Jumat, 10 Juli 2009
Sabtu, 16 Mei 2009
Selasa, 12 Mei 2009
REVIEW MEKANISME PENGUTIPAN HADITS
OLEH EUIS AMALIA DALAM BUKU SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM
Oleh : Hasbulloh
08.2.00.1.08.01.0011
Disusun sebagai salah satu tugas mata Kuliah Pendekatan Metodologi Studi Islam
Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah.
Hadits- Hadits yang dikutip dalam buku “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” karya Euis Amalia :
1. Pada halaman 7, Hadits Rosulullah yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik bahwa suatu ketika terjadi kenaikan harga-harga barang di kota Madinah, beberapa sahabat menghadap Nabi SAW mengadukan masalah itu dan meminta beliau agar mematok harga-harga barang di pasaran. Rosulullah menjawab “Sesungguhnya Allah yang menetapkan harga, yang menahan, dan melepaskan, dan yang mengatur rezeki. Dan Aku mengharapkan agar saat berjumpa Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun diantara kalian yang menggugatku karena kezaliman dalam soal jiwa dan harta” (Endnote: Abu daud, Sunan Abu Dawud, (kairo: Dar al-Hadits,1988), vol.III., h.270)
2. Pada halaman 94, Hadits Rosulullah yang menyatakan “Mencari pendapatan adalah wajib bagi setiap muslim” (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.17)
3. Pada halaman 98, Rosululullah saw juga bersabda : “Sesungguhnya Allah Swt selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya tersebut menolong saudara muslimnya. (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.48)
4. Pada halaman 116, hadits Nabi Muhammad Saw, antara lain : Dari Anas bin Malik, ia berkata : Telah melonjak harga (di pasar) pada masa rosulullah saw. Mereka (para sahabat) berkata: Wahai Rosulullah, tetapkanlah harga bagi kami” Rosulullah menjawab: “Sesungguhnya Allah-lah yang menguasai (harga), yang memberi rizki, yang memudahkan, dan yang menetapkan harga. Aku sungguh berharap bertemu dengan Allah dan tidak seorang pun (boleh) memintaku untuk melakukan suatu kezaliman dalam persoalan jiwa dan harta’(Riwayat Abu Dawud) ( Endnotes : Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abi daud, (Beirut: Dar al-Fikr, 1994) Jilid 3, hal 272.
5. Pada halaman 130, Rosulullah saw bersabda “ Dinar dengan dinar tidak ada tambahan diantara keduanya, dirham dengan dirham tidak ada tambahan diantara keduanya. Barangsiapa mempunyai kebutuhan terhadap uang kecil maka hendaknya ia menukarkannya dengan emas dan barangsiapa yang mempunyai kebutuhan terhadap emas, hendaknya ia menukarkannya dengan uang kecil. (Riwayat Ibnu Majah) (Endnote : Muhammad bin Yazid Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah,(Libanon:Matba’ah dar al-Turats al-‘Arabi, tt) Juz 2, h.760)
6. Pada halaman 138, (1) Dari Rafi’ bin Khudaij r.a ia berkata”Rosulullah saw melarang penyewaan tanah” (Riwayat Muslim) Endnote : Abul Hasan M.Sadeq dan Aidit Ghazali (ed) Reading in islamic Economic tought (malaysia”Longman, 1992), h.66.) (2) Dari Jabir bin Abdullah r.a ia berkata : Rosulullah saw melarang pengambilan upah atau bagian tertentu dari tanah” (Riwayat Muslim) (Endnote : Ibn Hazm, Op.Cit Jilid IV, hal.281) (3) Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rosulullah saw bersabda : Barangsiapa memiliki tanah, hendaklah ia menamainya atau memberikannya kepada saudaranya, Jika ia menolak, tahanlah tanah tersebut (Riwayat Muslim) Endnote : Yusuf Al-Qardhawi, Fiqh al-Zakah, (Beirut: Muassasah al-Risalah,1993) Jilid II, h.964.
