  Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memiliki tingkat pengembalian yang positif  yaitu 0.010205288 dengan tingkat risiko sebesar 0.090722727 dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tingkat pengembaliannya juga positif sebesar 0.007674599 .dengan tingkat risiko sebesar 0.101646985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Meminimumkan Risiko Pada Perusahaan Kelompok Industri Perdagangan di Bursa Efek Jakarta dapat dijalankan dengan diversifikasi atas saham-saham Pada Perusahaan Kelompok Industri Perdagangan di Bursa Efek Jakarta maka dilakukan diversifikasi dengan hasil proporsi dana RALS dengan proporsi dana sebesar 46 % saham MAPI sebesar 36 % saham ALFA sebesar 17 %. Hal ini diartikan bahwa apabila investor ingin menginvestasikan sahamnya pada kelompok industri perdagangan maka untuk meminimkan risiko maka proporsi dananya ditentukan dengan komposisi di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga penulis simpulkan, Analisis Penentuan Portofolio Optimal Untuk Meminimumkan Risiko Pada Perusahaan Kelompok Industri Perdagangan Retail di Bursa Efek Jakarta dapat dilakukan dengan single indeks model, karena model ini berusaha menyederhanakan analisis portofolio serta prosedur analisis yang tersedia dan runut dalam menentukan portofolio optimal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-432705611174189728?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/432705611174189728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=432705611174189728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/432705611174189728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/432705611174189728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2007/12/abstrak-skripsi_07.html' title='Abstrak Skripsi'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-8079635061486369601</id><published>2007-12-03T21:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:37:32.122-08:00</updated><title type='text'>Masa Remaja adalah Masa Berkarya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="center"&gt;Masa Remaja adalah masa berkarya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;(disampaikan pada silaturrahmi Himpunan Mahasiswa Manajemen dengan keluarga besar Panti Asuhan Assaidah di Kedung Halang Bogor pada tanggal 02 Desember 2007)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku sekalian, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan kemudian menjadi orangtua, tidak lebih hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang manusia. Setiap masa pertumbuhan memiliki ciri-ciri tersendiri. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Demikian pula dengan masa remaja. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Masa remaja sering menimbulkan kekuatiran bagi para orangtua. Masa remaja sering menjadi pembahasan dalam banyak seminar. Padahal bagi si remaja sendiri, masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Oleh karena itu, para orangtua hendaknya berkenan menerima remaja sebagaimana adanya. Jangan terlalu membesar-besarkan perbedaan. Orangtua para remaja hendaknya justru menjadi pemberi teladan di depan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang mengawasi segala tindak tanduk si remaja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;MASA REMAJA&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun.  Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang.  Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;REMAJA DAN KARYA&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi remaja, berkarya harus dijadikan satu tradisi, kebiasaan dan kelaziman. Ada banyak jenis kegiatan berkarya bisa dilakukan oleh remaja. Remaja harus membiasakan diri dengan melakukan latihan mencatat. Namun catatan harus dikembangkan lagi supaya bukan hanya mencatat tentang orang tetapi lebih dituntut ialah memikirkan idea sendiri. Di sinilah kegiatan berkarya itu lahir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, remaja harus rajin membaca, bergaul dan berkomunikasi dengan orang atau pihak lain. Melanjutkan pembacaan, pergaulan dan perhubungan banyak ilham dan isi-isi karya boleh diketengahkan. Para remaja harus memiliki sifat peka, sensitif, keinginan ambil tahu dan perspektif terhadap area sekitarnya, analisis terhadap apa yang terjadi dan berjiwa kritis terhadap pandangan dan pendapat. Cara begini menjadikan pemikiran berkembang dan kematangan berfikir berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, remaja harus menjadi seorang pendengar yang tekun dan pencatat yang baik. Kita sering mendengar orang berceramah tetapi jarang di kalangan remaja mengambil catatan, nota atau isi-isi penting. Biasanya kita hanya mendengar begitu saja. Jadikan suatu kegiatan bila kita mendengar ceramah, kita bawa catatan untuk menulis apa yang diceramahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin materi yang disampaikan oleh pembicara merupakan sesuatu yang baru. Remaja harus mengolah dan menulisnya yang awalnya hanya dalam bentuk yang berlainan supaya apabila diterbitkan atau di sampaikan  akan memberi manfaat kepada orang lain. Orang-orang Barat amat senang membuat catatan, Tradisi ini amat berguna menjadikan mereka catatan zaman dan peristiwa untuk dianalisis, direnung dan dipelajari oleh generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, para remaja yang memiliki bakat sebagai penulis kreatif, pelukis, penggubah maupun tulisan yang bukan kreatif harus menjadikan berkarya sebagai penyaluran bakatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karya-karya yang baik dan berkualiti bisa memberikan ilmu, maklumat, pengalaman dan teladan malah ilham kepada remaja menghasilkan