Sabtu, 14 November 2009

Belajar dari pengalaman (1)

"saya adalah orang yang berpengalaman puluhan tahun" teriak sang peserta diklat, yang merasa profesionalismenya merasa diragukan oleh atasannya karena dimasukkan ke dalam peserta diklat..

Baginya diklat profesionalitas yang harus diikutinya adalah sebuah "pelecehan" atas pengabdian yang dia lakukan selama berpuluh-puluh tahun. pengabdian tanpa pamrih untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan pengorbanan.

Sebagai anak muda, ku terhentak dengan pernyataannya, karena bagiku dengan mengikuti diklat, berarti ku kan dapat ilmu yang baru, teman baru dan tentunya pengalaman baru. Tapi, bagi "Pak Haji" ini, diklat profesionalitas yang harus diikuti adalah sebuah "keraguan" bahkan "pelecehan" atasannya atas pengabdian yang selama ini beliau dedikasikan pada institusinya.

memang dari wajanya sudah sayu, namun suaranya tetap lantang seperti sang orator membakar semangat pasukan yang siap tempur di medan laga.

 tak heran dengan kesan awal seperti itu, beliau kami jadikan sebagai ketua kelas untuk memimpin 31 orang yang datang dari berbagai daerah, umur, jenis kelamin dan suku. Seperti sang jawara mengucapkan kata sambutan atas kemenangan dari pertandingan, beliau langsung memberikan sebuah sambutan kemenangan karena menjadi ketua kelas dan menawarkan mekanisme serta ksepakatan dalam belajar.

ku ikuti "Pak Haji", dari mulai satu kelas kemudian satu kamar dengan peserta lain di ruang Matoa 1 Kinasih Resort.

Upami ayi, umurna tos sabaraha taun.. ? " tanya pak haji kepadaku, karena mungkin agak bertanya-tanya kenapa harus sekelas dengan anak muda...
baru 24 tahun Pak haji" jawabku singkat.

Ku beranikan diri untuk berkenalan dengan peserta yang lainnya agar bisa mengikuti diklat ini dengan nyaman.

Setelah melakukan perkenalan dengan para peserta yang lain, di hari pertama diklat ku pelajari semua jadwal serta aturan diklat profesionalitas yang akan ku ikuti selama 8 hari.

Ada satu hal tekadku, selain mempelajari materi dari para instruktur, ku harus belajar dari pengalaman para peserta yang lain yang tentunya sudah punya pengalaman belasan bahkan puluhan tahun.

Semoga diklat ini menyenangkan......

kuliah dengan Prof fathurrahman Djamil




Profesionalisme

minggu kemarin saya sudah menjadwalkan perjalanan kunjungan ke Bali, sebelum berangkat saya mengikuti koordinasi dan pemantapan materi kunjungan agar perjalanan ke sana memberikan manfaat yang besar buat kami.
Namun, setelah persiapan 50 % ternyata ada kontak telepon dari kantor MAPENDA kalau saya harus mengikuti diklat peningkatan profesionalisme guru... "anda harus mengikuti diklat profesionalisme selama 10 hari di Kinasih Resort Depok..."" kata pejabat mapenda.
Hmm.. akhirnya harus kubatalkan semua rencana kunjunganku ke Bali..." pikirku. Tapi ku berusaha untuk membuang rasa kecewaku karena batal kunjungan kedua ku ke Bali..karena mungkin diklat ini lebih penting saat ini bagiku daripada berlibur dan  kunjungan ke pulau dewata itu.
"Profesionalisme", itulah kata kunci diklat yang akan ku ikuti selama 10 hari, mungkin sekumpulan pertanyaan bagi orang-orang yang dipanggil untuk mengikuti diklat ini. Apa salah dengan profesionalitas yang sudah saya coba tunjukkan ? atau kurang profesional kah saya selama ini..?? atau mungkin bagi orang yang sudah berpengalaman puluhan tahun merasa pertanyaan itu lebih kuat.
Setahuku profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. sehingga profesional ialah apabila suatu pekerjaan dilakukan oleh orang yang terlatih dan disiapkan secara khusus dan menunjukkan performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.
ku ikuti sesi demi sesi diklatku untuk mendapatkan materi yang bisa ku terapkan di bidang yang ku tekuni saat ini.
rasa jenuh ku singkirkan dari benakku, rasa bosan ku abaikan, rasa rindu ini ku pendam.. karena ada harapan besar dariku sepulang dari diklat ini yaitu menjadi orang yang profesional
di hari ke 6 diklatku ini banyak hal yang ku dapatkan :
selain materi dan pelatihan yang ku dapatkan di dalam ruang kelas dengan berbagai macam media, namun ada hal tambahan lain yang ku dapatkan yaitu pengalaman orang-orang profesional yang setiap saat mengajarkanku soal kepribadian, kemampuan sosial sense, dan pengalaman hidup mereka tentunya.
semoga ini kan bermanfaat untukku dan orang-orang di sekitarku. Amiin.
 

