Selasa, 11 Maret 2008

MANAJEMEN RAPAT YANG EFEKTIF

MANAJEMEN RAPAT YANG EFEKTIF

Oleh : Hasbulloh
Disajikan pada setiap pelatihan organisasi kemahasiswaan (HMM dan BEM) di FE Universitas Pakuan serta di Himpunan Santri Daarul Uluum (HISADA) Bantarkemang Bogor


Pengertian
Rapat adalah forum yang bersifat formal bagi pengambilan kebijakan organisasi dalam bentuk keputusan, kesepakatan atau lainnya tanpa harus didahului oleh konflik.

Langkah-langkah dalam menegefektifkan rapat

A. Perencanaan dan Persiapan Rapat
1. Apakah Rapat diperukan ?
Berikut ini ada beberapa alasan kenapa orang mnyelenggarakan rapat yang semestinya
tidak diperlukan.
  • Temukan apa yang terjadi
  • Anda memerlukan keputusan yang cepat
  • Rapat kuartalan/Bulanan/Mingguan
  • Anda ingin melibatkan setiap orang
  • Menyampaikan informasi yang tidak kontroversi

2. Siapa yang harus diundang?
Orang-orang yang perlu diundang dalam rapat ialah yang :
  • Perlu memberikan persetujuan
  • Punya keahlian atau informasi yang diperlukan
  • Punya keahlian dan intelegensia untuk membantu kelompok menghasilkan gagasan yang dibuat
  • Akan melaksanakan keputusan
  • Akan mendorong gagasan anda untuk rapat itu
  • Akan memberikan kontribusi olh hasilnya
  • Secara langsung akan terpengaruh.
3. Informasi Latar Belakang
4. Menciptakan sebuah agenda
Agenda sangat besarefektivitasnya dalam mengorganisir dan meluruskan rapat,
tetapi jarang digunakan secara efektif.
5. Mengantisipasi dan mencegah masalah.
Kita harus mengantisipasi beberapa hal sebagai berikut :
  • Orang-orang yang bermasalah
  • Topik-topik panas

B. Agenda Rapat
Agenda yang bagus dapat menyelesaikan setengah dari pekerjaan anda, bahkan sebelum
rapat dimulai.
1. Menilai butir-butir agenda
  • menilai Permasalahan
  • menilai Tujuan, apakah untuk memberikan informasi?, diskusi? Atau memutuskan?
  • menilai Kpentingan rapat
2. Butir-butir standar
  • Notulen rapat terakhir
  • Meminta maf karena tidak hadir
  • Permasalahan-permasalahan
  • Lain-lain
  • Tangal dan waktu berikutnya
  • Urutan
  • Hal paling penting pertama
  • Hal kurang penting pertama
  • masalah-masalah rutin.
3. Penentuan waktu
  • Menjaga agar rapat tetap pada jalur
  • memberi tahu setiap orang bahwa waktu itu terbatas
  • Rapat dapat lebih mudah dikendalikan
  • Memotivasi orang
  • Ada tujuan yang dapat diselesaikan.

C. Menulis Agenda
Contoh agenda rapat
No Butir Tujuan Tanggungjawab Waktu
Pertanyaan2 Diskusi/infornmasi/keputusan Semua/perorangan 5 menit

D. Memimpin Rapat
1. Merencanakan dan Persiapan
2. Membuka Rapat
3. Penyampaian agenda
4. Penyampaian butir rapat
5. Penyampaian tujuan

E. Diskusi dan Partisipasi
1. Memotivasi
2. Mendengarkan
3. Mengendalikan

F. Mendapat Kesepakatan dan Persetujuan
G. Menilai Keberhasilan (menutup rapat)

H. Menilai Ulang Rapat
  • Biaya Rapat
  • Mengambil Tanggungjawab
  • Memikirkan ulang rapat
  • Penyebab kegagalan rapat

TEKNIK PERSIDANGAN

TEKNIK PERSIDANGAN
Presented By Hasbulloh
Disajikan pada setiap pelatihan organisasi kemahasiswaan (HMM dan BEM) di FE Universitas Pakuan serta di Himpunan Santri Daarul Uluum (HISADA) Bantarkemang Bogor