karya-karya yang bermutu dan sekaligus dapat menyampaikan risalah tertentu dalam karyanya supaya pembaca dapat menikmati perspektif yang ingin dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alam yang luas ini adalah sumber yang maha kaya bagi remaja untuk berfikir, mengolah pemikiran dan menghasilkan karya. Alam ini dengan segala isi, peristiwa dan kejadiannya memberikan iktibar yang banyak. Para remaja yang mempunyai daya kreatif yang tinggi bisa mengolahnya dalam bahasa dan sastera yang indah, dalam lukisan dan candaan yang menarik, dalam lirik puisi dan lagu yang memikat dengan maksud bahawa sesuatu yang dihasilkan itu semuanya mempunyai hikmah yang tersendiri di kalangan mereka yang mau berfikir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu membaca judul di atas, apa yang kalian pikirkan pertama kali? Bekerja? Melakukan sesuatu untuk menghasilkan uang?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkarya bisa dimulai sedini mungkin. Berkarya tidak hanya untuk orang dewasa. Remaja seperti kita pun sudah dapat belajar untuk berkarya. Contohnya, pelajar SMA yang berhasil dalam Olimpiade Internasional, band anak muda, remaja yang membuat karya yang dapat dikonsumsi seperti tas, kalung, pakaian; intinya dapat menghasilkan sesuatu, berupa uang atau nama baik dan predikat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada baiknya kita melihat kesuksesan para remaja yang berkarya di negara lain. India, misalnya. Para remajanya mencetak prestasi dalam bidang perfilman. Mereka menghasilkan 877 film dan 1.177 film pendek tahun 2003. Hebatnya, film India diperkirakan menarik penonton sebanyak 3,6 miliar orang per tahun, atau satu miliar orang lebih banyak dari film produksi Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kehadiran bakat generasi muda semakin mengangkat nama Indonesia yang sering mendapat predikat negatif. Banyak remaja Indonesia turut mengharumkan nama bangsa di mata internasional dengan prestasi yang didapatnya, seperti Masruri yang telah menjuarai lomba catur tingkat ASEAN tahun 2007 dan termasuk 10 besar pecatur cilik dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Intinya berkarya yang baik adalah di mana karya tersebut dapat membantu orang lain dan bisa membuat diri menjadi lebih berkembang. Berkarya tidak selalu menghasilkan uang. Berkarya pada usia muda sebaiknya lebih merujuk pada tujuan untuk menambah wawasan dan mengembangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan minat dan bakat melalui karya yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperluas relasi dan dikenal banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menambah nilai-nilai kehidupan selama berkarya seperti mengenal macam- macam pribadi  orang, kerja sama, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menambah pengalaman yang menjadikan kita lebih matang, seperti kata pepatah      "Experience is the best teacher ever!"&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karya yang bersifat komersil akan menambah uang jajan, syukur-syukur dapat dijadikan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan bermodalkan relasi dan prestasi yang banyak, mempermudah kita mendapatkanlowongan kerja.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kerugian:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Terlalu sibuk berkarya akan mengganggu kegiatan-kegiatan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila manajemen waktu buruk, akan memengaruhi prestasi belajar sehingga dapat menurun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menutup kemungkinan selama berkarya akan masuk pengaruh- pengaruh negatif, seperti menjadi malas sekolah karena merasa sudah hebat atau sudah dapat mencari uang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mayoritas, kesuksesan dalam berkarya baik secara langsung maupun tak langsung akan menyebabkan kita terbuai dalam kesenangan semata sehingga kita cenderung lupa akan tugas pokok kita, yaitu belajar.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya memang diri sendiri itulah pelindung bagi diri sendiri. Suka dan duka yang kita alami adalah hasil perbuatan kita sendiri. Sebab, oleh diri sendiri kejahatan dilakukan; oleh diri sendiri pula kejahatan dapat dihindarkan. Oleh karena itumembiasakan diri untuk berkarya diharapkan anak akan dapat membawa diri dan menjaga dirinya sendiri agar dapat tercapai kebahagiaan. Kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Kebahagiaan bagi orangtuanya. Kebahagiaan bagi lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-8079635061486369601?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/8079635061486369601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=8079635061486369601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/8079635061486369601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/8079635061486369601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2007/12/masa-remaja-adalah-masa-berkarya.html' title='Masa Remaja adalah Masa Berkarya'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-5325568293867281427</id><published>2007-11-05T17:20:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T17:27:34.065-08:00</updated><title type='text'>Pembangunan mall dan rakyat kecil</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;PEMBANGUNAN MALL DAN RAKYAT KECIL&lt;br /&gt;(Opini terhadap pembangunan mall di Bogor)&lt;br /&gt;Oleh : Hasbulloh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Sungguh sangat menarik pernyataan dari Dr. Adi Sasono yang berbunyi “pembangunan artinya penggusuran orang kecil”  ini  penulis catat dari pernyataan beliau  pada  saat mengikuti Seminar Nasional UMKMK 2006 di Univ. Nusa Bangsa Bogor. Memang kalau kita mengamati secara seksama pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak pengembang dari sekian permasalahannya pasti selalu bersinggungan dengan rakyat kecil, baik sebagai pedagan tradisional, pemilik lahan maupun para penghuni yang dengan seenaknya mereka gusur.