Minggu, 22 November 2009
Rabu, 18 November 2009
Senin, 16 November 2009
Belajar dari pengalaman (4)
menyerap dan mendengarkan, itulah kegiatanku sampai hari keempat diklat profesionalitas dilakukan. namun selama itu ku mulai mendapat apresiasi dari peserta diklat yang lain.
Ku mulai mencari peranku di kelas, agar keberadaanku di diklat ini terasa dan mendapatkan kesan di benak para peserta yang lainnya.
diawali dengan seorang peserta, yang meminta bantuan padaku untuk membuatkannya kurva, dan membuatkannya tabel. Kulakukan peranku untuk hal tersebut, dan setelah selesai ku buatkan, akhirnya ku mendapatkan ucapan terima kasih.
Ucapan terima kasih itupun berlanjut pada promosi yang dilakukan oleh orang lain berkenaan dengan bantuan yang ku berikan, sehingga aku mulai menjadi perhatian yang lain.
Selang waktu itu pun, saya mendapatkan apresiasi dari peserta yang lain untuk berbagi pengalaman berkaitan dengan penggunaan teknologi dan informasi dalam menjalankan tugas.
Dari mulai bagaimana mereka kesulitan menggunakan infocus, mengoperasikan laptop yang mereka bawa, sampai pembuatan account e-mail dan facebook.
Setelah hal tersebut ku lakukan, ternyata di dua hari terakhir, pengamalanku dalam menggunakan teknologi dan informasi menjadi suatu hal yang menarik buat peserta yang lain.
apalagi ketika para peserta kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir diklat ini, mereka sangat senang sekali bisa berbagi pengalaman dalam mempermudah tugas mereka dengan bantuan teknologi.
Alhamdulillah akhirnya bermanfaat juga hidupku ini..
Ku mulai mencari peranku di kelas, agar keberadaanku di diklat ini terasa dan mendapatkan kesan di benak para peserta yang lainnya.
diawali dengan seorang peserta, yang meminta bantuan padaku untuk membuatkannya kurva, dan membuatkannya tabel. Kulakukan peranku untuk hal tersebut, dan setelah selesai ku buatkan, akhirnya ku mendapatkan ucapan terima kasih.
Ucapan terima kasih itupun berlanjut pada promosi yang dilakukan oleh orang lain berkenaan dengan bantuan yang ku berikan, sehingga aku mulai menjadi perhatian yang lain.
Selang waktu itu pun, saya mendapatkan apresiasi dari peserta yang lain untuk berbagi pengalaman berkaitan dengan penggunaan teknologi dan informasi dalam menjalankan tugas.
Dari mulai bagaimana mereka kesulitan menggunakan infocus, mengoperasikan laptop yang mereka bawa, sampai pembuatan account e-mail dan facebook.
Setelah hal tersebut ku lakukan, ternyata di dua hari terakhir, pengamalanku dalam menggunakan teknologi dan informasi menjadi suatu hal yang menarik buat peserta yang lain.
apalagi ketika para peserta kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir diklat ini, mereka sangat senang sekali bisa berbagi pengalaman dalam mempermudah tugas mereka dengan bantuan teknologi.
Alhamdulillah akhirnya bermanfaat juga hidupku ini..
Minggu, 15 November 2009
Belajar dari pengalaman (3)
disela-sela pembelajaran di ruang kelas diklat ini, terasa ada pengalaman yang berbeda dari apa yang kualami dari diklat-diklat yang lainnya. Karena yang kupelajari kali ini bukan hanya dari pemateri tapi justeru yang paling menambah wawasan adalah pengalaman peserta yang lainnya.
Selama di kelas, para peserta diklat dengan berbagai macam karakteristik dan pengalaman ternyata lebih mendominasi kelas dibanding penyaji materi yang notabene lebih muda umurnya dari para peserta.
Dari pemateri pertama, Dengan pengalamannya sebagai mantan direktur utama salah satu gelanggang liburan terbesar di Indonesia (Ancol), sang instruktur menyampaikan bahwa untuk menuju sebuah profesionalitas, maka diperlukan berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh berbagai macam profesi. Baik kompetensi Pribadi, Kompetensi Sosial, maupun kompetensi keahlian.
Dari Pemateri Kedua, Kompetensi teknis pun mulai disampaikan dan diajarkan kepada peserta, namun karena para peserta yang hadir adalah orang-orang yang berpengalaman, ternyata pemateri mendapatkan kritik teknis baik yang bersifat keilmuan, maupun praktik. muka merah sang penyaji materi ku lihat jelas mewarnai raut mukanya, akhirnya sang penyaji materi terbawa situasi dan hanya menanggapi curhatan dan menyerap aspirasi para peserta.