Pengertian
Sidang adalah forum formal bagi pengambilan keputusan yang akan menjadi kebijakan dalam sebuah organisasi (berstruktur dan mempunyai susunan hierarkis) dengan diawali oleh konflik.
Rapat adalah forum yang bersifat formal bagi pengambilan kebijakan organisasi dalam bentuk keputusan, kesepakatan atau lainnya tanpa harus didahului oleh konflik.
Musyawarah adalah forum informal sebagai sarana pengambil keputusan, kesepakatan, penyebaran informasi atau lainnya dalam sebuah institusi tanpa harus didahului oleh konflik

Macam-macam persidangan
1. Sidang pleno : sidang yang dihadiri oleh seluruh peserta sidang. Termasuk kedalam kategori
sidang ini adalah; Sidang pendahuluan yang biasanya untuk menetapkan jadual, tata tertib dan
pemilihan presidium sidang.
Sidang pleno, biasanya di tengah persidangan untuk mengesahkan laporan
pertanggungjawabanyang dipimpin oleh presidium sidang.
2. Sidang paripurna, biasanya berisi tentang pengesahan hasil-hasil sidang.
3. Sidang komisi adalah sidang yang diikuti oleh leserta terbatas (anggota komisi), sidang ini
diadakan untuk pematangan materi sebelum diplenokan, dipimpin oleh pimpinan komisi.
4. Sidang sub komisi, sidang ini lebih terbatas dalm sidang komisi guna mematangkan materi
lanjut.

Macam-macam sidang dilihat dari jabatan peserta dalam sebuah organisasi;
• Sidang Presidium
• Sidang BPH ( Badan Pengurus Harian )
• Sidang Badan Koordinasi.

Macam-macam Rapat
Rapat kerja (Raker), Munas, Muktamar, Mubes, Musda dan lain sebagainya.

Unsur-unsur persidangan
1. Tempat atau ruang sidang
2. Waktu dan acara sidang
3. Peserta sidang
4. Perlengkapan sidang
5. Tata tertib sidang
6. Pimpinan dan sekretaris


Istilah-istilah dalam persidangan
• Skorsing adalah penundaan acara sidang untuk sementara waktu atau dalam waktu tertentu
pada waktu sidang berlangsung
• Lobbying adalah penentuan jalan tengah atas konflik dengan skorsing waktu untuk
menyatukan pandangan melalui obrolan antara dua pihak atau lebih yang bersebrangan secara
informal.
• Interupsi adalah memotong pembicaraan, ditempuh dengan menggunakan kata "interupsi"
yang pada hakekatnya meminta kesepakatan untuk berbicara.

Macam-macam interupsi
• Interupsi point of order : meminta kesempatan untuk bicara atau dipergunakan untuk
memotong pembicaraan yang dianggap menyimpang dari masalah.
• Interupsi point of information : memberikan atau meminta penjelasan atas apa yang telah
disampaikan
• Interupsi point of clarification : meluruskan permasalahan agar penyimpangan tidak semakin
menajam
• Interupsi point of prevelage : tidak setuju atas pemojokan, penyinggungan persoalan pribadi.

Penggunaan palu dalam rapat
Dalam rapat, penggunaan palu sangat penting sekali, pimpinan rapat harus memahami tata cara penggunaan palu. Karena, kesalahan penggunaan atau pengetukan palu sidang akan mengacaukan situasi sidang.

Macam-macam penggunaan palu rapat
1 kali ketukan berarti
• Mengesahkan hasil rapat
• Pengalihan palu sidang
2 kali ketukan
• Skorsing
3 kaliketukan
• Pembukaan rapat
• Penutupan rapat
Berkali-kali sedang
• Peringatan atau meminta perhatian peserta rapat

Senin, 03 Maret 2008

Camping Galunggung Lebaran 2007




Wah ini sangat mengesankan karena ongkosnya modal nekat dari bogor ke tasik...

Minggu, 02 Maret 2008

Daarul Uluum Berkabung

Daarul Uluum Berkabung
Oleh : Hasbulloh
Tulisan ini dibuat setelah terjadi musibah meninggalnya santri Pesantren Daarul Uluum 2 sehingga membuat kami berkabung dan berduka