&lt;br /&gt;Dalam hal ini penulis menyoroti arah kebijakan pembangunan di Bogor, terutama pembanguan mall dan pusat perbelanjaan yang smemakin marak. Setelah sekian tahun penulis tinggal di Bogor, ternyata telah banyak sekali perubahan yang dianggap sebagai pembangunan padahal merupakan penggusuran rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Pembangunan Mall&lt;br /&gt; Pada beberapa dekade terakhir, Bogor mengalami pertumbuhan yang pesat, selain menjadi penyangga Ibu Kota, secara historis Bogor telah menjadi menjadi tujuan wisata yang sejuk, nyaman dan indah dibandingkan dengan kota-kota lainnya itu karena adanya Kebun Raya Bogor, kawasan wisata puncak, Taman Safari Indonesia, dll. Selain tempat rekreasi, juga merupakan sentra penelitian bagi para ilmuwan lokal maupun manca Negara, terlihat dengan adanay pusat-pusat penelitian dan museum. Perkembangan akhir ini, dibangunnya pusat perdagangan dan perbelanjaan yang berkonsep mall atau plaza bahkan hypermarket. Hal ini terlihat dengan dibangunnya beberapa mall yang berskala besar sepanjang jalan protokol seperti, Ekaloka sari, Bogor Trade Mall (BTM) dan dalam tahap penyelesaian yaitu Bogor City Ceneter (BCC) dll.. Dari berbagai permasalahan pembangunan mall, tentu ada beberapa hal menarik yang memerlukan perhatian, setidaknya menjadi perhatian penulis. Pembangunan Bogor Trade Mall mislanya, yang sebelumnya merupakan sentra pasar tradisional dan pusat pencaharian masyarakat asli Bogor, ternyata para pedagang dengan serta merta dipindahkan ke tempat pinggiran yang belum tentu orang mau untuk berbelanja ke tempat itu karena tempatnya yang kurang strategis. Kemudian Pembangunan Bogor City Cenetr (BCC) mungkin visinya menjadi mall terdepan di Kota Bogor, karena memang letak yang paling depan dan dekat dengan terminal Baranang Siang dan Kebun Raya Bogor. Padahal pembangunan dan perluasan BCC ini melanggar Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Bogor, karena di dalam RTRW bahwa area yang dipakai perluasan BCC itu diperuntukkan sebagai sarana pendidikan dan bukan sebagai sarana bisnis.&lt;br /&gt;Banyaknya pusat perbelanjaan memberikan alternatif yang lebih banyak bagi masyarakat dalam berbelanja ataupun berdagang. Namun, berbagai persoalan pun kemudian muncul. Apakah dengan dibangunnya mall memberikan kesempatan kepada pedagang lokal ataupun masyarakat pribumi yang notabene rakyat kecil untuk mendapatkan lahan berdagang yang lebih baik? Apakah benar kemacetan selalu diidentikkan dengan ketidakdisiplinan sopir angkot? Apakah perkembangan pusta-pusat perbelanjaan tersebut konsisten dengan daya dukung kota dan daya beli masyarakat bogor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya Pada Pasar Tradisional. &lt;br /&gt;Banyaknya pembangunan mall perlu diimbangi dengan perlindungan pemerintah kepada para pedagang pasar tradisional. Sebab, pedagang kecil semakin terancam oleh mall, karena mereka (mall) menawarkan barang kebutuhan dengan cara ritel dengan harga murah juga lengkap dengan banyak varian. Selain itu, suasana nyaman dan bersih tentu saja menggeser minat orang terhadap pasar tradisional yang becek (wet market) dan pengap. Oleh karena itu, perlu penguatan dan perlindungan terhadap aktivitas niaga perdagangan kecil pasar tradisional&lt;br /&gt;Pengusaha-pengusaha kecil termasuk home industry harus berpontang-panting bersaing dengan produk luar negeri yang banyak dijajakan di mall. Lama kelamaan, usaha ini akan kembang kempis dan akan hancur. Rakyat kecil (PKL, pedagang asongan, pengamen, dll) akan mulai tersingkirkan. &lt;br /&gt;Selain permasalahan mata pencaharian tersebut, dari segi budaya, dengan adanya pengembangan mall dan tergusurnya pasar tradisional, maka terkikisnya budaya lokal yaitu hubungan sosial berupa relasi antar manusia ; antar penjual dan pembeli. Hubungan sperti ini tidak terjadi di mall, yang terjadi hanyalah hubungan yang sifatnya ekonomis dan komersil sehingga melahirkan relasi manusia yang anonym.&lt;br /&gt; Bertambahnya titik Kemacetan&lt;br /&gt; Sudah menjadi “slogan” bahwa kota Bogor adalah kota termacet dan kota sejuta angkot, tentunya kaitannya dengan pembangunan mall, maka tempat-tempat pemberhentian angkot akan semakin bertambah.&lt;br /&gt; Kemacetan jangan selalu diidentikkan dengan ketidakdisiplinan sopir angkot, sebenarnya titik-titik pemberhentian yang terlalu banyak tanpa dipertimbangkan jaraknya dengan adanya pembangunan mall, maka ini akan menambah intensitas kemacetan. Contohnya depan mall ekalokasari (sukasari), sentra tas (tajur), Pasar Bogor yang berdekatan dengan pintu masuk utama kebun raya, BTM yang berdekatan dengan transit angkot, BCC yang belum rampung hanya berjarak beberapa meter dengan terminal baranang siang dan pintu masuk Kebun Raya.&lt;br /&gt; Pembenahan masalah transportasi sangat berkaitan erat dengan kenyamanan masyarakat, baik para pengunjung mall maupun pengguna jalan secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya Fasilitas Publik.&lt;br /&gt; Aapabila pembangunan itu dilakukan pada fasilitas yang biasanya dipakai untuk publik, maka tentunya akan mengurangi keberadaan fasilitas publik yang sudah bertahun-rahun dipergunakan. Dan ini jangan sampai hanya didasarkan pada permasalahan bisnis semata.