Dari pemateri ketiga, di sini terlihat sang pemateri kikuk ketika menghadapi peserta yang umurnya mungkin 30 tahun lebih tua darinya. dan awalnya sikap protes peserta yang merasa dilecehkan oleh panitia diklat karena semakin hari kompetensi penyaji materi semakin diluar harapan mereka. Namun, kecerdasan peserta akhirnya muncul juga karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar ini dengan baik. maka setting belajarnya pun di rubah dengan cara berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di satuan masing-masing.
Rasa salute ku sampaikan atas keilmuan yang ditunjukkan oleh orang-orang berpengalaman dalam berbagai bidang yang mereka geluti.
Dengan berbagi pengalaman ternyata metode belajar yang cukup efektif untuk orang-orang yang sudah mapan di bidanngya masing-masing. kunikmati pengalaman ini dan akan ku serap terus ilmu mereka.
Selama di kelas, para peserta diklat dengan berbagai macam karakteristik dan pengalaman ternyata lebih mendominasi kelas dibanding penyaji materi yang notabene lebih muda umurnya dari para peserta.
Dari pemateri pertama, Dengan pengalamannya sebagai mantan direktur utama salah satu gelanggang liburan terbesar di Indonesia (Ancol), sang instruktur menyampaikan bahwa untuk menuju sebuah profesionalitas, maka diperlukan berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh berbagai macam profesi. Baik kompetensi Pribadi, Kompetensi Sosial, maupun kompetensi keahlian.
Dari Pemateri Kedua, Kompetensi teknis pun mulai disampaikan dan diajarkan kepada peserta, namun karena para peserta yang hadir adalah orang-orang yang berpengalaman, ternyata pemateri mendapatkan kritik teknis baik yang bersifat keilmuan, maupun praktik. muka merah sang penyaji materi ku lihat jelas mewarnai raut mukanya, akhirnya sang penyaji materi terbawa situasi dan hanya menanggapi curhatan dan menyerap aspirasi para peserta.
Dari pemateri ketiga, di sini terlihat sang pemateri kikuk ketika menghadapi peserta yang umurnya mungkin 30 tahun lebih tua darinya. dan awalnya sikap protes peserta yang merasa dilecehkan oleh panitia diklat karena semakin hari kompetensi penyaji materi semakin diluar harapan mereka. Namun, kecerdasan peserta akhirnya muncul juga karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar ini dengan baik. maka setting belajarnya pun di rubah dengan cara berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di satuan masing-masing.
Rasa salute ku sampaikan atas keilmuan yang ditunjukkan oleh orang-orang berpengalaman dalam berbagai bidang yang mereka geluti.
Dengan berbagi pengalaman ternyata metode belajar yang cukup efektif untuk orang-orang yang sudah mapan di bidanngya masing-masing. kunikmati pengalaman ini dan akan ku serap terus ilmu mereka.
Belajar dari pengalaman (2)
"pengalaman" ternyata itulah yang paling banyak kudapatkan di hari pertama dan kedua diklat profesionalitas di kinasih ini, karena masih banyak cerita yang harus ku serap, banyak curhatan yang harus kuperhatikan. Setiap perkenalan selama 2 hari ini, yang ku dapatkan adalah cerita para peserta yang lain dengan berbagai macam pengalaman hidup.
Salah satu pengalaman yang paling ku perhatikan tentunya dari "Pak Haji" sang ketua kelas. Dari mulai masa mudanya sampai dihari senja nya ini. Tak hentinya beliau bercerita tentang kegagahan dan pengalaman hidupnya siang dan malam, bahkan ceritanya menjadi dongeng sebelum tidur kami di kamar. Semasa muda pak haji adalah seorang jawara pemberani dan nakal, dengan kenakalannya dia bisa menjalajah ke berbagai daerah, seperti pedalaman banten, panasnya jakarta, gemerlapnya bandung sampai sunyinya sukabumi pedalaman.
Dia juga tak luput menceritakan pengalamannya berdagang sayuran dan harus menjaga gerombolan kambing yang harus dia usir dari tempat gudang sayuran miliknya sampai pengalaman beliau sebagai guru yang sudah dia alami mengajar di berbagai daerah dan bidang studi. Mulai pelajaran Agama, IPS, Matematika, perkantoran sampai menjadi Guru BP.
Pengalaman lainnya, adalah ku dapatkan dari Pak Sugeng yang saat ini menjalani profesi sebagai pelaut (nelayan) sekaligus guru Administrasi Perkantoran, sehingga ku lihat dari raut matanya yang merah melawan ombak, sangar melawan perompak, namun ternyata hatinya lembut yang didedikasikan untuk muridnya.