Sabtu sore sebenarnya bercuaca cukup cerah setelah beberapa minggu diguyur hujan berkepanjangan, pagi harinya pun saya sempat berkunjung ke Pesantren Nurul Iman Parung yang cukup megah dengan luas 7 Ha, sehingga menjelang sore hari saya memutuskan untuk mengisi waktu luang ke Toko Buku Gramedia, banyak buku yang belum ku ketahui sampulnya untuk dibaca, karena tidak mungkin ku beli semua disebabkan harganya yang lumayan melambung tinggi.
Ketika sedang asyik mengitari jajaran rak buku bagian depan Gramedia yang terisi penuh dengan best seller book, ada beberapa buku yang saya senang ketika sudah membacanya, Ayat-ayat cinta karya kang abik (habiburrahman El-Shirazy), yang menceritakan percintaan yang bernuansa Islam, tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata yang menceritakan semangat perjuangan dan belajar sehingga mampu menggapai mimpi yang sulit kita jangkau.
Suasana ceria saya praktis berubah 180 derajat, ketika saya sedang asyik melihat-lihat sampul buku yang unik dan menimbulkan nafsu mebaca saya, tiba-tiba telpon berdering dari Al-Ustadz Nasrudin Latif, ketua Yayasan yang dengan sekali mendengar nada tergesa-gesanya saya menangkap aura kepanikan yang tak terkira yang sedang beliau alami, bagi saya karena sering berbicara, bertukar pikiran dan meminta nasihat, sangat mudah merasakan kegundahannya...Ada kabar yang sangat mengejukan hati dan pikiran saya langsung mengernyut ketika beliau menugaskan saya untuk mencari bantuan sebanyak-banyaknya karena ada salah satu santri di daarul uluum 2 yang tenggelam di pusaran air deras daerah sungai Ciowa, saya pun terperanjat, tanpa basa-basi langsung meluncur ke kampus dan bernegosiasi dengan kawan-kawan Pencinta Alam (WAPALAPA) untuk menyiapkan pertolongan pertama. Saya ceritakan semua informasi yang saya dapat baik dari ust. Nas, ataupun dari yang lainnya..karena HP-ku berdering 2 menit sekali mendengar kepanikan seluruh pengurus Daarul Uluum, setelah bernegosiasi panjang, dan menyepakati metode pertolongan pertama, saya pun meluncur dengan kecepatan penuh tanpa memikirkan keselamatan diri pribadi berangkat ke lokasi kejadian. Sesampainya saya di sana, antrian masyarakat dan sepeda motor sangat sesak memenuhi jalan setapak menuju DAM (bendungan air) Ciowa.. mereka berduyun ingin mengetahui kabar yang mengagetkan semua pihak. Dengan menerobos melewati kerumunan, saya pun langsung ke area sungai yang lumayan deras dan di sana sudah berjajar guru-guru Daarul Uluum, Ust Iqbal basah kuyup, ust. Ozy sudah membiru karena kedinginan, Ust. Nasrudin terunglai lemas di salah satu pojok aliran sungai menunggu hasil pencarian yang belum selesai.
Setelah menunggu lama, sampai jam 21.00 pasukan katak Brimob datang dengan perlengkapan renang, setelah memeriksa lokasi dan persiapan, mereka pun meluncur dengan satu perahu karet dan dua penyelam, selang waktu 10 menit di dalam air, kami berharap dengan penuh kecemasan, mudah-mudahan santri tenggelam itu dapat langsung ditemukan dan kami sorak sorai bersyukur mayat santri tersebut ternyata sudah terbujur kaku dengan kedua kaki tertekuk dan tangan kaku diangkat oleh regu penyelam "alhamdulillah" akhirnya santri tersebut sudah ditemukan disambut oleh tangisan histeris orang tua dan langsung dibawa ke Pesantren Daarul Uluum 2 Nagrak untuk disemayamkan, setelah itu atas permintaan orang tua langsung dibawa ke rumah duka dihantarkan oleh para Pengasuh Pesantren...seluruh santri menunggu dengan isak tangis kesedihan yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua.
Pemberitaan Media Massa yang menurut saya menyudutkan adalah pemberitaan beberapa televisi (TPI, Tv One, SCTV) yang paling mengecewakan buat saya adalah pemberitaan yang diluar keterangan yang saya sampaikan sebelumnya kepada kontributor SCTV pada rubrik Liputan 6 SCTV tanggal 02 Maret 2008 mereka menulis penggalan ini :
....Mahfuzi bersama 200 teman lainnya sedang mejalankan orientasi pengenalan kampus (Opspek) kegiatan pramuka yang diselenggarakan sekolahnya. Menurut keterangan guru pembina SMP Darul Ulum, korban terpisah dengan rombongan pramuka setelah mengikuti kegiatan di sekitar Bendungan Ciowa. Menurut saksi mata, Mahfuji terlihat kelelahan berenang dan akhirnya tenggelam.....
Padahal pada saat pencarian korban, keterangan jelas sudah saya sampaikan bahwa agenda Pramuka yang dilakukan bukan Opspek seperti yang mereka tulis, tetapi hanya latihan Pramuka rutin pada hari sabtu, dan tidak ada Opspek sehingga pemberitaan ini mendapat respon yang beragam dari berbagai kalangan, Alumni yang langsung berbelasungkawa dan minta klarifikasi dari saya atas kejadian ini, Walisantri dan Stakeholder lainnya.
Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan meninggalnya saudara Mahfauzi santri Daarul Uluum mudah-mudahan meninggal dalam keadaan syahid fii sabilillah karena dalam keadaan menuntut ilmu. sesuai dengan hadits Nabi "Man kharaja fii tholabil Ilmi fahua fii sabiilillahi hatta yarji'a" ..Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia di jalan Allah sampai ia kembali....selamat jalan kami ucapkan. Kami sangat berduka atas peristiwa ini...Hasbulloh (02-03-2008)