7. Pada halaman 143, hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lainnya dari sahabat Thalhah r.a, ia berkata : “seorang sahabat laki-laki dari penduduk Nejd dengan rambut tergerai datang menghadap Rosulullah saw. Suaranya terdengar parau dan apa yang dikatakan tidak mudah ditangkap. Setelah mendekati Rosulullah saw menjawab “Lima kali shalat dalam sehari semalam”. Ia bertanya “Apakah selain itu ada yang wajib bagi diriku?” Rosul menjawab “ Tidak, kecuali kamu shalat sunnah” Rosul berkata “ dan berpuasa Ramadhan” Ia bertanya, Apakah ada puasa yang lain yang wajib bagi diriku?” Rasul menjawab, “Tidak kecuali kamu berpuasa Sunnah”. Kemudian Rosul menyebutkan Zakat. Ia bertanya, “Apakah ada kewajiban lain selain zakat?” Rosul menjawab, “Tidak, kecuali kamu bersedekah sunnah”. Lantas laki-laki itu berbalik seraya berkata, “Aku tidak akan menambahi ataupun menguranginya”. Rasulullah Saw. Bersabda,” Dia beruntung jika jujur” atau “Dia masuk surga jika jujur” (ada tanda Endnote, tapi Tidak terdapat keterangan apapun di Daftar Endnote)
8. Pada halaman 172, Dari anas bin Malik ra beliau berkata : harga barang-barang pernah mahal pada masa rosulullah saw. Lalu orang-orang berkata : ya Rosulullah, harga-harga menjadi mahal, tetapkanlah standar harga untuk kami, lalu Rosulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allahlah yang menetapkan harga, yang menahan dan membagikan rizki, dan sesungguhnya saya mengharapkan agar saya dapat berjumpa dengan Allah swt dalam keadaan tidak seorangpun diantara kamu sekalian yang menuntut saya karena kezaliman dalam pertumpahan darah (pembunuh) dan harta (diriwayatkan oleh perawi yang lima kecuali Nasai (Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah) (Endnote : M. Nejatullah Shiddiqi, Kegiatan ekonomi dalam Islam, jakarta, Bumi Aksara.1996, hl.40
9. Pada halaman 178, Hadits Rosulullah Saw.”Manusia berserikat (dalam pemanfaatan) tiga hal, yaitu: air, rumput dan api”. (HR. Ahmad bin Hambal)..(Tidak ada Endnote)
Setelah saya mendokumentasikan hadits-hadits yang dikutip oleh Euis Amalia dalam buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, saya setidaknya mendapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Ada 9 hadits yang dikutip, namun saya menemukan ada satu hadits yang 3 kali dikutip dan ada sedikit perbedaan penerjemahan pada ketiga hadits tersebut. Yaitu pada hadits nomor (1)… tidak ada seorang pun diantara kalian yang menggugatku karena kezaliman dalam soal jiwa…, (4)….. tidak seorang pun (boleh) memintaku untuk melakukan suatu kezaliman dalam persoalan jiwa….., dan (8)…. tidak seorangpun diantara kamu sekalian yang menuntut saya karena kezaliman dalam pertumpahan darah (pembunuh)…..
2. Setiap pengutipan hadits mencantumkan sumber kutipan kecuali pada hadits nomor 7 (ada tanda Endnote, tapi Tidak terdapat keterangan apapun di Daftar Endnote), 9 (Tidak ada Endnote).
3. Setiap pengutipan hadits mencantumkan rawi hadits kecuali pada hadits nomor (2) dan (3). (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.17)
Sumber Buku : Euis Amalia.Sejarah Pemikiran ekonomi Islam (Dari masa klasik hingga kontemporer).Pustaka Asatruss Jakarta, Cet-I, April, Jakarta,2005.
REVIEW MEKANISME PENGUTIPAN HADITS
OLEH EUIS AMALIA DALAM BUKU SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM
Oleh : Hasbulloh
08.2.00.1.08.01.0011
Disusun sebagai salah satu tugas mata Kuliah Pendekatan Metodologi Studi Islam
Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah.