Yang unik juga saya dapatkan dari pak Priyo yang low profile, kini menjalani tugas sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi, sekaligus harus berpacu membagi ilmunya untuk murid-muridnya di Sekolah.
Pak Ujang juga memberikan makna tentang kehidupan, ceritanya yang ketika muda menjadi sorang mahasiswa sekaligus menjadi supir angkot, sampai lulus pun ternyata nasibnya masih supir angkot. namun dengan kegigihannya menjalani hidup, kini beliau sebagai ahli di bidang kewirausahaan. Ku banyak belajar dari beliau yang memang sorang konsultan wirausaha yang profesional.
Memang ku harus akui peserta yang lain juga banyak sekali ilmu mereka yang harus ku pelajari dan harus ku serap.
Banyak sekali pengalaman di hari kedua ini yang ku dapatkan, namun yang kulakukan tetaplah belajar apa yang mereka alami tanpa menceritakan apapun tentang diriku pada peserta yang lainnya karena ku merasa pengalamanku sangat jauh di bawah mereka.
Dan ku berharap hari-hari berikutnya banyak pengalaman hidup yang harus ku terima, pahit getirnya mengarungi kehidupan dan berbagai materi.
Salah satu pengalaman yang paling ku perhatikan tentunya dari "Pak Haji" sang ketua kelas. Dari mulai masa mudanya sampai dihari senja nya ini. Tak hentinya beliau bercerita tentang kegagahan dan pengalaman hidupnya siang dan malam, bahkan ceritanya menjadi dongeng sebelum tidur kami di kamar. Semasa muda pak haji adalah seorang jawara pemberani dan nakal, dengan kenakalannya dia bisa menjalajah ke berbagai daerah, seperti pedalaman banten, panasnya jakarta, gemerlapnya bandung sampai sunyinya sukabumi pedalaman.
Dia juga tak luput menceritakan pengalamannya berdagang sayuran dan harus menjaga gerombolan kambing yang harus dia usir dari tempat gudang sayuran miliknya sampai pengalaman beliau sebagai guru yang sudah dia alami mengajar di berbagai daerah dan bidang studi. Mulai pelajaran Agama, IPS, Matematika, perkantoran sampai menjadi Guru BP.
Pengalaman lainnya, adalah ku dapatkan dari Pak Sugeng yang saat ini menjalani profesi sebagai pelaut (nelayan) sekaligus guru Administrasi Perkantoran, sehingga ku lihat dari raut matanya yang merah melawan ombak, sangar melawan perompak, namun ternyata hatinya lembut yang didedikasikan untuk muridnya.
Yang unik juga saya dapatkan dari pak Priyo yang low profile, kini menjalani tugas sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi, sekaligus harus berpacu membagi ilmunya untuk murid-muridnya di Sekolah.
Pak Ujang juga memberikan makna tentang kehidupan, ceritanya yang ketika muda menjadi sorang mahasiswa sekaligus menjadi supir angkot, sampai lulus pun ternyata nasibnya masih supir angkot. namun dengan kegigihannya menjalani hidup, kini beliau sebagai ahli di bidang kewirausahaan. Ku banyak belajar dari beliau yang memang sorang konsultan wirausaha yang profesional.
Memang ku harus akui peserta yang lain juga banyak sekali ilmu mereka yang harus ku pelajari dan harus ku serap.
Banyak sekali pengalaman di hari kedua ini yang ku dapatkan, namun yang kulakukan tetaplah belajar apa yang mereka alami tanpa menceritakan apapun tentang diriku pada peserta yang lainnya karena ku merasa pengalamanku sangat jauh di bawah mereka.
Dan ku berharap hari-hari berikutnya banyak pengalaman hidup yang harus ku terima, pahit getirnya mengarungi kehidupan dan berbagai materi.
Belajar dari pengalaman (3)
disela-sela pembelajaran di ruang kelas diklat ini, terasa ada pengalaman yang berbeda dari apa yang kualami dari diklat-diklat yang lainnya. Karena yang kupelajari kali ini bukan hanya dari pemateri tapi justeru yang paling menambah wawasan adalah pengalaman peserta yang lainnya.
Selama di kelas, para peserta diklat dengan berbagai macam karakteristik dan pengalaman ternyata lebih mendominasi kelas dibanding penyaji materi yang notabene lebih muda umurnya dari para peserta.