Daarul Uluum Berkabung

Daarul Uluum Berkabung
Oleh : Hasbulloh
Tulisan ini dibuat setelah terjadi musibah meninggalnya santri Pesantren Daarul Uluum 2 sehingga membuat kami berkabung dan berduka

Sabtu sore sebenarnya bercuaca cukup cerah setelah beberapa minggu diguyur hujan berkepanjangan, pagi harinya pun saya sempat berkunjung ke Pesantren Nurul Iman Parung yang cukup megah dengan luas 7 Ha, sehingga menjelang sore hari saya memutuskan untuk mengisi waktu luang ke Toko Buku Gramedia, banyak buku yang belum ku ketahui sampulnya untuk dibaca, karena tidak mungkin ku beli semua disebabkan harganya yang lumayan melambung tinggi.
Ketika sedang asyik mengitari jajaran rak buku bagian depan Gramedia yang terisi penuh dengan best seller book, ada beberapa buku yang saya senang ketika sudah membacanya, Ayat-ayat cinta karya kang abik (habiburrahman El-Shirazy), yang menceritakan percintaan yang bernuansa Islam, tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata yang menceritakan semangat perjuangan dan belajar sehingga mampu menggapai mimpi yang sulit kita jangkau.
Suasana ceria saya praktis berubah 180 derajat, ketika saya sedang asyik melihat-lihat sampul buku yang unik dan menimbulkan nafsu mebaca saya, tiba-tiba telpon berdering dari Al-Ustadz Nasrudin Latif, ketua Yayasan yang dengan sekali mendengar nada tergesa-gesanya saya menangkap aura kepanikan yang tak terkira yang sedang beliau alami, bagi saya karena sering berbicara, bertukar pikiran dan meminta nasihat, sangat mudah merasakan kegundahannya...Ada kabar yang sangat mengejukan hati dan pikiran saya langsung mengernyut ketika beliau menugaskan saya untuk mencari bantuan sebanyak-banyaknya karena ada salah satu santri di daarul uluum 2 yang tenggelam di pusaran air deras daerah sungai Ciowa, saya pun terperanjat, tanpa basa-basi langsung meluncur ke kampus dan bernegosiasi dengan kawan-kawan Pencinta Alam (WAPALAPA) untuk menyiapkan pertolongan pertama. Saya ceritakan semua informasi yang saya dapat baik dari ust. Nas, ataupun dari yang lainnya..karena HP-ku berdering 2 menit sekali mendengar kepanikan seluruh pengurus Daarul Uluum, setelah bernegosiasi panjang, dan menyepakati metode pertolongan pertama, saya pun meluncur dengan kecepatan penuh tanpa memikirkan keselamatan diri pribadi berangkat ke lokasi kejadian. Sesampainya saya di sana, antrian masyarakat dan sepeda motor sangat sesak memenuhi jalan setapak menuju DAM (bendungan air) Ciowa.. mereka berduyun ingin mengetahui kabar yang mengagetkan semua pihak. Dengan menerobos melewati kerumunan, saya pun langsung ke area sungai yang lumayan deras dan di sana sudah berjajar guru-guru Daarul Uluum, Ust Iqbal basah kuyup, ust. Ozy sudah membiru karena kedinginan, Ust. Nasrudin terunglai lemas di salah satu pojok aliran sungai menunggu hasil pencarian yang belum selesai.
Setelah menunggu lama, sampai jam 21.00 pasukan katak Brimob datang dengan perlengkapan renang, setelah memeriksa lokasi dan persiapan, mereka pun meluncur dengan satu perahu karet dan dua penyelam, selang waktu 10 menit di dalam air, kami berharap dengan penuh kecemasan, mudah-mudahan santri tenggelam itu dapat langsung ditemukan dan kami sorak sorai bersyukur mayat santri tersebut ternyata sudah terbujur kaku dengan kedua kaki tertekuk dan tangan kaku diangkat oleh regu penyelam "alhamdulillah" akhirnya santri tersebut sudah ditemukan disambut oleh tangisan histeris orang tua dan langsung dibawa ke Pesantren Daarul Uluum 2 Nagrak untuk disemayamkan, setelah itu atas permintaan orang tua langsung dibawa ke rumah duka dihantarkan oleh para Pengasuh Pesantren...seluruh santri menunggu dengan isak tangis kesedihan yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua.
Pemberitaan Media Massa yang menurut saya menyudutkan adalah pemberitaan beberapa televisi (TPI, Tv One, SCTV) yang paling mengecewakan buat saya adalah pemberitaan yang diluar keterangan yang saya sampaikan sebelumnya kepada kontributor SCTV pada rubrik Liputan 6 SCTV tanggal 02 Maret 2008 mereka menulis penggalan ini :
....Mahfuzi bersama 200 teman lainnya sedang mejalankan orientasi pengenalan kampus (Opspek) kegiatan pramuka yang diselenggarakan sekolahnya. Menurut keterangan guru pembina SMP Darul Ulum, korban terpisah dengan rombongan pramuka setelah mengikuti kegiatan di sekitar Bendungan Ciowa. Menurut saksi mata, Mahfuji terlihat kelelahan berenang dan akhirnya tenggelam.....
Padahal pada saat pencarian korban, keterangan jelas sudah saya sampaikan bahwa agenda Pramuka yang dilakukan bukan Opspek seperti yang mereka tulis, tetapi hanya latihan Pramuka rutin pada hari sabtu, dan tidak ada Opspek sehingga pemberitaan ini mendapat respon yang beragam dari berbagai kalangan, Alumni yang langsung berbelasungkawa dan minta klarifikasi dari saya atas kejadian ini, Walisantri dan Stakeholder lainnya.
Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan meninggalnya saudara Mahfauzi santri Daarul Uluum mudah-mudahan meninggal dalam keadaan syahid fii sabilillah karena dalam keadaan menuntut ilmu. sesuai dengan hadits Nabi "Man kharaja fii tholabil Ilmi fahua fii sabiilillahi hatta yarji'a" ..Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia di jalan Allah sampai ia kembali....selamat jalan kami ucapkan. Kami sangat berduka atas peristiwa ini...Hasbulloh (02-03-2008)