Hadits- Hadits yang dikutip dalam buku “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” karya Euis Amalia :
1. Pada halaman 7, Hadits Rosulullah yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik bahwa suatu ketika terjadi kenaikan harga-harga barang di kota Madinah, beberapa sahabat menghadap Nabi SAW mengadukan masalah itu dan meminta beliau agar mematok harga-harga barang di pasaran. Rosulullah menjawab “Sesungguhnya Allah yang menetapkan harga, yang menahan, dan melepaskan, dan yang mengatur rezeki. Dan Aku mengharapkan agar saat berjumpa Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun diantara kalian yang menggugatku karena kezaliman dalam soal jiwa dan harta” (Endnote: Abu daud, Sunan Abu Dawud, (kairo: Dar al-Hadits,1988), vol.III., h.270)
2. Pada halaman 94, Hadits Rosulullah yang menyatakan “Mencari pendapatan adalah wajib bagi setiap muslim” (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.17)
3. Pada halaman 98, Rosululullah saw juga bersabda : “Sesungguhnya Allah Swt selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya tersebut menolong saudara muslimnya. (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.48)
4. Pada halaman 116, hadits Nabi Muhammad Saw, antara lain : Dari Anas bin Malik, ia berkata : Telah melonjak harga (di pasar) pada masa rosulullah saw. Mereka (para sahabat) berkata: Wahai Rosulullah, tetapkanlah harga bagi kami” Rosulullah menjawab: “Sesungguhnya Allah-lah yang menguasai (harga), yang memberi rizki, yang memudahkan, dan yang menetapkan harga. Aku sungguh berharap bertemu dengan Allah dan tidak seorang pun (boleh) memintaku untuk melakukan suatu kezaliman dalam persoalan jiwa dan harta’(Riwayat Abu Dawud) ( Endnotes : Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abi daud, (Beirut: Dar al-Fikr, 1994) Jilid 3, hal 272.
5. Pada halaman 130, Rosulullah saw bersabda “ Dinar dengan dinar tidak ada tambahan diantara keduanya, dirham dengan dirham tidak ada tambahan diantara keduanya. Barangsiapa mempunyai kebutuhan terhadap uang kecil maka hendaknya ia menukarkannya dengan emas dan barangsiapa yang mempunyai kebutuhan terhadap emas, hendaknya ia menukarkannya dengan uang kecil. (Riwayat Ibnu Majah) (Endnote : Muhammad bin Yazid Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah,(Libanon:Matba’ah dar al-Turats al-‘Arabi, tt) Juz 2, h.760)
6. Pada halaman 138, (1) Dari Rafi’ bin Khudaij r.a ia berkata”Rosulullah saw melarang penyewaan tanah” (Riwayat Muslim) Endnote : Abul Hasan M.Sadeq dan Aidit Ghazali (ed) Reading in islamic Economic tought (malaysia”Longman, 1992), h.66.) (2) Dari Jabir bin Abdullah r.a ia berkata : Rosulullah saw melarang pengambilan upah atau bagian tertentu dari tanah” (Riwayat Muslim) (Endnote : Ibn Hazm, Op.Cit Jilid IV, hal.281) (3) Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rosulullah saw bersabda : Barangsiapa memiliki tanah, hendaklah ia menamainya atau memberikannya kepada saudaranya, Jika ia menolak, tahanlah tanah tersebut (Riwayat Muslim) Endnote : Yusuf Al-Qardhawi, Fiqh al-Zakah, (Beirut: Muassasah al-Risalah,1993) Jilid II, h.964.