Dari pemateri pertama, Dengan pengalamannya sebagai mantan direktur utama salah satu gelanggang liburan terbesar di Indonesia (Ancol), sang instruktur menyampaikan bahwa untuk menuju sebuah profesionalitas, maka diperlukan berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh berbagai macam profesi. Baik kompetensi Pribadi, Kompetensi Sosial, maupun kompetensi keahlian.
Dari Pemateri Kedua, Kompetensi teknis pun mulai disampaikan dan diajarkan kepada peserta, namun karena para peserta yang hadir adalah orang-orang yang berpengalaman, ternyata pemateri mendapatkan kritik teknis baik yang bersifat keilmuan, maupun praktik. muka merah sang penyaji materi ku lihat jelas mewarnai raut mukanya, akhirnya sang penyaji materi terbawa situasi dan hanya menanggapi curhatan dan menyerap aspirasi para peserta.
Dari pemateri ketiga, di sini terlihat sang pemateri kikuk ketika menghadapi peserta yang umurnya mungkin 30 tahun lebih tua darinya. dan awalnya sikap protes peserta yang merasa dilecehkan oleh panitia diklat karena semakin hari kompetensi penyaji materi semakin diluar harapan mereka. Namun, kecerdasan peserta akhirnya muncul juga karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar ini dengan baik. maka setting belajarnya pun di rubah dengan cara berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di satuan masing-masing.
Rasa salute ku sampaikan atas keilmuan yang ditunjukkan oleh orang-orang berpengalaman dalam berbagai bidang yang mereka geluti.
Dengan berbagi pengalaman ternyata metode belajar yang cukup efektif untuk orang-orang yang sudah mapan di bidanngya masing-masing. kunikmati pengalaman ini dan akan ku serap terus ilmu mereka.
Selama di kelas, para peserta diklat dengan berbagai macam karakteristik dan pengalaman ternyata lebih mendominasi kelas dibanding penyaji materi yang notabene lebih muda umurnya dari para peserta.
Dari pemateri pertama, Dengan pengalamannya sebagai mantan direktur utama salah satu gelanggang liburan terbesar di Indonesia (Ancol), sang instruktur menyampaikan bahwa untuk menuju sebuah profesionalitas, maka diperlukan berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh berbagai macam profesi. Baik kompetensi Pribadi, Kompetensi Sosial, maupun kompetensi keahlian.
Dari Pemateri Kedua, Kompetensi teknis pun mulai disampaikan dan diajarkan kepada peserta, namun karena para peserta yang hadir adalah orang-orang yang berpengalaman, ternyata pemateri mendapatkan kritik teknis baik yang bersifat keilmuan, maupun praktik. muka merah sang penyaji materi ku lihat jelas mewarnai raut mukanya, akhirnya sang penyaji materi terbawa situasi dan hanya menanggapi curhatan dan menyerap aspirasi para peserta.
Dari pemateri ketiga, di sini terlihat sang pemateri kikuk ketika menghadapi peserta yang umurnya mungkin 30 tahun lebih tua darinya. dan awalnya sikap protes peserta yang merasa dilecehkan oleh panitia diklat karena semakin hari kompetensi penyaji materi semakin diluar harapan mereka. Namun, kecerdasan peserta akhirnya muncul juga karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar ini dengan baik. maka setting belajarnya pun di rubah dengan cara berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di satuan masing-masing.
Rasa salute ku sampaikan atas keilmuan yang ditunjukkan oleh orang-orang berpengalaman dalam berbagai bidang yang mereka geluti.
Dengan berbagi pengalaman ternyata metode belajar yang cukup efektif untuk orang-orang yang sudah mapan di bidanngya masing-masing. kunikmati pengalaman ini dan akan ku serap terus ilmu mereka.
Belajar dari pengalaman (2)
"pengalaman" ternyata itulah yang paling banyak kudapatkan di hari pertama dan kedua diklat profesionalitas di kinasih ini, karena masih banyak cerita yang harus ku serap, banyak curhatan yang harus kuperhatikan. Setiap perkenalan selama 2 hari ini, yang ku dapatkan adalah cerita para peserta yang lain dengan berbagai macam pengalaman hidup.
Salah satu pengalaman yang paling ku perhatikan tentunya dari "Pak Haji" sang ketua kelas. Dari mulai masa mudanya sampai dihari senja nya ini. Tak hentinya beliau bercerita tentang kegagahan dan pengalaman hidupnya siang dan malam, bahkan ceritanya menjadi dongeng sebelum tidur kami di kamar. Semasa muda pak haji adalah seorang jawara pemberani dan nakal, dengan kenakalannya dia bisa menjalajah ke berbagai daerah, seperti pedalaman banten, panasnya jakarta, gemerlapnya bandung sampai sunyinya sukabumi pedalaman.