&lt;br /&gt; Banyak mall yang didirikan di lahan hijau ataupun fasilitas publik yang hijau bahkan yang seharusnya diperuntukkan sebagai wilayah atau saran pendidikan dirubah menjadi mall. Sehingga melahirkan dampak ekologis dan sosiologis bahkan tidak ramah lingkungan terlebih lagi seharusnya ada konversi lahan hijau untuk mengganti lahan yang digunakan sebagai bangunan mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan Dengan Daya Beli Masyarakat.&lt;br /&gt; Kalau pembangunan mall dan pusat-pusat perbelanjaan dibangun hanya atas dasar bisnis dan kepentingan ekonomi sesaat tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat, tentunya ini sudah secara tidak langsung meminggirkan masyarakat setempat Karen tidak mampu membeli barang-barang yang dijajakan oleh mall yang notabene harganya tinggi dan tidak terjangkau oleh masayarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan dan Kontrol Yang Tidak Ketat.&lt;br /&gt;Dari permasalahan di atas, sebenarnya ada titik sentral yang memang secara langsung bertanggungjawab atas permasalahan tersebut yaitu pemerintah Daerah, karena pemkot memiliki peran dan kewenangan dalam memberikan perizinan, oleh karena itu pemkot harus melakukan suatu tindakan yang bisa menimbulkan sinergi untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai menjamurnya mall-mall hanya sekedar menjadi monument tanpa sejarah. bahkan monument yang bersejarah pun tak diurus dan terbengkalai.&lt;br /&gt;Dalam pembangunan kota harus dibuat suatu tata aturan yang paten untuk jangka waktu lama dan hal tersebut harus benar-benar ditaati oleh para pemegang kebijakan di pemkot, jangan hanya karena tawaran finansial yang kesejahteraannya belum tentu dinikmati oleh masyarakat setempat dengan serta merta diambil sebagai sebuah proyek pembangunan. Secara tidak langsung, pemerintah menekan terhadap system ekonomi kerakyatan. Dan mengembangkan kapitalisasi pada perekonomian rakyat.&lt;br /&gt;Selain pemerintah daerah yang seakan tidak konsisten menjalankan konsep tata kota yang telah digariskan sebelumnya, kurangnya kontrol dari para wakil rakyat yang seharusnya membela kepentingan rakyat seharusnya menjadi sorotan. Dari berbagai permasalah pembangunan yang keluar dari jalur Rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) terlihat dibiarkan.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa ukuran kemajuan suatu kota tidak bisa diukur hanya melalui banyaknya bangunan fisik. Kemajuan suatu kota ditentukan oleh masyarakatnya yang berpola fakir mapan, egaliter dan madani,  makanya rasio pembangunan fisik harus selaras dengan ruang hijau terbuka yang sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak perlu terlalu banyak mall dan pusat perbelanjaan kalau memang akhirnya menimbulkan berbagai macam permasalahan jangka panjang. Jangan sampai manusia-manusia pembangunan sekarang tergila-gila dengan bangunan-bangunan mewah, mulai dari mall, pusat perbelanjaan ataupun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-5325568293867281427?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/5325568293867281427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=5325568293867281427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5325568293867281427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/5325568293867281427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2007/11/pembangunan-mall-dan-rakyat-kecil.html' title='Pembangunan mall dan rakyat kecil'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-9058160601228199575</id><published>2007-11-01T09:03:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T09:09:38.617-07:00</updated><title type='text'>Dinamika Organisasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;DINAMIKA ORGANISASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;Oleh : Hasbulloh )*&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t32" coordsize="21600,21600" spt="32" oned="t" path="m,l21600,21600e" filled="f"&gt;  &lt;v:path arrowok="t" fillok="f" connecttype="none"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;" connectortype="straight"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 251654144; margin-left: -3px; margin-top: 26px; width: 599px; height: 2px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Organisasi berasal dari kata &lt;i style=""&gt;organon &lt;/i&gt;dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “&lt;i style=""&gt;The Executive Functions&lt;/i&gt;” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (&lt;i style=""&gt;I define organization as a system of cooperatives of two more persons&lt;/i&gt;) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;James D. Mooney mengatakan bahwa : &lt;i style=""&gt;“Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” &lt;/i&gt;(Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Dimock, organisasi adalah : “&lt;i style=""&gt;Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” &lt;/i&gt;(organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 35.