7. Pada halaman 143, hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lainnya dari sahabat Thalhah r.a, ia berkata : “seorang sahabat laki-laki dari penduduk Nejd dengan rambut tergerai datang menghadap Rosulullah saw. Suaranya terdengar parau dan apa yang dikatakan tidak mudah ditangkap. Setelah mendekati Rosulullah saw menjawab “Lima kali shalat dalam sehari semalam”. Ia bertanya “Apakah selain itu ada yang wajib bagi diriku?” Rosul menjawab “ Tidak, kecuali kamu shalat sunnah” Rosul berkata “ dan berpuasa Ramadhan” Ia bertanya, Apakah ada puasa yang lain yang wajib bagi diriku?” Rasul menjawab, “Tidak kecuali kamu berpuasa Sunnah”. Kemudian Rosul menyebutkan Zakat. Ia bertanya, “Apakah ada kewajiban lain selain zakat?” Rosul menjawab, “Tidak, kecuali kamu bersedekah sunnah”. Lantas laki-laki itu berbalik seraya berkata, “Aku tidak akan menambahi ataupun menguranginya”. Rasulullah Saw. Bersabda,” Dia beruntung jika jujur” atau “Dia masuk surga jika jujur” (ada tanda Endnote, tapi Tidak terdapat keterangan apapun di Daftar Endnote)
8. Pada halaman 172, Dari anas bin Malik ra beliau berkata : harga barang-barang pernah mahal pada masa rosulullah saw. Lalu orang-orang berkata : ya Rosulullah, harga-harga menjadi mahal, tetapkanlah standar harga untuk kami, lalu Rosulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allahlah yang menetapkan harga, yang menahan dan membagikan rizki, dan sesungguhnya saya mengharapkan agar saya dapat berjumpa dengan Allah swt dalam keadaan tidak seorangpun diantara kamu sekalian yang menuntut saya karena kezaliman dalam pertumpahan darah (pembunuh) dan harta (diriwayatkan oleh perawi yang lima kecuali Nasai (Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah) (Endnote : M. Nejatullah Shiddiqi, Kegiatan ekonomi dalam Islam, jakarta, Bumi Aksara.1996, hl.40
9. Pada halaman 178, Hadits Rosulullah Saw.”Manusia berserikat (dalam pemanfaatan) tiga hal, yaitu: air, rumput dan api”. (HR. Ahmad bin Hambal)..(Tidak ada Endnote)
Setelah saya mendokumentasikan hadits-hadits yang dikutip oleh Euis Amalia dalam buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, saya setidaknya mendapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Ada 9 hadits yang dikutip, namun saya menemukan ada satu hadits yang 3 kali dikutip dan ada sedikit perbedaan penerjemahan pada ketiga hadits tersebut. Yaitu pada hadits nomor (1)… tidak ada seorang pun diantara kalian yang menggugatku karena kezaliman dalam soal jiwa…, (4)….. tidak seorang pun (boleh) memintaku untuk melakukan suatu kezaliman dalam persoalan jiwa….., dan (8)…. tidak seorangpun diantara kamu sekalian yang menuntut saya karena kezaliman dalam pertumpahan darah (pembunuh)…..
2. Setiap pengutipan hadits mencantumkan sumber kutipan kecuali pada hadits nomor 7 (ada tanda Endnote, tapi Tidak terdapat keterangan apapun di Daftar Endnote), 9 (Tidak ada Endnote).
3. Setiap pengutipan hadits mencantumkan rawi hadits kecuali pada hadits nomor (2) dan (3). (Tidak disebutkan perawi dan sanadnya, karena masih satu kutipan dari : Muhammad Bin Hasan Asy-Syaebani, Al-Iktisab ri al-Rizq Al-Mustathab, (Beirut:Dar al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1986), Cet. Ke-1 Hal.17)
Sumber Buku : Euis Amalia.Sejarah Pemikiran ekonomi Islam (Dari masa klasik hingga kontemporer).Pustaka Asatruss Jakarta, Cet-I, April, Jakarta,2005.