Dia juga tak luput menceritakan pengalamannya berdagang sayuran dan harus menjaga gerombolan kambing yang harus dia usir dari tempat gudang sayuran miliknya sampai pengalaman beliau sebagai guru yang sudah dia alami mengajar di berbagai daerah dan bidang studi. Mulai pelajaran Agama, IPS, Matematika, perkantoran sampai menjadi Guru BP.
Pengalaman lainnya, adalah ku dapatkan dari Pak Sugeng yang saat ini menjalani profesi sebagai pelaut (nelayan) sekaligus guru Administrasi Perkantoran, sehingga ku lihat dari raut matanya yang merah melawan ombak, sangar melawan perompak, namun ternyata hatinya lembut yang didedikasikan untuk muridnya.
Yang unik juga saya dapatkan dari pak Priyo yang low profile, kini menjalani tugas sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi, sekaligus harus berpacu membagi ilmunya untuk murid-muridnya di Sekolah.
Pak Ujang juga memberikan makna tentang kehidupan, ceritanya yang ketika muda menjadi sorang mahasiswa sekaligus menjadi supir angkot, sampai lulus pun ternyata nasibnya masih supir angkot. namun dengan kegigihannya menjalani hidup, kini beliau sebagai ahli di bidang kewirausahaan. Ku banyak belajar dari beliau yang memang sorang konsultan wirausaha yang profesional.
Memang ku harus akui peserta yang lain juga banyak sekali ilmu mereka yang harus ku pelajari dan harus ku serap.
Banyak sekali pengalaman di hari kedua ini yang ku dapatkan, namun yang kulakukan tetaplah belajar apa yang mereka alami tanpa menceritakan apapun tentang diriku pada peserta yang lainnya karena ku merasa pengalamanku sangat jauh di bawah mereka.
Dan ku berharap hari-hari berikutnya banyak pengalaman hidup yang harus ku terima, pahit getirnya mengarungi kehidupan dan berbagai materi.
Salah satu pengalaman yang paling ku perhatikan tentunya dari "Pak Haji" sang ketua kelas. Dari mulai masa mudanya sampai dihari senja nya ini. Tak hentinya beliau bercerita tentang kegagahan dan pengalaman hidupnya siang dan malam, bahkan ceritanya menjadi dongeng sebelum tidur kami di kamar. Semasa muda pak haji adalah seorang jawara pemberani dan nakal, dengan kenakalannya dia bisa menjalajah ke berbagai daerah, seperti pedalaman banten, panasnya jakarta, gemerlapnya bandung sampai sunyinya sukabumi pedalaman.
Dia juga tak luput menceritakan pengalamannya berdagang sayuran dan harus menjaga gerombolan kambing yang harus dia usir dari tempat gudang sayuran miliknya sampai pengalaman beliau sebagai guru yang sudah dia alami mengajar di berbagai daerah dan bidang studi. Mulai pelajaran Agama, IPS, Matematika, perkantoran sampai menjadi Guru BP.
Pengalaman lainnya, adalah ku dapatkan dari Pak Sugeng yang saat ini menjalani profesi sebagai pelaut (nelayan) sekaligus guru Administrasi Perkantoran, sehingga ku lihat dari raut matanya yang merah melawan ombak, sangar melawan perompak, namun ternyata hatinya lembut yang didedikasikan untuk muridnya.
Yang unik juga saya dapatkan dari pak Priyo yang low profile, kini menjalani tugas sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi, sekaligus harus berpacu membagi ilmunya untuk murid-muridnya di Sekolah.
Pak Ujang juga memberikan makna tentang kehidupan, ceritanya yang ketika muda menjadi sorang mahasiswa sekaligus menjadi supir angkot, sampai lulus pun ternyata nasibnya masih supir angkot. namun dengan kegigihannya menjalani hidup, kini beliau sebagai ahli di bidang kewirausahaan. Ku banyak belajar dari beliau yang memang sorang konsultan wirausaha yang profesional.
Memang ku harus akui peserta yang lain juga banyak sekali ilmu mereka yang harus ku pelajari dan harus ku serap.
Banyak sekali pengalaman di hari kedua ini yang ku dapatkan, namun yang kulakukan tetaplah belajar apa yang mereka alami tanpa menceritakan apapun tentang diriku pada peserta yang lainnya karena ku merasa pengalamanku sangat jauh di bawah mereka.
Dan ku berharap hari-hari berikutnya banyak pengalaman hidup yang harus ku terima, pahit getirnya mengarungi kehidupan dan berbagai materi.
Langganan:
Postingan (Atom)