Belajar dari pengalaman (1)

"saya adalah orang yang berpengalaman puluhan tahun" teriak sang peserta diklat, yang merasa profesionalismenya merasa diragukan oleh atasannya karena dimasukkan ke dalam peserta diklat..

Baginya diklat profesionalitas yang harus diikutinya adalah sebuah "pelecehan" atas pengabdian yang dia lakukan selama berpuluh-puluh tahun. pengabdian tanpa pamrih untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan pengorbanan.

Sebagai anak muda, ku terhentak dengan pernyataannya, karena bagiku dengan mengikuti diklat, berarti ku kan dapat ilmu yang baru, teman baru dan tentunya pengalaman baru. Tapi, bagi "Pak Haji" ini, diklat profesionalitas yang harus diikuti adalah sebuah "keraguan" bahkan "pelecehan" atasannya atas pengabdian yang selama ini beliau dedikasikan pada institusinya.

memang dari wajanya sudah sayu, namun suaranya tetap lantang seperti sang orator membakar semangat pasukan yang siap tempur di medan laga.

tak heran dengan kesan awal seperti itu, beliau kami jadikan sebagai ketua kelas untuk memimpin 31 orang yang datang dari berbagai daerah, umur, jenis kelamin dan suku. Seperti sang jawara mengucapkan kata sambutan atas kemenangan dari pertandingan, beliau langsung memberikan sebuah sambutan kemenangan karena menjadi ketua kelas dan menawarkan mekanisme serta ksepakatan dalam belajar.

ku ikuti "Pak Haji", dari mulai satu kelas kemudian satu kamar dengan peserta lain di ruang Matoa 1 Kinasih Resort.

Upami ayi, umurna tos sabaraha taun.. ? " tanya pak haji kepadaku, karena mungkin agak bertanya-tanya kenapa harus sekelas dengan anak muda...
baru 24 tahun Pak haji" jawabku singkat.

Ku beranikan diri untuk berkenalan dengan peserta yang lainnya agar bisa mengikuti diklat ini dengan nyaman.

Setelah melakukan perkenalan dengan para peserta yang lain, di hari pertama diklat ku pelajari semua jadwal serta aturan diklat profesionalitas yang akan ku ikuti selama 8 hari.

Ada satu hal tekadku, selain mempelajari materi dari para instruktur, ku harus belajar dari pengalaman para peserta yang lain yang tentunya sudah punya pengalaman belasan bahkan puluhan tahun.

Semoga diklat ini menyenangkan......

Profesionalisme

minggu kemarin saya sudah menjadwalkan perjalanan kunjungan ke Bali, sebelum berangkat saya mengikuti koordinasi dan pemantapan materi kunjungan agar perjalanan ke sana memberikan manfaat yang besar buat kami.
Namun, setelah persiapan 50 % ternyata ada kontak telepon dari kantor MAPENDA kalau saya harus mengikuti diklat peningkatan profesionalisme guru... "anda harus mengikuti diklat profesionalisme selama 10 hari di Kinasih Resort Depok..."" kata pejabat mapenda.
Hmm.. akhirnya harus kubatalkan semua rencana kunjunganku ke Bali..." pikirku. Tapi ku berusaha untuk membuang rasa kecewaku karena batal kunjungan kedua ku ke Bali..karena mungkin diklat ini lebih penting saat ini bagiku daripada berlibur dan kunjungan ke pulau dewata itu.
"Profesionalisme", itulah kata kunci diklat yang akan ku ikuti selama 10 hari, mungkin sekumpulan pertanyaan bagi orang-orang yang dipanggil untuk mengikuti diklat ini. Apa salah dengan profesionalitas yang sudah saya coba tunjukkan ? atau kurang profesional kah saya selama ini..?? atau mungkin bagi orang yang sudah berpengalaman puluhan tahun merasa pertanyaan itu lebih kuat.
Setahuku profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. sehingga profesional ialah apabila suatu pekerjaan dilakukan oleh orang yang terlatih dan disiapkan secara khusus dan menunjukkan performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.
ku ikuti sesi demi sesi diklatku untuk mendapatkan materi yang bisa ku terapkan di bidang yang ku tekuni saat ini.
rasa jenuh ku singkirkan dari benakku, rasa bosan ku abaikan, rasa rindu ini ku pendam.. karena ada harapan besar dariku sepulang dari diklat ini yaitu menjadi orang yang profesional
di hari ke 6 diklatku ini banyak hal yang ku dapatkan :
selain materi dan pelatihan yang ku dapatkan di dalam ruang kelas dengan berbagai macam media, namun ada hal tambahan lain yang ku dapatkan yaitu pengalaman orang-orang profesional yang setiap saat mengajarkanku soal kepribadian, kemampuan sosial sense, dan pengalaman hidup mereka tentunya.
semoga ini kan bermanfaat untukku dan orang-orang di sekitarku. Amiin.