Daarul Uluum Berkabung

Daarul Uluum Berkabung
Oleh : Hasbulloh
Tulisan ini dibuat setelah terjadi musibah meninggalnya santri Pesantren Daarul Uluum 2 sehingga membuat kami berkabung dan berduka

Sabtu sore sebenarnya bercuaca cukup cerah setelah beberapa minggu diguyur hujan berkepanjangan, pagi harinya pun saya sempat berkunjung ke Pesantren Nurul Iman Parung yang cukup megah dengan luas 7 Ha, sehingga menjelang sore hari saya memutuskan untuk mengisi waktu luang ke Toko Buku Gramedia, banyak buku yang belum ku ketahui sampulnya untuk dibaca, karena tidak mungkin ku beli semua disebabkan harganya yang lumayan melambung tinggi.
Ketika sedang asyik mengitari jajaran rak buku bagian depan Gramedia yang terisi penuh dengan best seller book, ada beberapa buku yang saya senang ketika sudah membacanya, Ayat-ayat cinta karya kang abik (habiburrahman El-Shirazy), yang menceritakan percintaan yang bernuansa Islam, tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata yang menceritakan semangat perjuangan dan belajar sehingga mampu menggapai mimpi yang sulit kita jangkau.
Suasana ceria saya praktis berubah 180 derajat, ketika saya sedang asyik melihat-lihat sampul buku yang unik dan menimbulkan nafsu mebaca saya, tiba-tiba telpon berdering dari Al-Ustadz Nasrudin Latif, ketua Yayasan yang dengan sekali mendengar nada tergesa-gesanya saya menangkap aura kepanikan yang tak terkira yang sedang beliau alami, bagi saya karena sering berbicara, bertukar pikiran dan meminta nasihat, sangat mudah merasakan kegundahannya...Ada kabar yang sangat mengejukan hati dan pikiran saya langsung mengernyut ketika beliau menugaskan saya untuk mencari bantuan sebanyak-banyaknya karena ada salah satu santri di daarul uluum 2 yang tenggelam di pusaran air deras daerah sungai Ciowa, saya pun terperanjat, tanpa basa-basi langsung meluncur ke kampus dan bernegosiasi dengan kawan-kawan Pencinta Alam (WAPALAPA) untuk menyiapkan pertolongan pertama. Saya ceritakan semua informasi yang saya dapat baik dari ust. Nas, ataupun dari yang lainnya..karena HP-ku berdering 2 menit sekali mendengar kepanikan seluruh pengurus Daarul Uluum, setelah bernegosiasi panjang, dan menyepakati metode pertolongan pertama, saya pun meluncur dengan kecepatan penuh tanpa memikirkan keselamatan diri pribadi berangkat ke lokasi kejadian. Sesampainya saya di sana, antrian masyarakat dan sepeda motor sangat sesak memenuhi jalan setapak menuju DAM (bendungan air) Ciowa.. mereka berduyun ingin mengetahui kabar yang mengagetkan semua pihak. Dengan menerobos melewati kerumunan, saya pun langsung ke area sungai yang lumayan deras dan di sana sudah berjajar guru-guru Daarul Uluum, Ust Iqbal basah kuyup, ust. Ozy sudah membiru karena kedinginan, Ust. Nasrudin terunglai lemas di salah satu pojok aliran sungai menunggu hasil pencarian yang belum selesai.