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Orang-orang (sekumpulan orang),&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kerjasama,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tujuan yang ingin dicapai, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Di dalam sebuah organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika dimana menuntut perhatian pengurus dan anggotanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dinamika organisasi yang harus dikelola secara cerdas dan konstruktif &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ialah terletak pada konflik yang sering timbul di suatu organisasi, karena dalam kenyataannya konflik tidak selamanya bersifat destruktif akan tetapi akan mampu meningkatkan produktifitas suatu organisasi apabila dapat di atasi dan dikelola dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pada kenyataanya ada hal-hal yang dapat mempengaruhi pergerakan atau proses berjalannya suatu organisasi. Empat alasan utama untuk adanya dinamika organisasi :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Adanya pekerjaan memerlukan pengorganisasian&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hasil-hasil yang tak terpisahkan dari personal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pertimbangan ekonomis, pertumbuhan dan ketegangan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perubahan teknologi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;margin-left:-1.5pt;margin-top:20.45pt;" connectortype="straight"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 251655168; margin-left: -3px; margin-top: 26px; width: 608px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/adine/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1027" height="2" width="608" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;PENGERTIAN KONFLIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalah-masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi. Karakteristik-karakteristik kepribadian tertentu, seperti otoriter atau dogmatis juga dapat menimbulkan konflik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Arti konflik banyak dikacaukan dengan banyaknya definisi dan konsepsi yang saling berbeda. Pada hakekatnya konfilk dapat didefinisikan sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 22.3pt 0.0001pt 31.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian anatar dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan atau kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;JENIS-JENIS KONFLIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;margin-left:-1.5pt;margin-top:-.3pt;" connectortype="straight"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 251656192;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3px; top: -1px; width: 589px; height: 2px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :&lt;span style="position: relative; z-index: 251656192;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3px; top: -1px; width: 589px; height: 2px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Konflik dalam diri individu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik antar individu dalam organisasi yang sama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik antar individu dan kelompok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik antar organisasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;        Setelah mengapa ada konflik, biasanya ada sumber-sumber yang menjadikan konflik tersebut muncul, secara umum biasanya terjadi karena tersebut dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Adanya aspirasi yang tidak ditampung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Saling ketergantungan tugas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ketergantungan satu arah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ketidakpuasan, perasaan ketidakadilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Distorsi komunikasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tidak ada pedoman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aturan yang kurang jelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kurang transparannya beberapa hal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Dalam organisasi ada empat daerah dimana konflik sering timbul :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Konflik hirarki&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik fungsional&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik lini-staf&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konflik formal-informal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;MENGENDALIKAN KONFLIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;margin-left:-.75pt;margin-top:1.95pt;" connectortype="straight"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 251658240; left: -2px; top: 2px; width: 607px; height: 4px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Konflik agar tidak mengarah ke destruksi harus bisa dikendalikan, antara lain dengan cara sebagai berikut:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;1. Harus sering mengadakan musyawarah.&lt;br /&gt;2. Adanya komunikasi dua arah yang enak dan luwes.&lt;br /&gt;3. Memberi keadilan pada semua lini.&lt;br /&gt;4. Transparan dalam semua hal.&lt;br /&gt;5. Ada pedoman yang jelas.&lt;br /&gt;6. Ada aturan yang jelas.&lt;br /&gt;7. Semua aspirasi dianggap penting dan dikomunikasikan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;margin-left:-.75pt;margin-top:37.35pt;width:455.7pt;" connectortype="straight"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 251659264; margin-left: -2px; margin-top: 49px; width: 610px; height: 2px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kebiasaan selama ini dimana konflik ditempatkan dalam destructive zone perlu direformasi kedalam dinamis zone. Konflik yang bersifat positif harus dimanage secara cerdas, tepat dan profesional. Sehingga ada peningkatan performance dan dinamika organisasi. Akhirnya konflik bisa didesign sebagai "mesin" dinamika organisasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Adanya konflik jangan dianggap sebagai suatu kemunduran tapi bisa dianggap sebagai dinamika organisasi dan juga agar organisasi tidak menjadi stagnan. Dan yang lebih penting lagi untuk belajar bersama dari adanya konflik tersebut, dengan konflik menjadikan anggota maju dalam berpikir, maju dalam wawasan, maju dalam wacana dan bisa menghargai beda pendapat. Dan yang terakhir agar organisasi bisa menjadi "hidup". &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pelaku konflik tidak dianggap sebagai musuh, pelaku konflik jangan dianggap sebagai perusak organisasi tapi harus ditempatkan sebagai motor dinamika organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1033" type="#_x0000_t32" style="'position:absolute;margin-left:-.75pt;margin-top:2.8pt;" connectortype="straight" strokecolor="#8064a2" strokeweight="10pt"&gt;  &lt;v:shadow color="#868686"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 251661312;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -8px; top: -3px; width: 622px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/adine/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image007.gif" shapes="_x0000_s1033" height="14" width="622" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;)* Penyaji adalah pemerhati masalah manajemen, organisasi dan sosial. Dan merupakan pernah terlibat secara aktif di kelembagaan mahasiswa FE – UNPAK. Pengalaman organisasi penyaji sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2000 – 2001&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Kepala Bagian Bahasa HISADA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Koordinator Pramuka GUDEP 340-341&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2001 – 2002 &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: K&lt;/span&gt;etua Umum HISADA (osis)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketua Ambalan Abu Bakar Sidik Gudep 340-341&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;2003 – 2004&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: Anggota Divis Kerohanian HMM FE UNPAK&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pembina HISADA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pembina GUDEP 340-341 PP Daarul Uluum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;2004 – 2005 &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Ketua Umum HMM FE Unpak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;2005 - 2006&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Ketua Umum Badan Legislatif Mahasiswa FE Unpak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2003 – Sekarang&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Sekretaris Direktur Pesantren Modern Daarul Uluum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2005 – Sekarang&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Fungsionaris Himpunan Mahasiswa Manajemen &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2006 – 2007&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: Dewan Presidium Mahasiswa Universitas Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewan Presidium BEM Se-Bogor&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2006 - Sekarang&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Kepala Divisi Ekonomi KNPI PK- Bogor Timur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kepala Pengembangan Usaha PP Daarul Uluum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Dewan Pendiri dan Sekretaris Yayasan Al-Ghazaliyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1032" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:51.45pt;" strokeweight="1pt"&gt;  &lt;v:shadow on="t" color="black" opacity=".5" offset="6pt,6pt"&gt;  &lt;v:textbox&gt;   &lt;![if !mso]&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;…&lt;i style="'mso-bidi-font-style:normal'"&gt;pemimpin yang baik adalah pemimpin yang     bisa jadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan orang lain…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/table&gt;   &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:rect&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="1" width="67"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/adine/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.gif" alt="Text Box: …pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa jadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan orang lain…" shapes="_x0000_s1032" height="74" width="441" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4627266399239972187-9058160601228199575?l=hasbulloh-ghazaly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/feeds/9058160601228199575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4627266399239972187&amp;postID=9058160601228199575' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/9058160601228199575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4627266399239972187/posts/default/9058160601228199575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2007/11/dinamika-organisasi.html' title='Dinamika Organisasi'/><author><name>Hasbulloh Al-Ghazaly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146026109859337258</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bnQ2a-5iQUs/R1fmnuC1SPI/AAAAAAAAAAY/9D_umfMAYGk/S220/hasbulloh.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4627266399239972187.post-5501973614487943237</id><published>2007-07-14T19:11:00.000-07:00</published><updated>2007-12-07T09:08:32.357-08:00</updated><title type='text'>Daftar Riwayat Hidup</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;DAFTAR RIWAYAT HIDUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;DATA DIRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Nama&lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;: Hasbulloh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tempat /Tgl/Lahir&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: Bogor, 26 Mei 1985&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: Jl. Durian Raya No.219 Bantarkemang Kota Bogor &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;16143&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Telp&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;: (0251) 343844&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hp. 081314009812&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;RIWAYAT PENDIDIKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan Formal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1992 – 1997&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: SDN Nagrak I &lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kab. Bogor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1997 – 2000&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: MTs Daarul Uluum&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;Kota Bogor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2000 – 2003&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: MA Daarul Uluum&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;Kota Bogor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2003 – 2007&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: S1 Jur. Manajemen FE Univ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan Non Formal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;1992 – 1997&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: Pondok Pesantren Salafy Al-Barkah Kabupaten Bogor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1997 – 2003&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Kota Bogor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;BAHASA KOMUNIKASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Inggris&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Aktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Arab&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;: Aktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Jepang&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;: Pasif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;KURSUS DAN SEMINAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kursus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2001 – 2002&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: Daarul Uluum Computer (DUC)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2003 – 2007&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: Pakuan Economic Emglish Course (PEEC)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2005&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;: Lab. Komputer Univ. Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2007&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;: Short Coures on Sharia Banking Intensive Program&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Sharia banking Trainning Center/SBTC)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2007&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;: Kursus Bahasa Jepang (UPT Bahasa IPB)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seminar dan Pelatihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tanggal&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: 06 Oktober 2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Thema/Topik&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Materi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Pelatihan Pengembangan Potensi Diri dan kaderisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penyelenggara&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Himpunan Mahasiswa Manajemen FE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;UNPAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Partisipasi&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: Peserta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Tanggal&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: 26 September 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Thema/Topik&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Materi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Seminar Ekonomi Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Penyelenggara&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Gugus Mahasiswa Matematika IPB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Partisipasi&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: Peserta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Tanggal&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: 13 - 18 Desember 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Thema/Topik&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Materi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Pekan Ilmiah Manajemen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”Improve Your Management Skill”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Penyelenggara&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Himpunan Mahasiswa Manajemen FE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;UNPAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Partisipasi&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: Peserta dan Panitia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;ý&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Tanggal&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: 13 Desember 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Thema/Topik&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Materi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Kondisi Makro Ekonomi Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Penyelenggara&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Himpunan Mahasiswa Manajemen FE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;UNPAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Partisipasi&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: Peserta dan Panitia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: em