Rabu, 06 Mei 2009
Rabu, 01 April 2009
Bu Diyah (Bagian 2)
Bu Diyah (Bagian 2)
Senin (16 Maret 2009) itu saya dengan pimpinan pesantren dan keluarga pesantren setelah mengikuti “tasyakuran” salah satu alumni yang sekarang mengabdikan diri di pesantren yang merencanakan bulan ini berangkat kuliah ke Arab Saudi.
Setelah dari
Sesampainya kami di RS kanker Dharmais, saya sambil menggunakan kamera digital yang bisa MP4 saya shoot semua rombongan yang mungkin waktu itu saya berfikir ingin mendokumentasikannya…
Kami pun sampai di depan ruang ICU dan disambut dengan senyum putera pertama Bu Diyah yaitu kang Yazid Syagof… dengan tegarnya dia menyalami kami dan rombongan keluarga besar pesantren. Kami pun diinformasikan kondisi terakhir Bu Diyah yang sudah tidak bisa melakukan kegiatan apapun lagi… dan kita yang menjenguk diperbolehkan masuk ke ruang ICU namun secara bergantian.
Sebelum masuk pun Yazid mengingatkan kepada yang mendapatkan giliran pertama yaitu saya dan bu Ita, Mamah maisaroh (keduanya bibi yazid). Seraya Yazid mengingatkan: “Ketika berhadapan dengan mamah, kuatkan mamah dan berikan doa serta harapan atas kesembuhan. Jangan menangis di depan mamah karena akan membuat mamah sedih dan menggangu kesehatannya” Ujarnya.
“iya Aa…” Jawab Bu Ita Sambil menangis dan mengusap air matanya.
Bu ita dan mamah maisaroh pun masuk ke ruang ICU dan saya pun mengikuti di belakang sambil menghidupkan kamera dan merekam perjalanan bu ita dan mamah maisaroh ke hadapan Bu Diyah…saya rekam sekeliling ruang ICU dan kondisi fisik Bu Diyah yang sudah dipenuhi dengan selang…entah berapa jumlah selang yang menempel di tubuh bbu diyah. Di hidung..mulut, kedua tangan, di pundak…Kami pun disambut dengan kedipan mata Bu Diyah… yang memang dalam kondisi tidak bisa melakukan aktifitas apapun.
Namun, karena sudah ada menunggu giliran selanjutnya di luar, saya pun keluar dari ruang ICU dan mendapat teguran dari perawat yang menjaga kalau saya dilarang untuk mendokumentasikan apapun yang ada di ruang ICCU…
Di Luar ruang ICU pun kami berdiskusi dengan beberapa tamu yang hadir menjenguk saat itu, baik keluarga mapun alumni. Namun, ketika menjelang pulang ada hal yang mengejutkan bagi saya… hal ini ketika saya mengecek hasil rekaman yang saya lakukan selama di rumah sakit, ketika semuanya saya cek satu per satu file rekaman, ternyata hasil rekaman ketika di ruang ICCU setelah saya putar bolak balik tidak saya temukan..padahal saya yakin selama di ruang ICCU saya merekam minimal 2 file…rasa penasaran pun menghentak hati saya kenapa bisa ini terjadi? Rasa penasaran ini pun saya bawa pulang dengan berharap file yang hilang bisa direcovery dengan software yang ada di laptop.
Hal ini pun saya ceritakan selama perjalanan pulang dari rumah sakit kepada rombongan..Dan bu ita serta mamah maisaroh pun meng iya
Sesampainya di pesantren saya aktifkan laptop dan langsung merecovery semua file… dan hasilnya pun nihil tidak ada file yang saya cari…
Namun saya mengambil hikmah dari ini, munngkin karena saya tidak mendapatkan izin untuk merekam hal ini.