Setelah menunggu lama, sampai jam 21.00 pasukan katak Brimob datang dengan perlengkapan renang, setelah memeriksa lokasi dan persiapan, mereka pun meluncur dengan satu perahu karet dan dua penyelam, selang waktu 10 menit di dalam air, kami berharap dengan penuh kecemasan, mudah-mudahan santri tenggelam itu dapat langsung ditemukan dan kami sorak sorai bersyukur mayat santri tersebut ternyata sudah terbujur kaku dengan kedua kaki tertekuk dan tangan kaku diangkat oleh regu penyelam "alhamdulillah" akhirnya santri tersebut sudah ditemukan disambut oleh tangisan histeris orang tua dan langsung dibawa ke Pesantren Daarul Uluum 2 Nagrak untuk disemayamkan, setelah itu atas permintaan orang tua langsung dibawa ke rumah duka dihantarkan oleh para Pengasuh Pesantren...seluruh santri menunggu dengan isak tangis kesedihan yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua.
Pemberitaan Media Massa yang menurut saya menyudutkan adalah pemberitaan beberapa televisi (TPI, Tv One, SCTV) yang paling mengecewakan buat saya adalah pemberitaan yang diluar keterangan yang saya sampaikan sebelumnya kepada kontributor SCTV pada rubrik Liputan 6 SCTV tanggal 02 Maret 2008 mereka menulis penggalan ini :
....Mahfuzi bersama 200 teman lainnya sedang mejalankan orientasi pengenalan kampus (Opspek) kegiatan pramuka yang diselenggarakan sekolahnya. Menurut keterangan guru pembina SMP Darul Ulum, korban terpisah dengan rombongan pramuka setelah mengikuti kegiatan di sekitar Bendungan Ciowa. Menurut saksi mata, Mahfuji terlihat kelelahan berenang dan akhirnya tenggelam.....
Padahal pada saat pencarian korban, keterangan jelas sudah saya sampaikan bahwa agenda Pramuka yang dilakukan bukan Opspek seperti yang mereka tulis, tetapi hanya latihan Pramuka rutin pada hari sabtu, dan tidak ada Opspek sehingga pemberitaan ini mendapat respon yang beragam dari berbagai kalangan, Alumni yang langsung berbelasungkawa dan minta klarifikasi dari saya atas kejadian ini, Walisantri dan Stakeholder lainnya.
Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan meninggalnya saudara Mahfauzi santri Daarul Uluum mudah-mudahan meninggal dalam keadaan syahid fii sabilillah karena dalam keadaan menuntut ilmu. sesuai dengan hadits Nabi "Man kharaja fii tholabil Ilmi fahua fii sabiilillahi hatta yarji'a" ..Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia di jalan Allah sampai ia kembali....selamat jalan kami ucapkan. Kami sangat berduka atas peristiwa ini...Hasbulloh (02-03-2008)

Selasa, 19 Februari 2008

Presma Unpak 2007




Bencana Lonsor Babakan Madang dan Citeuruep