Senin, 09 November 2009

Hotspot = Outbond

pagi itu para peserta Diklat sudah berkumpul dan berkerumun di meja registrasi panitia, untuk melaporkan kedatangan di tempat acara, namun yang ku lakukan saat itu berbeda dengan peserta yang lainnya yang sibuk mencari kamar berapa yang akan mereka tempati, yang ku lakukan tentunya mencari tempat yang bisa online untuk update status di facebook dan membalas sapaan teman-teman yang sedari malam belum ku balas.

langsung ku tanya pada security di mana area yang berakses internet..?? coba tanya aza ke receptionist" jawab security itu. bergegas ku mendatang meja recetionist dan disambut dengan senyuman penjaga, namun disampingnya juga ada frontliner yang lain yang sedang menunggu tamu. ku tanyakan lagi ke receptionist itu, di mana area hotspotnya..?? " tanyaku pada receptionist. si cantik itu pun menjawab " kita ada pak area outbond yang luas, dilengkapi dengan aneka alat permainan dan dibina oleh instruktur yang berpengalaman bla..bla.. banyak sekali jawabnnya.... tapi kuulangi lagi pertanyaanku di mana area hotspot..?? tanyaku pada receptionist...

ohh... hotspot, kirain outbond dia tersenyum malu sambil menunjukkan seseorang yang akan memberikan ID dan PASWORD untuk akses internet di area resort yang aku tempati.

aku tersenyum nanya hotspot kok dijawab out bond.... tapi akhirnya ku bisa minum teh hangat pagi sambil update status serta comment buat facebookers....

mungkin receptionist sudah lelah layanin tamu yang datang dalam 30 menit 450 orang...jadi nanya apa eh dijawabnya berbeda...

Minggu, 08 November 2009

Hotspot = Outbond

pagi itu para peserta Diklat sudah berkumpul dan berkerumun di meja registrasi panitia, untuk melaporkan kedatangan di tempat acara, namun yang ku lakukan saat itu berbeda dengan peserta yang lainnya yang sibuk mencari kamar berapa yang akan mereka tempati, yang ku lakukan tentunya mencari tempat yang bisa online untuk update status di facebook dan membalas sapaan teman-teman yang sedari malam belum ku balas.

langsung ku tanya pada security di mana area yang berakses internet..?? coba tanya aza ke receptionist" jawab security itu. bergegas ku mendatang meja recetionist dan disambut dengan senyuman penjaga, namun disampingnya juga ada frontliner yang lain yang sedang menunggu tamu. ku tanyakan lagi ke receptionist itu, di mana area hotspotnya..?? " tanyaku pada receptionist. si cantik itu pun menjawab " kita ada pak area outbond yang luas, dilengkapi dengan aneka alat permainan dan dibina oleh instruktur yang berpengalaman bla..bla.. banyak sekali jawabnnya.... tapi kuulangi lagi pertanyaanku di mana area hotspot..?? tanyaku pada receptionist...

ohh... hotspot, kirain outbond dia tersenyum malu sambil menunjukkan seseorang yang akan memberikan ID dan PASWORD untuk akses internet di area resort yang aku tempati.

aku tersenyum nanya hotspot kok dijawab out bond.... tapi akhirnya ku bisa minum teh hangat pagi sambil update status serta comment buat facebookers....