Bu Diyah (Bagian 1)
Bu Diyah (Bagian 1)
Hari kamis ini tanggal 12 maret 2009, setelah perkuliahan yang cukup melelahkan dan merasakan rumitnya teori-teori metodologi penelitian empirik, saya diajak oleh Ust. Sadeli Arif untuk menjenguk Bu Diyah di Rumah Sakit Dharmais, yang saat ini katannya setelah operasi kanker di RS BMC Bogor tidak membaik, malah keadaannya memburuk. Tawaran itu pun langsung saya sambut dengan mengikuti langkahnya ke mobil untuk berangkat ke rumah sakit, karena saya belum menjenguk lagi semenjak di RS BMC.
Sore itu pun kami berangkat dan sampai di rumah sakit setelah melewati macet yang panjang pada pukul 18.10 menit…Sesampainya kami di sana, kami disambut dengan senyuman hangat putera pertama Bu Diyah yaitu Yazid…. Setelah membuka pintu ruang VIP 6 lantai 8… dalam hitungan langkah, Bu Diyah pun dalam baringanya menyambut kami dengan senyuman lirih karena mungkin sedang menahan sakit yang dideritanya…saya salami dan sambil berdo’a atas kesembuhan beliau.
Setelah sholat maghrib..Bu Diyah pun memulai obrolan dengan mengatakan bahwa kedatangan kami bertepatan dengan malam ini akan dilakukan Kemotheraphy jam 08 malam.
Obrolan kami pun di ruang itu berlanjut untuk sekedar mencoba menghibur dan memberi dukungan agar rasa sakit yang diderita oleh Bu Diyah bisa sedikit terlupakan dengan hadirnya kami ketika menjenguk...begitu juga sama seperti harapan orang yang berduyun menjenguk ke setiap rumah sakit agar penderita sedikit secara moril terbantu dan terhibur sekaligus menguatkan mental agar bisa memberikan secercah harapan kesembuhan.
Saat itu pun beliau bertanya keadaan keluarganya di pesantren tempat aku tinggal, yaitu kedaan kakaknya KH. Abdul Razak, Keadaan Adiknya KH. Aep Saepudin dan keadaan seluruh keluarganya.... mungkin itulah perasaan dan kerinduan yang dialamai beliau kerinduan akan keluarga...atau mungkin kebanyakan orang sakit, tidak ada yang lain yang mereka rindukan selain kehadiran keluarga besar dan mengharapkan dukungan dari mereka.
Lantas aku pun menjawab dengan menyampaikan salam dari keluarganya dan ku ceritakan keinginan mereka segera menjenguk. Namun, kesibukan yang cukup padat dari keluarganya sehingga sampai pada saat tersebut belum bisa menjenguk beliau di rumah sakit. Dan sesaat setelah itu telepon ku berdering dari Ust. Iqbal yaitu atasan saya di pesantren, lalu ku sampaikan bahwa saya sedang menjenguk Bu Diyah di rumah sakit, dan beliau pun menyampaikan salam padanya
Di sela-sela obrolan kami, seraya datanglah suster yang membawa perangkat medis dan menyampaikan bahwa akan melakukan pemberian obat Kemotheraphy, dengan peralatan tersebut suster pun menjelaskan kepada pasien dan keluarga mekanisme Kemotheraphy yang akan dilakukan.
Ketika kami sedang menyudahi obrolan karena sudah larut malam, dan esok hari pun saya harus sudah kembali ke kampus, sekitar pukul 10.30 malam, Keluhan yang dialami Bu Diyah adalah sesak nafas yang sangat kuat serta demam yang tinggi, kami pun terperanjat, rasa kantuk pun seketika berubah menjadi sebuah ketegangan yang sangat kuat karena Bu Diyah tidak memiliki penyakit Ashma, sehingga kami pun merasakan kekhawatiran yang tinggi akan kondisi kesehatan Bu Diyah setelah 2 Jam kemotheraphy menjadi memburuk. Bergegaslah memanggil dokter jaga dan meminta penanganan yang serius, dan akhirnya setelah penanganan tersebut bisa istirahat.
Setelah Shubuh, saya dan Ust. Arif bergegas memohon pamit ke Bu Diyah karena harus segera berada di kampus, dan berdo’a agar segera diberikan kesembuhan.